
Setelah berkata seperti itu, Blue ingin meninggalkan Kika dan Red berdua. Sebelumnya Blue sudah menyuruh Bern untuk menyusulnya ke komplek rumah Kika.
"Jagalah Kika, Red. Mommy yakin Kika adalah true love mu, jangan jadi playboy lagi!" ucap Blue sebelum pergi.
"Mom..." protes Red yang melihat tingkah aneh mommy Blue.
"Tugas mommy masih padat Red, mommy harus membawa Black ke penangkaran buaya. Dia harus berlatih menjinakkan buaya Nada!" ucap Blue lagi sambil memasang kaca matanya.
Red hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar mendengar itu. Dia melirik ke arah Kika yang sedari tadi kebingungan.
"Ehem!" Red berdehem. Lalu dia memberikan helm pada Kika. "Maaf mommy ku memang suka berlebihan!"
Kika menerima helm itu dengan kikuk. "Kau pemuda sombong tapi kaya itu kan?"
"Terserah apa katamu, ayo cepat naik motorku! Nanti kita terlambat!" ucap Red yang sudah bersiap dengan kuda besinya.
Kika masih ragu, berarti Red juga satu sekolah dengan dirinya? Apa Red akan membocorkan Kika yang seorang anak pemulung?
"Ayo cepat!" seru Red lagi yang membuat lamunan Kika ambyar. Kika naik ke motor belakang Red dan pemuda itu langsung menancap gas motornya menuju Zero School.
Di perjalanan tidak ada pembicaraan diantara mereka tapi jalanan cukup macet hari ini. Pagi ini Red belum sarapan karena mommy Blue yang memaksanya berangkat pagi-pagi dan pemuda itu jadi teringat singkong goreng Kika.
"Bisakah kau suapi aku?" tanya Red kemudian.
"Suapi apa?" tanya Kika sambil mencondongkan badannya yang membuat dua bulatan Kika menempel di punggungnya. Kebetulan Red memakai tas model selempang hari ini.
__ADS_1
Kikuk! Kikuk!
Red menelan ludahnya mendapat sentuhan itu. "Ternyata gadis singkong goreng ini mau menggodaku ya," batinnya.
"Mau disuapi apa?" tanya Kika lagi. "Singkong goreng?"
Karena Red tidak juga menjawab, akhirnya Kika membuka kotak singkong goreng dan menyuapi Red dari belakang.
"Orang kaya tidak bisa makan singkong goreng, ya?" tanya Kika karena Red tak kunjung membuka mulutnya.
"Bisa kok!" Red membuka mulut dan memakan singkong goreng dari tangan Kika. Matanya membulat karena menikmati sensasi gurih dari singkong goreng itu. "Not bad!" batinnya lagi.
Sepanjang perjalanan Kika sibuk menyuapi Red sampai akhirnya mereka sampai di sekolah.
Kika gugup karena baru pertama kali masuk ke sekolah orang kaya tapi siapa sangka Red menggandeng tangannya yang membuat kegugupannya sirna.
Dan hal itu membuat satu sekolah heboh karena Red yang mempunyai pacar baru lagi. Para gadis yang menyukai Red menjadi patah hati masal hari itu.
Red menunggu Kika sampai gadis itu keluar dari ruangan kepala sekolah.
"Di kelas apa?" tanya Red saat melihat Kika keluar.
"XII IPA-1, itu di mana ya? Aku harus menemui wali kelas dulu!" jawab Kika.
"Tidak perlu, kita satu kelas!" ucap Red sambil berjalan menuju kelasnya dan Kika hanya bisa mengekori pemuda itu dari belakang. Tapi tiba-tiba Red berhenti yang membuat Kika menubruk punggung Red tanpa sengaja.
__ADS_1
Red membalik badannya dan menatap Kika dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Lumayan manis!" batinnya.
"Maaf Red, habisnya kau berhenti tiba-tiba!" ucap Kika sambil tertunduk.
Tapi dia tersentak karena Red tiba-tiba meraih dagunya tanpa permisi.
"Namamu Kika, 'kan? Mulai sekarang aku akan antar jemput kau sekolah, jadi tugasmu setiap pagi membuatkan aku sarapan! Sarapan yang biasa kau makan! Paham?" ucap Red dengan nada arogan yang kental.
Dan anehnya Kika langsung mengangguk bagai budak.
Astaga, kenapa aku iya-iya aja
Kika menjerit dalam hatinya.
"Aku tidak pernah sebaik ini pada para gadis, bahkan pacar-pacarku sebelumnya tidak mendapatkan hak spesial menjadi pembuat sarapan untukku! Jadi manfaatkan hak spesialmu itu!" tambah Red.
Gila! Ini gila! Kenapa aku suka dia yang sombong begini!
Kika terus menjerit dalam hatinya dan teringat kata-kata mommy Blue sebelumnya.
Apa benar pemuda sombong dan tampan ini jodohku?
Jangan lupakan, dia juga kaya!
Apa aku sekarang jadi cewek matre?
__ADS_1
Dosa gak sih? Kyaaa.....