
Raksha sempat membuat Dyxie kesal karena meminta dia berdandan feminim. Dia sudah menolak, tapi parahnya Aura dan Keyla malah bekerja sama mendandani dirinya dengan feminim.
Rupanya Raksha mengajak Dyxie ke Namsan tower. Mereka berjalan beriringan hingga mencapai puncak. Seperti sebelumnya. Raksha terus mengajak Dyxie berbicara sedangkan Dyxie terus menerus mematikan topik pembicaraan mereka.
"Besok mau jalan-jalan kemana?" tanya Raksha.
"Kepo!"
"Mau ke Jeju nggak?" tanya Raksha lagi.
"Rebahan di hotel!"
Raksha tidak menyerah begitu saja. Cowok itu terus mengajak Dyxie bicara walaupun Dyxie sok cuek.
"Lo tahu gak?"
"Ga--" Dyxie tidak melanjutkan kalimatnya ketika sesuatu berwarna putih turun dari langit.
Seperti hujan tapi itu bukanlah hujan. Yap, itu adalah salju. Cewek itu menengadahkan tangan menangkap salju yang jatuh. Mata Dyxie berbinar melihat pemandangan tersebut.
"Indah ya." kata Raksha sambil ikut menengadahkan tangannya.
"Hm"
Saat Dyxie tidak memperhatikan dirinya, Raksha tiba-tiba menghilang entah kemana.
"Kemana dia?"
Tapi Dyxie memilih masa bodoh dengan hal itu. Tidak mungkin juga Raksha akan meninggalkan dirinya sendirian di sini kan.
"Biarin aja dah." gumam Dyxie sambil mendongak melihat salju yang jatuh lagi.
Setelah beberapa menit Raksha belum juga kembali. Di hati cewek itu mulai timbul rasa khawatir. Dyxie celingak-celinguk mencari dimana keberadaan Raksha.
"Dia gak mungkin ninggalin gue disini kan?" batin Dyxie dengan mata yang menyapu daerah sekelilingnya.
"Lihat aja sampai berani ninggalin gue! Sialan Lo Raksha! Ketos titisan sasaeng!"
Disaat Dyxie sibuk mengucapkan sumpah serapah untuk Raksha. Seorang gadis kecil menghampirinya dan memberikan dirinya setangkai bunga mawar merah.
"igeos-eun eonnileul wihan geos-ibnikka?" tanya Dyxie kepada gadis itu dan hanya di jawab anggukan kemudian langsung pergi.
*apakah ini untuk kakak?*
Dyxie kebingungan, siapa yang menyuruh anak kecil itu memberikan bunga mawar kepadanya. Dyxie mencium bau bunga mawar itu. Kemudian melihat sekelilingnya lagi berharap menemukan Raksha. Tapi tidak ada Raksha disana. Beberapa saat kemudian ada anak kecil lagi menghampirinya dan memberikan setangkai bunga mawar lagi padanya.
"i kkoch-eun nuguegeseo wassseubnikka?" tanya Dyxie kepada anak kecil tersebut. Dan lagi-lagi tidak dijawab. Anak itu hanya menggeleng kecil kemudian lari meninggalkan Dyxie.
*Bunga dari siapa ini?*
Bukan hanya dua anak, banyak anak kecil dan remaja memberikan dirinya setangkai bunga mawar. Hingga bunga mawar tersebut terkumpul banyak, hampir mirip dengan buket bunga.
"Kerjaan siapa sih?" gumam Dyxie sambil tertawa geli menatap bunga mawar yang dia pondong.
Belum selesai sampai disitu, cewek itu dikejutkan dengan kedatangan dua cowok yang memakai topeng dan tiba-tiba membungkuk hormat kepada dirinya. Seolah-olah dirinya adalah tuan putri.
"nuguseyo?" tanya Dyxie kepada orang tersebut.
__ADS_1
*Kamu siapa?*
Cowok di depannya tidak menjawab, dia hanya memberikan amplop berwarna merah. Setelah itu membungkuk hormat lagi dan pergi meninggalkan Dyxie.
"Apaan sih?" karena penasaran Dyxie membuka amplop merah tersebut. Didalamnya terdapat pesan dengan bahasa Indonesia, yang mengatakan dirinya harus jalan lurus ke depan sampai ayunan berbentuk hati.
Dyxie hanya mengikuti apa yang tertera di amplop tersebut. Sampai di tempat yang tertulis di amplop Dyxie menemukan anak panah. Sekalipun tidak ada perintah yang menyuruh mengikuti anak panah, tetapi Dyxie tergerak untuk mengikuti arah anak panah tersebut. Hingga menuntunnya ke pagar dimana tempat diletakkannya banyak gembok cinta.
"Ulah siapa sih? Raksha kah?" gumam Dyxie dengan bibir yang sudah tersenyum sejak tadi.
Tiba-tiba dua orang gadis bertopeng menghampiri dirinya dan memberinya sebuah amplop merah lagi. Dan setangkai bunga mawar.
"ige mwoya?" tanya Dyxie kepada dua gadis di depannya.
*Apa ini?*
Mereka tidak menjawab, kemudian sama seperti dua cowok tadi. Setelah memberikan amplop merah tersebut dua gadis itu juga pergi dari sana.
"Dih aneh." karena rasa penasarannya yang tinggi, Dyxie segera membuka amplop tersebut. Isi surat di dalamnya adalah dia diminta untuk membelakangi pagar gembok cinta lalu menutup matanya dan berhitung dari angka satu sampai sepuluh. Setelah hitungan ke sepuluh dia boleh membuka matanya dan berbalik.
"Masa iya sih Raksha?" batin Dyxie.
Tidak tahu siapa yang memintanya melakukan itu, Dyxie hanya menurut.
"Satu.."
"Dua.."
"Tiga.."
"Empat.."
"Enam.."
"Tujuh.."
"Delapan.."
"Sembilan.."
"Sepuluh!"
Tepat di hitungan ke sepuluh Dyxie berbalik, tahukah siapa yang ada di belakangnya? Cowok memakai pakaian layaknya pangeran dan memakai topeng di arena mata saja. Cowok itu memegang dua balon berbentuk hati di tangan kanan dan kirinya.
"Lo cosplay jadi apaan?" tanya Dyxie yang mengenali seseorang di depannya.
"Apa ya? Terserah Lo aja." jawab Raksha.
"Lo ngapain sih?" tanya Dyxie lagi.
Raksha hanya tersenyum. Sedangkan Dyxie melihat sekelilingnya dua cowok dan dua gadis yang menemui dirinya tadi juga ada di sana. Salah seorang gadis maju sambil membawa nampan berisi jarum.
"Apa?" tanya Dyxie kepada Raksha.
"Ambil jarumnya, letusin salah satu balonnya." kata Raksha mengintruksi Dyxie.
Dyxie hanya menurut dengan apa yang dikatakan Raksha. Dia meletuskan balon yang ada di tangan kiri Raksha. Dan di dalam balon tersebut ada kertas warna-warni serta sebuah surat yang digulung.
__ADS_1
Melihat sesuatu yang jatuh Dyxie mengambilnya. Dan membuka surat tersebut.
Isi surat tersebut.
Dyxie seketika ngefrezee ketika membaca isi surat tersebut. Dengan susah payah dia menelan ludahnya. Netranya menatap cowok di depannya tidak percaya.
"Lo serius?" tanya Dyxie.
Raksha mengangguk mantap. "Emang kita dulu sering berantem. Jujur sih susah nurunin gengsi buat ngelakuin ini. Tapi ya gimana.." ucap Raksha berkata jujur.
"Dan maaf sama perbuatan gue waktu itu, gue gak bisa ngendaliin diri gue. Gue gak sengaja bikin kaki Lo luka." kata Raksha lagi meminta maaf dengan tulus.
"Gue gak peduli dengan yang dulu, yang gue tahu sekarang gue suka sama Lo. Pacaran sama gue! Gak ada penolakan!"
Dyxie langsung tergelak mendengar kalimat terakhir Raksha.
"Dih kok maksa?" tanya Dyxie sambil tertawa.
"Harus mau!"
"Haha, terima gak ya?"
"Gak terima gue bogem Lo!"
Seketika Dyxie juga dua cowok dan dua cewek di belakangnya tertawa.
"Gak tahan lagi gue." ucap Aura sambil melepas topengnya disusul Keyla, Galang, dan Oliver.
"Udah gue duga" gumam Dyxie melihat sahabatnya.
"Jadi jawaban Lo?" Raksha bertanya lagi karena Dyxie masih belum memberi jawaban.
"Gak."
"Gue bogem juga Lo!" ucap Raksha sambil mengepalkan tangannya seperti benar-benar akan melayangkan bogem mentah ke Dyxie.
"Hahaha, iya iya mau." jawab Dyxie.
Raksha tersenyum, kemudian memberikan sebuah gembok bertuliskan nama mereka berdua.
"Pasang gih."
Dyxie tersenyum lalu memasangkan gembok tersebut di pagar bersama gembok-gembok yang lainnya. Setelah itu Dyxie memeluk Raksha dengan erat.
"Langka bener cara Lo nembak gue. Pakai ancaman di bogem lagi." ucap Dyxie terkikik geli.
"Biarin, beda itu epic." jawab Raksha sambil membalas pelukan Dyxie.
Sahabat mereka berdua langsung bersorak setelah tahu rencana mereka berhasil. "PJ! WAJIB PJ!" seru mereka kompak.
...***...
...Bersambung......
__ADS_1
...Namsan Tower & Gembok Cinta...