
"Beib, tunggu aku, okay. Aku akan cepat sampai!" ucap Red yang melakukan panggilan pada Kika. Pemuda itu bangun kesiangan pagi ini.
Red tidak sarapan karena dia yakin Kika akan membuatkan dirinya sarapan seperti yang dia minta.
Lain hal dengan Black yang justru berangkat pagi-pagi sekali karena ingin menjemput calon istrinya sekolah.
Pink juga berangkat pagi karena ingin mengantar Felix karena hari pertama masuk ke perusahaan daddy Naku.
Kini di meja makan hanya tersisa Green seorang diri, dia mendengus sebal. Dia jadi ingin punya pacar juga.
"Green, nanti siang sepulang sekolah kau harus ke Kafe Bomboloni. Kau akan menemukan jodohmu di sana!" ucap Blue yang melihat putri bungsunya termenung.
"Benarkah, Mom?" tanya Green heran, kenapa mommy Blue bisa tahu dengan apa yang dia pikirkan?
"Jodohmu itu sedikit nakal tapi mommy yakin kau akan bisa merubahnya. Dia hanya kesepian dan butuh kasih sayang," tambah Blue sambil memasukkan roti bakar ke mulutnya.
Green langsung memandang daddy Naku sambil menaikkan kedua bahunya.
"Turuti mommy saja! Mommy sedang mode normal karena akan mengikuti arisan!" ucap Naku yang membuat Green membulatkan mata.
"Jadi mommy akan menjadi ibu yang sesungguhnya?" tanya Green yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
*****
__ADS_1
Sepulang sekolah, Green mengikuti apa kata mommy Blue untuk pergi ke Kafe Bomboloni. Dia memesan minuman dan juga cemilan di sana.
"Mana jodohku?" tanya Green dengan mata terus menelisik pengunjung kafe itu satu persatu.
Sampai tak lama Andreas dan teman-temannya datang ke kafe itu dan merokok dengan santai di sana padahal sudah ada tulisan larangan merokok.
Green geram melihat itu, dengan berani gadis itu mendatangi Andreas dan teman-temannya untuk memaki mereka.
"Kalian itu buta ya? Atau tidak bisa membaca?" cecar Green sambil menunjuk tanda larangan merokok.
"Jelas-jelas ada larangan merokok! Bagaimana kalau semua pengunjung di sini menjadi perokok pasif semua!"
"Di Indonesia, diperkirakan ada lebih dari 230.000 orang yang meninggal akibat kebiasaan merokok setiap tahunnya. Apa kalian mau mendaftar kematian!"
Andreas terkekeh karena melihat keberanian Green. Pemuda itu berdiri dari tempat duduknya dan menatap Green dengan memicingkan matanya.
"Aku tidak pernah mendengar dan kalau pun ada pasti pembuatnya adalah orang-orang sepertimu!" ketus Green.
Andreas semakin mendekati Green. Dia tampak tertarik dengan gadis yang berani padanya itu.
"Memang aku orang seperti apa?" tanya Andreas lagi.
"Mmm..." Green tampak kebingungan menjawab sampai matanya menatap dart board yang ada di kafe itu. "Bagaimana kalau kita bermain dart board itu jika aku menang, kau harus berhenti merokok!"
__ADS_1
Andreas berpikir sejenak sampai akhirnya dia menganggukkan kepalanya. Mereka bermain dengan 3 anak panah masing-masing.
"Aku yang pertama!" ucap Green yang mulai membidik anak panahnya pada papan dart yang berjarak beberapa meter darinya.
Dua anak panah tepat sasaran tapi satu lainnya jauh dari sasaran.
"Ish, aku harus banyak berlatih lagi setelah ini!" gerutu Green sebal.
Kemudian giliran Andreas yang siap dengan tiga anak panahnya. Dan gilanya ketiganya tepat sasaran.
"Bagaimana bisa?!" pekik Green yang tidak terima. Itu artinya dia harus menuruti permintaan Andreas bukan.
Green menyilangkan kedua tangannya di dada sambil menatap Andreas yang mendekat padanya dengan seulas senyuman nakal.
"Katakan apa maumu!" ketus Green.
Andreas mengusap dagunya beberapa kali karena berpikir permintaan apa yang dia inginkan. "Aku ingin kita pacaran!"
"Apa?!" Green merasa kaget dengan permintaan Andreas. Lalu dia membatin. "Apa Andreas jodohku?"
Green menelisik wajah Andreas ternyata pemuda itu tampan juga. Green langsung mengulum senyumnya sambil menyelipkan rambutnya ditelinga.
"Ke pasar seni di malam minggu, kalau pacarku setampan ini aku pasti mau!" jawab Green.
__ADS_1
*****
Nulisnya sambil isoman, doakan cepat sembuh ya guys biar bisa crazy up dan cepat tamat. 😘