
Sementara Naku sendiri sekarang bergegas menuju rumah sakit Bintang Kejora karena mendengar jika Timmy mengalami keguguran.
Saat sampai di rumah sakit, ketiga saudaranya yang lain beserta istri mereka sudah ada di sana. Bima, Juna dan Dewa yang melihat Naku datang sendirian jadi keheranan.
"Di mana Blue?"
Naku tidak menjawab karena kondisi keluarganya sekarang sedang mode panas. Setelah tidak sadar membuka rahasia Blue, si kembar 4 marah besar padanya. Dan dia juga tidak mempunyai muka untuk menemui Blue.
"Bagaimana keadaan kakak ipar Timmy?" Naku mengalihkan pembicaraan.
"Sudah melewati masa kritis. Sekarang Sasa, Cicil dan Zoya menghiburnya. Seharusnya kau membawa Blue, sepertinya hanya istrimu yang bisa menghibur kakak ipar!" ucap Bima mengingat Blue yang polos dan suka memakai bahasa yang frontal.
Naku mengusap wajahnya kasar tanpa menjawab yang mana membuat Juna menepuk pundak adiknya itu. "Kau kenapa? Ada masalah?"
"Lebih baik kita hibur abang Tira!" timpal Dewa karena mereka datang untuk abang tertua mereka.
__ADS_1
Semua mengangguk setuju, lalu keempat pria dewasa itu mendatangi Tira yang duduk termenung sendirian. Sebenarnya kejadian ini bukan pertama kalinya karena Timmy sendiri mempunyai kandungan yang lemah.
Melihat keempat saudaranya mendekat, Tira mengangkat kepalanya dan menatap mereka satu persatu.
"Kalian semua beruntung bisa mempunyai lebih dari satu keturunan jadi didiklah anak-anak kalian dengan baik!" ucapnya kemudian.
Mendengar dan melihat sendiri keadaan Tira membuat Naku tercubit karena dia telah menyakiti hati istri dan anak-anaknya.
"Sabar, Bang! Anak-anak kami, anak-anak Abang juga!" bujuk Bima.
"Benar, Abang tahu A I U E O tadi pagi terlambat ke sekolah karena toilet di mansion kami sedang mampet!" ucap Dewa berusaha menghibur.
"Choco dan Chip walaupun kembar cewek cowok tapi ikatan batin mereka kuat! Saat Chocho terluka, Chip juga merasa kesakitan! Dan itu membuat mereka sering berselisih, mempunyai banyak anak tidak selalu enak!" tambah Bima.
Juna mengangguk. "Triple L juga baru-baru ini ribut karena mereka bertiga menyukai cowok yang sama!"
__ADS_1
"Bukankah Ed juga menyukai cewek yang sama dengan Red?" tanya Dewa mendelik ke arah Naku supaya kakaknya itu membuka suaranya karena dari tadi Naku juga terlihat murung.
Naku mendesah pelan. "Aku menyakiti istri dan anak-anakku, aku tidak sengaja mengatakan bahwa mereka anak Alien!"
"Apa maksudmu, Naku!" respon Tira dengan meninggikan suaranya.
"Aku dalam pengaruh alkohol dan..." Naku tidak sempat melanjutkan kalimatnya karena tiba-tiba Tira mencengkram kerah bajunya.
"Bukankah kita semua sudah sepakat untuk menutup rapat asal-usul Blue!" geram Tira, dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan si kembar 4 sekarang.
"Aku benar-benar tidak sengaja, aku hanya lelah menghadapi semuanya sendiri dan melampiaskan semuanya pada Blue!" ucap Naku masih membela diri.
"Menghadapi semuanya sendiri? Blue selalu ada untukmu Naku!" timpal Bima yang sama kesalnya dengan Tira.
"Jangan bilang karena Blue tidak bisa apa-apa! Bukankah itu semua pilihanmu? Kau yang menahannya disini, dia melewati banyak hal mengerikan demi bisa bersamamu! Apa kau lupa?!" Juna juga menambahi dengan melayangkan tinju ke udara.
__ADS_1
"Selama ini Blue selalu bersembunyi dan tidak pernah keluar dari zonanya karena dia merasa suami dan anak-anaknya yang menjadi tujuan hidupnya! Dia selalu mengatakan itu pada Zoya!" ucap Dewa yang tidak habis pikir. "Kau tega, Bang!"
Dewa kali ini berusaha serius. "Kalau mereka menjadi bebanmu, biarkan mereka hidup bersamaku! Aku akan membangun toilet baru untuk Red, Black, Pink dan Green!"