
"Lama ya gue nggak kesini?"
"Sorry gue gak bawa apa-apa."
"Lo bilang dulu kalau punya teman baru suruh kenalin kan?"
"Gue punya teman baru." Raksha menatap Dyxie dengan tatapan teduh.
"Apa?" tanya Dyxie
"Lo teman gue kan?" tanya Raksha.
Dyxie tersenyum tipis. Kemudian menatap gundukan tanah di depannya. Tangannya bergerak mengusap batu nisan yang bertuliskan Angela Zayyena Daniel.
"Gue Dyxie. Lo ceweknya si Raksasa ya?" tanya Dyxie sambil menatap batu nisan tersebut.
"Ngaco Lo! Gue single dari lahir!" cetus Raksha.
"Masa sih?"
"Serius. Dia cuma sahabat gue. Yang sudah gue anggap kayak adik sendiri." jelas Raksha.
Melihat tatapan teduh yang Raksha tujukan ke arah batu nisan cewek bernama Angel tersebut. Terbesit di pikiran Dyxie sebuah pertanyaan. Tapi jujur saja Dyxie tidak enak menanyakan pertanyaan itu. Karena sama saja membuka luka lama Raksha.
Melihat ekspresi Dyxie yang penuh tanda tanya, Raksha sadar bahwa cewek disampingnya itu ingin menanyakan sesuatu.
"Mau tanya apa?"
"Nggak, bukan apa-apa."
"Gue tahu Lo mau tanya sesuatu. Gapapa tanya aja." ucap Raksha meyakinkan Dyxie supaya tidak ragu mengungkapkan pertanyaannya.
Dyxie diam sejenak. Sekalipun Raksha sudah berkata demikian akan tetapi dia tetap ragu untuk mengeluarkan pertanyaan yang ada di otaknya. Tetapi pada akhirnya setelah melihat ekspresi serius Raksha, Dyxie memutuskan menanyakan hal yang berputar di otaknya.
"Sorry, gue gak bermaksud ngingetin Lo dengan kejadian kelam itu."
"Kejadian kelam?" Raksha langsung tahu maksud kejadian kelam yang di bicarakan Dyxie. Hanya saja dia bingung darimana Dyxie tahu hal itu? Dia saja belum menceritakan hal itu.
"He'em, Gue tadi dengar Galang teriak dia faktor Angel bunuh diri. Dan Lo tadi sempat bilang pembunuh di rooftop." kata Dyxie.
"Lo mau dengerin kisah kelam itu?" tanya Raksha setelah paham apa yang akan ditanyakan Dyxie.
__ADS_1
"Hm, kalau Lo gak keberatan."
"Waktu itu.."
Flash back
3 tahun yang lalu
Kala itu Raksha dan 4 sahabatnya masih kelas 9 SMP. Tepatnya hampir lulus. Hubungan mereka berlima sangatlah akrab hampir seperti saudara. Raksha, Galang, Oliver, Angel, dan Veline mereka sudah bersahabat sejak kelas 7.
Kalian tahu sendiri bukan? Di dalam persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak mungkin murni bersahabat. Pasti diantara mereka ada yang memendam perasaan. Seperti itulah yang terjadi di dalam lingkup persahabatan mereka. Terjadi cinta segitiga antara Raksha, Angel, dan Veline.
Veline dan Angel menyukai Raksha namun mereka sama-sama memendam perasaan mereka. Bahkan Raksha sendiri tidak tahu bahwa dua cewek yang merupakan sahabatnya itu menyukainya, dia baru tahu setelah Angel tiada.
Suatu saat Veline mengetahui bahwa Angel juga menyukai Raksha. Dari situlah semua berawal. Sejak saat itu Angel yang sudah sakit-sakitan dirundung Veline, bukan secara fisik namun secara verbal.
"Bisa-bisanya Lo nusuk gue dari belakang!" bentak Veline.
"Gue gak tahu Vel kalau Lo juga suka Raksha." jawab Angel dengan air mata yang sudah bercucuran.
"Lupain Raksha! Lo gak pantas buat dia!"
Deg!
"Lo sakit-sakitan! Lemah! Cengeng! Bentar lagi juga mati! Lo cuma bakal jadi beban Raksha!" cerca Veline.
Sakit sekali. Sakit sekali rasanya mendengar kata-kata yang begitu tajam dan menusuk dari bibir sahabat kita sendiri. Itu yang dirasakan Angel saat ini. Memang Angel mempunyai penyakit leukimia, kanker darah sejak kelas 6 SD. Sahabat-sahabatnya tahu akan hal itu makanya mereka menjaga Angel dengan sangat baik dan hati-hati. Dan kali ini? Sahabatnya malah mengucapkan hal yang begitu menyakitkan kepada dirinya yang membutuhkan dukungan.
"Lo benar, gue bentar lagi mati. Jadi harusnya Lo gak usah khawatir gue rebut Raksha dari Lo." dengan mata berkaca-kaca dan napas tersengal-sengal karena menangis Angel berusaha membalas kalimat Veline.
"Lo gak perlu perjelas gue bakal mati, karena gue juga sudah tahu gue bakal mati!" ucapnya lagi.
Sejak hari itu Veline menjadi orang yang munafik. Dia aka baik kepada Angel saat di depan Raksha dan yang lainnya. Lain halnya ketika hanya berdua dengan Angel. Dia akan menyerang gadis lemah itu dengan kata-kata tajamnya hingga membuat mental gadis itu down.
*
Sepulang sekolah gadis malang itu meratapi nasibnya dengan menangis tersedu-sedu di kamarnya sambil menulis sebuah surat untuk sahabatnya. Di surat itu juga Angel mengungkapkan perasaannya kepada Raksha. Dia benci Veline, dia benci dirinya sendiri kenapa tidak bisa melawan saat Veline merundungnya.
"Kenapa gue lemah?!! Kenapa gue penyakitan?!! TUHAN!! KENAPA NASIBKU SEPERTI INI?!!" teriak gadis itu. Tidak ada yang mendengarnya karena kamarnya kedap suara.
Disaat keterpurukannya seperti ini yang ada dipikirannya hanyalah mati dan mati. Dia merasa tidak pantas hidup. Dia akan membebani Raksha dengan dirinya yang berpenyakitan. Gadis itu termakan ucapan Veline.
__ADS_1
"Benar, gue penyakitan. Tinggal hitungan bulan gue bakal mati. Gue beban." kata gadis itu.
Gadis itu melemparkan pulpennya ke sembarang arah. Kemudian meraih pisau buah yang ada di meja kamarnya. Diamatinya pisau yang tajam tersebut. Sesaat kemudian bibirnya tersenyum miris.
"Gue sayang Lo. Maaf karena itu."
Sratt.. Angel menyayat pergelangan tangan hingga terkena pembuluh nadi. Karena darah yang terus mengucur keluar gadis itu kehabisan darah. Dan malam itu dia menghembuskan napas terakhirnya.
Diluar kamar Galang yang baru saja selesai menyiapkan makanan malam pergi ke kamar adiknya untuk mengajaknya makan malam bersama Raksha, Oliver dan juga Veline yang juga ada disini.
Tok tok tok.
"Gel, ayo makan malam." panggil Galang sambil mengetuk pintu kamar adiknya.
Sudah hampir lima menit Galang mengetuk pintu kamar adiknya dan memanggilnya. Tentunya sebagai kakak dia sangat khawatir. Apalagi dirinya sudah mencium bau amis darah sejak awal.
"ANGEL! BUKA PINTUNYA GEL! ANGEL!!" teriak Galang sambil menggedor-gedor pintu kamar adiknya. "ANGEL!"
Mendengar teriakkan Galang. Raksha, Oliver dan Veline langsung lari ke kamar Angel untuk melihat apa yang terjadi.
"Ada apa?" tanya Raksha.
"Bau apa ini?" tanya Oliver yang juga mencium bau amis darah yang menyengat.
Setelah mencium bau amis tersebut ketiganya langsung panik. Matanya langsung berkaca-kaca. Hanya satu yang tidak panik. Dia adalah Veline. Dia malah tersenyum tipis melihat kejadian itu.
Dengan mata yang sudah memerah Galang terus mencoba mendobrak pintu kamar adiknya dibantu Raksha dan Oliver. Terhitung sudah lima kali mereka berusaha mendobrak, tapi pintu terlalu kuat.
"Sekali lagi." kata Raksha.
Dan BRAKK! Pintu terbuka. Ketiganya langsung lemas melihat apa yang terjadi kepada sahabatnya. Angel tergeletak di lantai bersimbah darah dengan pisau di dekatnya.
"ANGEL!!!"
...***...
...Bersambung......
...Angela Zayyena Daniel...
__ADS_1
...Aveline Hannie Agatha...