Perfect Boyfriend

Perfect Boyfriend
Rahasia Terbuka


__ADS_3

Suasana di mansion keluarga Naku menjadi sepi, semuanya tampak mengurung diri membuat Ming dan pelayan lain kewalahan karena harus bolak-balik ke kamar satu persatu anggota keluarga itu.


Meja makan yang biasanya jadi tempat berkumpul anggota keluarga itu pun menjadi kosong.


Black mondar-mandir tidak jelas karena bingung cara membuat keluarganya jadi hangat lagi. Tidak ada teriakan Pink dan Green lagi, tidak ada rengekan mommy Blue pada daddy Naku. Rasanya sangat hambar.


"Kenapa kak Red belum sampai juga!" gerutunya sebal. Sebelumnya Black yang menghubungi Bern dan meminta Red untuk pulang.


Tak lama Red sampai dan Black segera mendatangi kakaknya itu. Karena Red satu-satunya harapan Black sekarang.


"Kak...," panggil Black saat Red baru memasuki mansion.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Red dengan gusar.


Black akhirnya menceritakan semua yang terjadi dengan menggebu-gebu. Dan pada saat itu Green yang tahu jika Red sudah pulang langsung mendatangi kakaknya itu juga. Ponselnya disita oleh daddy Naku jadi dia tidak bisa menghubungi siapapun.


"Are you okay?" tanya Red khawatir saat melihat Green setelah mendengar cerita dari Black.


"I'm okay tapi Andreas..." Green mulai menangis lagi. Dia membenci pemuda itu tapi juga khawatir.


"Kau masih memikirkan cowok brengseek itu!" kesal Black dalam mode sangar.


"Andreas tidak berniat memperkosaku, dia melepaskan aku tapi dia tidak sempat menjelaskan apapun dan daddy sudah membawanya ke kantor polisi!" jelas Green kemudian.


"Itu biar menjadi urusan keluarganya!" ucap Black dengan menggeram.

__ADS_1


Red menggeleng. "Keluarganya tidak mungkin datang! Aku harus membebaskan dia!"


"Apa maksudmu, Kak?" tanya Green yang penasaran dengan pernyataan kakaknya itu.


"Orang tua Andreas bercerai, ibunya depresi dan bunuh diri setelah perceraian dan kau tahu ayahnya menikah lagi dengan siapa?"


Green menatap lekat Red menunggu kalimat berikutnya dengan perasaan tidak karuan.


"Ayahnya menikah lagi dengan asistennya! Dan harus kalian tahu asistennya itu laki-laki!"


Sontak membuat Black dan Green saling pandang mendengar kenyataan itu, pantas saja Andreas hidup semaunya sendiri.


"Kak, Andreas harus bebas!" ucap Green memohon.


"Bagaimana kalau daddy semakin marah?" tanya Black yang mengkhawatirkan keadaan keluarganya.


"Kak Pink patah hati, lebih baik kita menghiburnya Blacky!" ajak Green dengan menarik tangan Black menuju kamar Pink.


Sementara Red mencoba menghubungi tim kuasa hukum keluarganya dan meminta mereka mencabut laporan kasus Andreas. Tentu saja tim kuasa hukum menolak karena takut pada Naku, tapi Red mencoba meyakinkan mereka bahwa semua jadi tanggung jawabnya.


Akhirnya mereka mau mencabut laporan dan Andreas dibebaskan hari itu juga. Tentu saja Red melakukan segala cara agar proses pembebasan Andreas dipermudah.


"Thanks, Red!" ucap Andreas saat keluar dari kantor polisi.


Bug!

__ADS_1


Andreas mendapat pukulan dari Red yang membuat pemuda itu jatuh tersungkur. Andreas tentu saja tidak melawan karena dia tahu kalau dia salah, Green hanya khawatir padanya tapi dia justru melakukan hal yang tak semestinya pada gadis itu.


"Sorry..." lirihnya dengan menyeka darah yang mengalir disudut bibirnya.


"Sorry kau bilang!? Keluargaku jadi berantakan karena kau!?" geram Red dengan nafas memburu.


"Enyahlah! Jangan muncul lagi di hadapan kami apalagi Green!"


Setelah berkata seperti itu, Red pergi meninggalkan Andreas dan kembali pulang ke mansion karena dia ingin bicara pada daddy Naku.


Tapi saat sampai mansion dia disambut tatapan tajam dari daddy-nya itu karena Naku marah atas pembebasan Andreas tanpa persetujuan darinya.


"Hebat kau sekarang, Red! Semua bisa kau lakukan sendiri!" sindir Naku yang saat ini emosinya sudah di ubun-ubun karena anak-anaknya menjadi pembangkang.


"Kita bicarakan dengan kepala dingin, Dad!" bujuk Red yang tahu jika daddy-nya dalam kondisi tidak baik-baik saja.


"Tidak perlu!" tolak Naku yang melangkah pergi karena ingin kembali ke ruang pribadinya. Langkahnya sempoyongan karena terlalu banyak minum.


Red yang melihat itu dengan sigap membantu Naku berjalan tapi tangannya ditepis oleh lelaki itu. "Tidak usah!" tolaknya lagi.


"Dad, come on! Jangan begini, kita bicarakan semua dengan baik-baik!" ucap Red masih berusaha membujuk daddy-nya.


Tapi Naku malah tertawa hambar. "Apa yang perlu dibicarakan, hem? Kalian pasti tidak akan mengerti seperti mommy kalian!"


"Kalian tidak lebih dari anak-anak Alien!"

__ADS_1


Ketiga saudara Red yang mendengar suara gaduh di bawah, segera turun dari kamar mereka. Mereka mendengar ucapan Naku yang membuat si kembar 4 saling pandang satu sama lain.


"Apa maksud Daddy?" tanya mereka kompak.


__ADS_2