
Red langsung memukul bahu Black pelan. "Bukan begitu konsepnya aing!"
"Tapi kan, Kak. Sesuatu yang aku jaga dan berharga selama ini sudah direnggut oleh Nada!" sahut Black yang tidak terima.
Black akhirnya meminta mommy Blue untuk pergi ke mansion Nada saja langsung. Karena mereka satu server tentu saja Blue malah kesenangan.
"Beib, jangan berpikir keluargaku aneh, okay!" ucap Red pada Kika yang sedari tadi hanya ngang ngong ngang ngong.
"Aku sudah berpikir aneh dari awal, Red!" balas Kika dengan menggenggam tangan Red. "Tapi kau keren, jadi aku suka!"
"Ya, kau memang harus menyukaiku dan setiap hari rasa suka itu harus bertambah sampai tidak terhingga!" ucap Red lagi sambil mengecup tangan Kika yang membuat gadis itu menutup wajahnya karena malu.
*****
Black sudah sampai di mansion Nada, tanpa mau menunggu lagi, pemuda itu langsung saja masuk ke mansion dan mencari di mana Nada berada. Dia bertanya pada pelayan yang ada di sana.
__ADS_1
Kebetulan hari ini, orang tua Nada ada di mansion jadi mereka menyambut kedatangan Black bersama Blue yang setia menemani anaknya.
"Oh, ada mommy-nya Black datang. Duduk dulu," sapa mommy Nada.
Blue tersenyum kikuk, dia jarang bersosialisasi selain dengan keluarga Atmadja. Jadi dia bingung harus bersikap seperti apa tapi demi menjadi manusia normal dia akan berusaha sebaik mungkin.
"Sebenarnya ada hal penting yang ingin kami sampaikan!" ucap Blue mulai membuka suaranya.
"Oh iya, apa itu?" tanya mommy Nada.
"Nada telah mengambil keperjakaan Black!" jawab Blue tanpa dosa. Padahal dia tidak mengerti, Blue hanya mengikuti Black saja.
"Apa itu benar, Black?" tanya daddy Nada memastikan.
Black mengangguk. "Benar Uncle, eh daddy mertua!"
__ADS_1
Untuk memastikan semuanya, daddy Nada meminta pelayan untuk memanggil putrinya yang berada di kamar. Nada yang saat itu tengah beristirahat sepulang sekolah menjadi kaget karena Black dan mommy-nya datang ke mansion.
"Ada apa ya?" tanya Nada yang sudah ikut bergabung di ruang tamu.
"Nada apa benar kau telah merenggut keperjakaan Black?" tanya mommy-nya hati-hati.
Mata Nada membulat mendengar hal itu, bagaimana mommy-nya bisa bertanya hal seperti itu padanya. Tentu saja dia langsung membantah dengan lantang karena dia merasa tidak melakukan apapun pada Black.
"Jangan bohong kau, Nada. Kau itu terobsesi padaku kan karena aku bintang rocker jadi kau tanpa permisi telah melihat semua tubuhku!" ucap Black dengan begitu percaya diri.
"Ish, kau ini bicara apa? Aku tidak mengerti!" Nada berusaha membela diri.
"Kau beralasan main bersama Pink dan Green padahal kau itu hanya penguntit! Kau sampai mengintip aku yang tanpa busana di kolam renang!" Black masih kekeh dengan pikirannya sendiri itu.
Nada mencoba mencerna kata-kata dari Black itu, sepertinya dia sudah tahu akar permasalahannya. Dia teringat kejadian beberapa hari lalu saat dia berkunjung ke mansion Pink dan Green karena mereka ingin bermain di danau buatan di sana dan tanpa sengaja dia malah mendapat tontotan burung perkutut.
__ADS_1
"Oh jadi karena hal itu, hahaha! Padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk melupakan kejadian itu tapi sepertinya kau salah paham Black! Aku tidak tertarik dangan anumu karena terlihat tidak menarik!" ucap Nada apa adanya. Otak sucinya harus berbicara seperti itu supaya Black jangan membanggakan dirinya sendiri.
Black langsung berdiri dari tempat duduknya karena tidak terima akan hal itu. "Sekarang semua yang ada di sini dengar, 'kan? Nada mengakuinya! Gadis penguntit ini sudah melihat semua tubuh polosku! Kau harus bertanggung jawab!"