
Semenjak tinggal dikediaman Arya ,Rania sering tidur bertiga dengan Arya dan Rama ,ia mulai terbiasa tidur bertiga ,hari ini hari minggu mbok minah yang bekerja di tempat Arya setiap minggu diberi ijin pulang semenjak Rania tinggal dirumah arya ,karena Rania pingin mbok minah bisa kumpul keluarganya seminggu sekali ,hal ini dilakukan Rania karena pernah mendengar kalau anak anak dan cucunya pada ngumpul dihari minggu namun mbok minah tidak berani mengungkapkan kepada Arya ,atas inisiatif Rania mbok minah libur setiap hari minggu toh Rania minggu juga libur dan tidak ada kegiatan di hari minggu .
" Bunda Renang yuk , udah lama Rama nggak Renang " pinta Rama pada Rania
" Ik ,sayang let'go bunda siapin baju buat Rama dan bunda dulu ya, Rama duduk disini dulu jangan kemana mana " kata Rania pada sang putra
"Beres bunda " ucap Rama sembari mengacungkan jempol
Tak lama kemudian Rania dan Rama sudah ada dikolam Renang ,Rama tampak bahagia ,dari kejauhan Arya melihat interaksi Rama dan Rania hatinya jadi menghangat ,sudah lama ia tidak melihat Rama sebahagia ini diapun langsung ikut bergabung bersama Rania dan Rama
" Byurrrrr " Arya langsung nyebur ke kolam
" Hore ,papa ikut berenang " teriak Rama girang
"Whaat mas Arya ikut berenang ,ya Tuhan sungguh sempurna ciptaanmu " batin Rania sambil melongo memperhatikan tubuh kekar laki laki yang kini menjadi suaminya ,Arya memang Rajin nge gym otot otot tubuhnya terlihat sempurna
" Hei kok bengong " kata Arya sambil menyipratkan air di muka Rania
" Terpesona ya " kata Arya lagi
" Idih pede banget " rancau rania untuk mengurangi kegugupanya ,akhirnya mereka berenang bertiga ,sampai akhirnya Rama memberikan sebuah ide
" Papa , bunda kita balapan Renang aja yuk ,tapi Rama jadi jurinya aja karena Rama udah cape " tutur Rama
" Kalau cape ,kita udahin aja Renangnya " sahut Rania
" Sayang mana berani bundamu bersaing sama papa " sembur Arya
" Enak aja nggak berani dulu dikampung aku juara lomba renang di sungai , aku lagi males aja lagian tadi kan renangnya memang awalnya cuma berdua tiba tiba mas Arya nimbrung jadi kalau Rama udahan aku juga udahan ,hweekkk " ucap Rania sambil menjulurkan lidah
" Tapi aku masih ingin disini ,papa dan bunda aja yang balapan ,please ya " pinta Rama denga puppy eyesnya
" Bunda mana tega menolak permintaan anak bunda yang ganteng ini ,tapi bunda bantu Rama dulu bersih bersih dan ganti baju habis itu anaknya bunda yang ganteng ini berjemur disitu " ucap Rania
" Ok ,bunda " kata Rama, setelah itu Rania segera memandikan Rama dan menganti baju anak sambungnya itu semua tak lepas dari tatapan Arya ,laki laki itu jadi terkagum dengan ketelatenan Rania walaupun masih muda ia sudah mempunyai jiwa keibuan
__ADS_1
" Gue memang tidak salah memilih Rania jadi ibu sambungnya Rama ,dia baik keibuan ,cantik pula aishhh aku pikir apasih ,gimanapun tidak ada yang mengalahkan alesha dalam hal apapun " batin Arya ia masih mencoba membetengi diri meskipun dia sadar setiap kali melihat Rania ia selalu deg degan tapi ia menepis semua
" Hoii... ,bengong jadi balapan Renang nggak " sela Rania membuyarkan lamunan Arya
" Jadi dong siapa takut " sahut Arya
" Bunda ayo semangat aku dukung bunda " teriak Rama
" Iya ,pasti bunda menang jangan khawatir " teriak Rania
" Biar lebih seru kita taruhan , siapun yang menang bisa minta apapun ke lawan yang kalah " tantang Arya
" Ih ,mas Arya kan udah punya semua jadi buat apa taruhan " sahut Rania
" Ya ,biar seru dan semangat , gimana berani nggak " tantang Arya
" Ok siapa takut " jawab Rania tak mau kalah
" Satu ,dua ,tiga go.... " teriak Rama dari samping kolam ,Arya dan Rania pun mulai melakukan perlombaan pada awalnya Rania yang menang kemudian yang kedua Arya yang menang
" Rama curang ahh... papa nggak disemangati ,semenjak ada bunda papa jadi nomor dua " runtuk Arya pura pura sedih
" Udah deh mas Arya nyerah aja ,Pasti aku yang menang " provokasi Rania
" Kita liat saja kamu pasti kalah " tantang Arya
Pada kesempatan ini Rania berfikir dia harus menang gimanapun caranya dia melihat Arya sudah menyalipnya ,ia jadi was was kemudian dia baru setengah jalan dia langsung balik kanan dia ambil jalan pintas ,namun Arya menyadarinya dan secepat kilat ia mengejar Rania setelah didekat Rania dia mencekal kaki Rania
" kamu tidak bisa curang Rania " todong Arya
" Nggak curang ini taktik " elak Rania
Secepat kilat Arya membalikan keadaan ,Arya sampai diujung lebih dahulu
" Gimanapun cara kamu mau ngalahin aku ,tetap aja akulah pemenangnya untuk taruhanya aku pikirkan dulu nanti aku tagih ke kamu " ucap Arya sambil menyeringai
__ADS_1
" Udah kaya ,masih aja minta hadiah ke yang miskin , nggak kasian apa " ucap Rania
" Tenang aja hadiahnya bukan barang kok " ucap Arya sambil tersenyum semirik
" Aku nggak mau aneh aneh ya mas " sungut Rania
Rania langsung meninggalkan kolam dan bersih bersih diri ,kemudian dia kedapur untuk menyiapkan makan siang tiba tiba saja Arya nibrung didapur menungui Rania memasak .
" Mas Arya tunggu aja di depan temeni Rama main sana " usir Rania
" Aku mau disini aja ,Rama nggak mau ditemeni katanya papa ngak seru " tutur Arya menirukan ucapan putranya
" Ya udah kalau disini ,bantuin dong jangan cuma liat aja ,klo disini cuma liat aja mending aku ditungguin Rama malah lebih nyaman aku " ucap Rania kemudian
" Kamu nggak nyaman aku disini ? " tanya Arya
" Ya ,bukanya begitu aku merasa kaya jadi istri beneran lagi ditungui suami pada saat memasak " Rania berbicara tanpa menoleh pada Rama
" Lah emang kamu istri pura pura aku ,kita kan memang suami istri beneran ? " cecar Arya
" Bukanya begitu mas ,kita kan sama sama tau bagaimana kita menikah ,aku nggak mau terjerumus kepersaan yang salah ke kamu " sahut Rania
" Perasaan salah bagaimana ,kamu kan istri aku ? tanya Arya
Belum sempat Rania melanjutkan kata katanya Arya sudah memeluknya dari belakang kan membalikkan tubuh Rania hingga berhadap hadapan
" Tak ada yang salah dengan hubungan kita , aku ingin menagih taruhanku tadi " tutur Arya
Tiba tiba saja bibir Arya sudah berlabuh dibibir Rania saat hendak berontak Arya malah semakin memperdalam ciumanya dan Rania hanya bisa pasrah dan kemudian ia juga menikmati ciuman dari Arya hingga beberapa saat kemudian Arya melepaskan ciumanya
" Maafkan aku " tiba tiba Arya meminta maaf setelah mencium Rania dari Raut wajahnya nampak penyesalan
" Iya ,sudahlah mas aku nggak papa anggap saja sebagai taruhanku tadi " sela Rania kemudian
Arya hanya tersenyum kecut dan pergi meninggalkan Rania begitu saja
__ADS_1
" Loh ,kenapa mas Arya sepertinya kesal ,harusnya kan aku yang kesal tiba tiba saja mencium aku ,terus sekarang pergi seenaknya " maki Rania dalam hati