
Terhitung hanya dua hari mereka di Korea Selatan tiga hari dengan hari kedatangan mereka. Dan karena disana kemungkinan tidak aman mereka memutuskan pulang.
Karena menggunakan jet pribadi mereka lebih cepat sampai di Indonesia ketimbang menggunakan pesawat umum. Mereka tiba di Indonesia sekitar pukul 22.00 WIB. Tujuan mereka pertama kali adalah rumah Dyxie.
"Mamah.." panggil Raksha yang melihat mamanya di depan televisi bersama keluarga Dyxie.
Wanita paruh baya itu berbalik, dan mengangkat kedua sudut bibirnya membentuk senyuman yang menenangkan hati.
"Dyxieee.." panggil wanita itu.
"Ahh tantee." Dyxie langsung berlari memeluk Diana yang merupakan mama dari Raksha.
"Tante kangen.." ucap mamanya Raksha sambil memeluk erat Dyxie.
"Sebenarnya yang anak mama tuh aku atau Dyxie sih?" tanya Raksha sambil menatap kesal dua wanita kesayangannya yang masih berpelukan tersebut.
"Dua-duanya. Kalian pacaran kan? Mama dikasih tahu maminya Dyxie." jawab Diana sembari melepaskan pelukannya. Darimana maminya Dyxie tahu? Sudah tentu Shaka yang memberitahunya.
"Shaka, ajak mereka ke kamar tamu!" perintah Leon. Papinya Dyxie. Dan langsung dilaksanakan oleh Shaka. "Kecuali kamu, om mau bicara sama kamu." kata Leon lagi sambil menatap ke arah Raksha.
"Mau ngomong apa pi?" tanya Dyxie.
"Urusan cowok, gak usah kepo kamu." jawab papinya dengan sangat menyebalkan.
"Ish, untung papi!"
Maminya hanya tertawa melihat interaksi putrinya dengan papinya itu. "Udah sana bersih-bersih lalu istirahat." kata maminya sambil mengelus kepala Dyxie.
"Iya mi." jawab Dyxie patuh.
Maminya tersenyum melihat perubahan sikap putrinya yang semakin baik. Dyxie yang dahulu pembangkang sekarang mulai menurut dengan nasihat maminya.
Maminya Dyxie dan Mamanya Raksha pun pergi beristirahat karena sudah malam. Sisa Raksha dan papinya Dyxie di ruang keluarga.
"Ada apa om?" tanya Raksha sambil tersenyum kikuk.
"Santai saja sama om." ucap Leon sambil mendudukkan dirinya di sofa. "Duduk!" perintah Leon.
__ADS_1
Raksha hanya menurut. Dia tidak mau di cap sebagai calon menantu yang membangkang perintah mertuanya.
"Kamu yang berhasil mengubah sifat putri om. Om berterima kasih untuk itu." kata Leon mengawali pembicaraan.
Raksha mengangguk.
"Om tahu masalah di keluarga kamu, kamu boleh panggil om papa kalau mau." ucap Leon dengan lembut.
Raksha tercengang mendengarnya. Dia tidak menyangka Papinya Dyxie bisa bersikap lembut seperti ini. Padahal dari tampangnya pria di depannya ini terlihat kaku dan tidak berperasaan. Itulah pentingnya jangan menilai buku hanya dari sampulnya.
"Maaf juga om tidak bisa melindungi papa kamu waktu itu." kata Leon lagi sambil menundukkan kepalanya.
"Om ada saat papa dibunuh?"
Leon mengangguk, mengiyakan pertanyaan Raksha. Dia memang ada disana saat itu untuk membantu keluarga Raksha yang diserang papa tiri Raksha dan keluarga Agatha.
"Hari itu papa kamu gugur di depan om, karena melindungi mama kamu yang masih mengandung kamu." jelas Leon.
"Siapa nama papa om?"
"Handika Rafael"
"Besok om ajak kamu ke makamnya. Sekarang istirahatlah."
Raksha diam sejenak. Dia tidak menyangka selama ini dirinya anak yatim. Dia hanya tahu dia punya papa yang kejam kepadanya. Dada cowok itu benar-benar sesak merasakan kenyataan sepahit ini.
Leon menepuk bahu Raksha kemudian pergi ke kamar untuk istirahat. Raksha masih duduk termenung di tempat yang sama. Kemudian cowok itu menghela napas panjang dan beranjak ke kamar tamu yang disediakan untuk bersih-bersih dan istirahat.
Disisi lain Dyxie sama sekali tidak bisa tidur, berbagai macam posisi tidur sudah dia coba. Miring ke kanan, miring ke kiri, terlentang, tengkurap tetap tidak bisa tidur.
"Gila, mata gue kenapa sih?!"
Dyxie langsung duduk sambil mengacak rambutnya sendiri karena kesal tidak bisa tidur. Cewek itu melihat ke arah jam dinding. Sudah hampir tengah malam. Kemudian dia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar.
"Ngeri juga kamar gue.." gumam Dyxie setelah melihat kamarnya. Dia baru sadar dekorasi kamarnya itu sangat menyeramkan untuk cewek.
Selera Dyxie tidak jauh berbeda dengan Shaka. Cewek itu suka warna gelap. Di kamarnya terdapat pohon yang sudah mati sebagai dekorasi ruangan. Kepala kijang dengan dua tanduknya yang terpajang di dinding. Koleksi pisau yang diletakkan di dalam kaca hampir mirip seperti museum.
__ADS_1
"Pengen ganti dekorasi tapi sayang." ucap Dyxie. Memang dia ingin mengganti dekorasi kamarnya agar terlihat seperti kamar cewek pada umumnya. Tapi terlalu sayang untuk mengubah dekorasi se aesthetic itu.
Karena tidak bisa tidur Dyxie memilih pergi ke kamar tamu yang ditempati Aura dan Keyla. Dia mengetuk pintu kamar tersebut tetapi tidak ada sahutan. Sekalipun di rumahnya sendiri Dyxie tidak pernah melupakan ajaran orang tuanya untuk selalu mengetuk pintu terlebih dahulu jika ingin masuk kamar seseorang. Cewek itu mencoba membuka pintu tapi dikunci dari dalam.
"Positif thinking, mungkin mereka lagi ngelesbi." gumam Dyxie sambil mengelus dadanya. Kemudian dia melirik kamar tamu paling ujung. "Haruskah kesana?" batin Dyxie. "Bodo amat ah!" Cewek itu melangkahkan kakinya ke kamar tamu paling ujung. Yaitu kamar tamu yang ditempati Raksha.
Tok tok tok.. Hening. Tidak ada sahutan.
Cewek itu memutar gagang pintu dan ternyata tidak di kunci. Dyxie segera masuk ke kamar tersebut. Tapi dia tidak mendapati Raksha di sana. Terdengar gemericik air dari kamar mandi.
"Ohh mandi.." Dyxie memutuskan duduk di kasur sambil bermain handphonenya menunggu Raksha selesai mandi.
10 menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Dyxie tidak mendengarnya karena terlalu fokus dengan handphone di tangannya.
"Lo ngapain disini?" tanya Raksha.
Mendengar suara Raksha Dyxie mendongak dan akan menjawab. Tapi mendadak suaranya seolah tercekat. Cewek itu kesusahan menelan ludahnya sendiri melihat cowok yang ada di depannya.
"Ngapain lihat gue kayak gitu?"
Dyxie sama sekali tidak berkedip melihat Raksha. Penampilan cowok itu sekarang benar-benar seksi di mata Dyxie. Ya, Raksha keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk putih sepinggang. Sixpacknya terlihat jelas. Rambut basah menambah kesan seksi cowok itu.
"Woy!" seru Raksha memanggil Dyxie yang bengong.
"Hah? Apa?" Dyxie terkejut.
"Ngapain disini?" tanya Raksha lagi.
"Oh, itu anu. Gue..." Dyxie bingung akan menjawab apa. otaknya seketika ngeblank karena melihat Raksha yang seperti itu.
"Lo kenapa sih?"
"Lo kok punya roti sobek?" tanya Dyxie terang-terangan.
Raksha terkekeh mendengar pertanyaan Dyxie. Cowok itu mendekati Dyxie yang duduk di ranjangnya. Kemudian mendorong pelan Dyxie hingga terlentang lalu dia naik ke atas Dyxie dan mengungkung cewek itu.
"Why? Mau pegang?" tanya Raksha dengan suara berat.
__ADS_1
...***...
...Bersambung......