
Pada saat J-Hope menuju apartement Alya, dia salfok ada yang menjual bulldag, dia ingat itu makanan kesukaannya Alya. Lalu dia turun dan membeli 2 porsi bulldag
Setelah membelinya, J-Hope kembali menuju apartement Alya. Sesampainya disana ternyata J-Hope baru sadar jika apartementnya Alya tidak jauh dari apartement milik Meiwo. J-Hope membunyikan bel apartementnya.
Ting....Tung...
Krekk..
Mata Alya membulat ketika melihat orang yang tadi ditemuinya di MGMA.
"Kamu... k..kenapa bisa ada disini?" tanya Alya dengan muka bingung.
"Aku hanya ingin mengembalikan ponselmu, waktu tabrakan di toilet ponselmu terjatuh, lalu tadi aku lupa mengembalikannya" kata
J-Hope sambil menyodorkan ponselnya ke arah Alya
Alya mengambil ponselnya " Makasih, tapi mengapa kamu bisa tau dimana apartementku?" tanya Alya
"Meiwo, aku tau darinya"
"Ohhh Meiwo" balas Alya
Seakan memecahkan keheningan, J-Hope memberi makanannya untuk Alya
"Nih... bulldag untukmu" J-Hope menyodorkan bulldagnya ke Alya
Alya langsung melirik plastik yang berisi 2 porsi bulldag itu.
"Ehh... terimakasih"
"Tapi sepertinya ini terlalu banyak untukku, mau makan bersama didalam?" ajak Alya
J-Hope kaget dengan penawaran Alya, dan kebetulan juga dia sangat lapar"Apa tidak menganggumu?" tanya J-Hope
"Tentu tidak, silakan masuk" balas Alya dengan senyum manis nya
Lalu mereka berdua masuk kedalam dan
Alya mengarahkan J-Hope untuk duduk di ruang makan, sedangkan Alya sibuk di dapur untuk mempersiapkan makanan yang akan disajikan.
Melihat Alya didapur, J-Hope berniat untuk membantunya "Biar ku bantu" sambil memegang pundak Alya
Alya kaget dengan kedatangan J-Hope dan menepuk pundaknya
"Tidak usah oppa, oppa duduk saja di ruang makan, sebentar lagi akan siap" kata Alya
J-Hope mencerna kata 'oppa' yang keluar dari mulut Alya, J-Hope tersenyum kecil dan
J-Hope kembali ke ruang makan.
__ADS_1
~~
Bulldag sudah disajikan di atas meja, kebetulan Alya belum makan dan hidangan ini sangat menguggah selera
"Ayo dimakan Oppa" kata Alya
"Iya" balas J-Hope
Mereka makan sambil mengobrol tentang Meiwo, J-Hope menceritakan jika dia kakaknya ke Alya. Lalu juga menceritakan kejadian kejadian lucu yang pernah mereka alami... membuat suasana tidak hening maupun canggung.
Setelah mereka selesai makan, Alya pun membereskan sisa makanan mereka dan
J-Hope membantu Alya untuk menyuci piring
"Heii oppa, oppa tidak usah membantuku, oppa pasti kecapean, sekarang oppa istirahat saja sebentar" kata Alya
"Tidak apa-apa, kau juga pasti kecapean, aku akan membantumu supaya lebih cepat selesainya" balas J-Hope
Alya pun hanya menganggukan kepalanya dan J-Hope ingin menyuci piring tapi dicegah oleh Alya
"Oppa jangan cuci piring nanti kuku oppa rusak" kata Alya
"Lalu aku mengerjakan apa?" tanya J-Hope
"Oppa membersihkan meja makan saja, apa oppa mau? kalau tidak mau yasudah tidak apa apa, oppa istirahat saja" kata Alya
"Baiklah aku akan membereskan meja makan" jawab J-Hope
J-Hope langsung menuju ruang makan dan segera membersihkan meja makan, sedangkan Alya segera mencuci piring.
Ketika Alya mencuci piring tiba tiba J-Hope mendengar teriakan Alya dari arah dapur
"Akhhh...!!!!"
J-Hope langsung lari menuju dapur dan melihat darah dari tangan Alya yang berjatuhan ke lantai
"Kau kenapa? apa baik baik saja?" tanya
J-Hope khawatir
"Stttt... aku tidak apa apa oppa" balas Alya
Alya sambil meringis kesakitan
"Kenapa bisa berdarah? " tanya J-Hope sambil memegang tangan Alya
"Tadi aku kena pisau saat ingin mencucinya...sssttt awww" keluh Alya
__ADS_1
J-Hope mengambil langkah pertama dan langsung meng-emut jari manisnya Alya agar darahnya tidak keluar banyak.
"Oppa kamu ngapain?" tanya Alya yang salah tingkah melihat perlakuan manis dari J-Hope
J-Hope hanya terdiam dan langsung mengambil perban untuk Alya.
Dan pada saat itu muka Alya merona karena sangat malu.
Oppa J-Hope segera menarik tangan Alya kearah ruang makan dan menyelimuti jari Alya
"Kau bukannya hati hati jika memegang benda tajam" kata J-Hope sambil memerbani jari Alya
Alya hanya terdiam dan masih merintis kesakitan karena diberi obat merah oleh J-Hope. Dan sesekali Alya melirik muka J-Hope yang sedang serius membalut tangannya dan itu disadari oleh J-Hope.
Saat J-Hope menaikkan mukanya ke arah Alya, sontak Alya langsung memalingkan wajahnya. J-Hope tersenyum kecil.
J-Hope melihat tulus ke arah Alya, sontak membuat muka Alya memerah dan mengeluarkan keringat dingin yang tidak bisa dibendung lagi. Yaiyalah, mana ada manusia yang tahan dengan tatapan seorang idol. hahaha.
"Mengapa mukamu merah? apa kau sedang ....." goda J-Hope
"Apasih... jangan mengangguku" kata Alya sambil memalingkan wajah merahnya
"Kenapa tiba tiba oppa menjadi serius begini ?" batin Alya
J-Hope menatap Alya dengan serius, sementara Alya memalingkan wajahnya dari tatapan J-Hope
"Akhh langsung to the point aja lah" batin
J-Hope
"Alya aku mau tanya"
"Tanya apa oppa? " balas Alya
"Hati mu belum ada yang punya kan?" pertanyaan J-Hope ke Alya seakan menarik oksigen dalam paru-paru Alya. "Boleh gak kalo aku memiliki hatimu sepenuhnya?"
Pertanyaan yang tak pernah terlintas di benak Alya kini terlontar dari bibir J-Hope.
Alya mendadak bisu karena mendengar kata yang barusan diucapkan olehnya. Cowok itu terlihat begitu berkilauan dan menawan, menghipnotis seluruh indera Alya agar tak berpaling darinya.
"Lya, kenapa diam saja? J-Hope mendekat, lalu mengenggam tangan Alya dengan lembut.
"Apa jangan-jangan hatimu sudah ada yang mengisinya?"
Bersambung
Maaf jika ada typo:)
Happy Reading :')
__ADS_1