
"Dari mana kau tahu, Ay?" tanya Naku yang heran karena istrinya tahu jika Timmy tengah hamil padahal Tira dan Timmy saja belum mengetahuinya.
"Tapi benar kan Ayang?" Blue justru bertanya balik dan dia tidak sabar dengan jawaban suaminya.
Naku mengangguk. "Kakak ipar baru memeriksanya memakai alat tes kehamilan!"
Mendengar itu, Blue semakin yakin akan masa depan yang dia lihat. Blue memeluk Naku dan memejamkan matanya, dia tidak ingin berpisah dengan Ayangnya.
"Aku cinta Ayang!" ucapnya sambil bergerak seperti menari dengan posisi berpelukan.
Naku sudah terbiasa dengan tingkah aneh dan labil istrinya. Jadi dia mengikuti permainan istrinya dan menggerakkan badannya juga sambil mengecup puncak kepala Blue.
"Ay, sebentar lagi tahun ajaran baru akan dimulai. Setahun lagi anak-anak kita akan lulus sekolah menengah. Setelah itu mereka akan kuliah dan menggapai impian mereka masing-masing, aku tidak menyangka mereka sudah sebesar itu!" ucap Naku disela tariannya.
"Dan selama itu juga Ayang mengurusku. Aku ingin berubah Ayang!" sahut Blue yang kasihan pada suaminya karena selama ini mengurus semuanya sendirian.
"Kau ingin berubah jadi apa, Ay? Jadi wibu?" tanya Naku dengan bercanda.
Blue menggelengkan kepalanya. "Aku ingin jadi istri dan mommy yang berguna!"
Dan keesokan harinya, Blue mulai belajar mengurus rumah tangga. Dia mengawali dengan mengatur menu makanan keluarganya dari sarapan sampai makan malam.
"Cheese burger?" tanya si kembar 4 saat sarapan di pagi hari.
"Cheese burger adalah makanan terenak di bumi. Jadi selamat makan anak-anak manusiaku!" kalimat yang ada dikepala Blue saat ini. Tapi buru-buru dia meralatnya. Dia manusia sekarang jadi Blue harus menggunakan bahasa yang normal. "Cheese burger mengandung 267 kkal yang bagus untuk tubuh!"
__ADS_1
"Wow, mommy!!" seru si kembar 4 yang kagum akan jawaban mommy Blue yang tidak aneh.
Blue merasa bangga akan dirinya sendiri, selain merubah masa depan dirinya juga harus berubah. Tiba-tiba Ming lari tergopoh dan memberi kabar mengejutkan.
"Nyonya, Paul sekarat!" lapor Ming.
Si kembar 4 langsung berlari untuk melihat keadaan Paul dan benar saja harimau putih itu tergeletak dengan lemah.
"Kita harus membawa Paul ke klinik hewan!" ucap Red yang langsung mencoba menghubungi Bern tapi dicegah olah Blue.
"Biarkan saja, mungkin sekarang waktunya Paul untuk pergi. Paul sudah terlalu tua!" Blue mengatakan itu dengan derai air mata, dia yang merawat Paul dari kecil tapi Blue harus merelakan kepergian Paul karena dia tidak mau menggunakan kemampuannya lagi.
Dan hari itu, di mansion berkabung karena Paul yang meninggalkan keluarga Ayang untuk selama-lamanya.
Tahun ajaran baru dimulai, sekarang Blue harus merubah semuanya. Kika tidak boleh berbohong mengenai identitasnya, Kika harus percaya diri dan Red yang akan menjaga gadis itu. Intinya kalau Kika tidak berbohong maka gadis itu tidak akan mengenal Ed lebih dekat yang pada akhirnya Kika akan jadi rebutan Red dan Ed nantinya.
"Mom..." protes Red karena mommy Blue ingin ikut dengan dirinya ke sekolah.
"Kau harus mendatangi Kika dulu Red!" Blue tetap memaksa seperti itu sedari tadi.
"Siapa Kika?" tanya Red bingung karena Blue yang terus menyebutkan nama itu.
"Tentu saja jodohmu!" jawab Blue yang membuat mata Red membulat.
Mau tidak mau Red akhirnya membawa mommy Blue bersamanya. Mereka tidak menuju sekolah tapi mereka ke rumah Kika dengan bantuan Veronica tentunya.
__ADS_1
"Apa kau yakin Veronica?" tanya Red karena teknologi kecerdasan buatannya itu mengarahkan ke komplek kumuh.
"Yakin Bos!" jawab Veronica yang sebelumnya sudah melacak keberadaan Kika sesuai petunjuk dari mommy Blue.
Sementara Blue mengingat-ngingat di mana rumah Kika dan mencoba mencarinya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, Kika sedang berjalan keluar kompleknya karena ingin memesan taksi.
"Kika..." panggil Blue yang membuat gadis itu menoleh.
Kika terkejut karena ada wanita cantik yang mendekat padanya. Dan dia lebih terkejut lagi karena melihat pemuda tampan yang menolongnya dua minggu lalu.
"Namanya Red. Dia anak pertamaku dan dia adalah jodohmu!" ucap Blue spontan.
"Jodoh?" tanya Kika bingung.
Saat otaknya masih mencerna, Blue malah menarik tas dan membukanya untuk mencari sesuatu.
"Apa yang Aunty lakukan?" tanya Kika semakin bingung bahkan takut sekarang.
Blue tidak menjawab sampai dia menemukan apa yang dia cari. Kotak singkong goreng.
"Ketemu!" ucap Blue kesenangan. Dia langsung memberikan kotak singkong goreng itu pada Red. "Ini tanda cinta untukmu Red, kau akan menyukai Kika karena singkong goreng ini!"
"What?" bukan hanya Kika yang bingung tapi Red juga. Tapi dia tetap menerima kotak singkong goreng itu.
"Kau harus menyombongkan diri Red, Kika suka kau yang sombong!" tambah Blue kemudian.
__ADS_1