
Di ruang UKS Green menenggelamkan diri di bawah selimut karena malu, dia mengingat kecupan singkat yang dia berikan pada pipi Andreas sebelumnya.
"Aaaa..." Green berteriak di dalam selimut. "Aku jadi penasaran dengan berandal itu!"
Tiba-tiba selimutnya dibuka dengan paksa oleh Pink yang menyusul Green ke ruang UKS, Pink datang bersama Kika dan Nada saat jam istirahat tiba.
"Kak!" protes Green yang langsung mendudukkan dirinya.
"Kau hutang penjelasan padaku!" ucap Pink menuntut.
"Kita bisa berbicara nanti, ada yang jauh lebih penting!" sahut Green yang atensinya tertuju pada Kika. Gadis itu menepuk sisi ranjang kosong meminta Kika untuk duduk di dekatnya. "Kemarilah, Kika!"
"Kau tidak akan menyerang Kika, 'kan?" tanya Nada cemas.
"Justru ini berita baik untuk Kika!" ungkap Green yang akhirnya menarik paksa Kika supaya duduk dekat dengan dirinya. Pink dan Nada juga mendekat, mereka semua menunggu Green berbicara.
"Kika, kau ragu dengan kak Red karena takut bernasib sama seperti pacar-pacarnya yang lain, 'kan?" tanya Green memastikan.
Kika hanya mengangguk pelan sebagai jawaban dan Green melanjutkan kalimatnya lagi dengan menceritakan apa yang dia dengar dari Andreas tanpa mengurangi atau melebihkan.
"Kak Red, tulus menyukaimu, Kika. You only one!"
*****
Kika menatap ponselnya sambil kembali mengulang awal pertemuannya dengan Red dan hari-hari yang mereka lalui bersama. Tiba-tiba wajah Kika merona, menyadari jika yang dilakukan oleh Red selama ini bukan bualan semata. Dan Red hanya melakukan itu padanya. Akhirnya Kika memutuskan untuk menghubungi Red duluan. Tapi sayang ponsel Red tidak aktif.
__ADS_1
Dan hari berikutnya juga masih sama bahkan Red tidak masuk sekolah lagi. Kika mulai meragu lagi pada pemuda itu, gadis itu menangis merasa Red memberi harapan palsu.
"Kau jahat, Red!" gumam Kika saat mengingat pemuda itu.
Cepat-cepat Kika menyeka air matanya, dia lebih baik fokus belajar dan memeriksa pesanan basreng yang setiap hari selalu bertambah jumlah pesanannya.
Kalau dipikir-pikir, Kika bisa sampai dititik ini semua berkat Red. Pemuda itu yang memberi semangat padanya dan tidak pernah memandang rendah Kika sama sekali.
Deg!
Hanya memikirkan Red saja membuat jantung Kika berdebar.
Sampai di hari sabtu sore saat Kika tengah sibuk memeriksa alamat-alamat costumer dan pesanan dia dikejutkan dengan kedatangan Bern yang tiba-tiba.
Di dalam perjalanan Kika begitu gelisah apalagi saat mobil jauh meninggalkan kota dan perjalanan terasa begitu lama.
"Sebenarnya kita mau kemana, Bern?" tanya Kika yang duduk di belakang.
Bern tidak menjawab karena sebentar lagi Kika pasti akan tahu di mana Red sudah menunggu kedatangannya.
Dan setelah menempuh perjalanan cukup jauh, mobil berhenti di sebuah resort mewah yang jauh dari kota.
"Silahkan, Nona!" Bern mempersilahkan Kika turun dengan membukakan pintu mobil.
Kika berjalan dengan gugup memasuki resort tersebut, saat masuk dia sudah disambut dengan beberapa pelayan.
__ADS_1
"Silahkan Nona ganti baju dulu!" ucap salah satu pelayan yang memberikan satu set baju berupa tanktop dan celana hotpants.
Kika semakin dilanda kecemasan tapi dia tetap mengganti bajunya dengan setelan minim itu. Setelahnya Kika diminta untuk naik ke atap resort di mana ada sebuah pemandian air panas dan Red sudah menunggunya di sana.
Saat Kika sudah masuk ke sana, terlihat Red sudah berendam di salah satu kolam air panas dan menyender di dinding kolam dengan bertelanjang dada.
"Come here, Beib!" ucap Red saat melihat Kika sudah datang.
Red tampak santai dengan tubuh telanjangnya yang hanya memakai celana pendek di atas lutut, sementara Kika yang melihat itu hanya bisa menelan ludahnya beberapa kali. Bahkan dia dengan jelas melihat perut kotak-kotak itu.
"Kenapa, Beib?" tanya Red yang melihat Kika hanya bergeming di tempatnya.
Red akhirnya naik ke permukaan dan mendatangi Kika tapi gadis itu justru memundurkan badannya.
"Stop, Red!" teriak Kika.
"Why?" tanya Red yang bingung akan sikap Kika.
"Cepat pakai baju sana, aku jadi pengen makan roti sobek!" ucap Kika saat melihat perut kotak-kotak Red sampai pandangannya turun ke bawah karena ada sesuatu yang menyembul dibalik celana Red yang basah. "Astaga! Cacing Alaska!"
*****
Anak mommy Blue gaya kencannya beda ya🙈
Up 1 bab dulu ya, Kak. Dan mungkin beberapa hari gak up dulu soalnya aku mau konsen tamatin 2 cerita mafiaku, Noah dan Damian. Sambil nunggu cerita ini up mungkin bisa mampir kesana, bab gak banyak paling sehari selesai baca. 😉
__ADS_1