PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Berbalik Arah


__ADS_3

" Oh ya ,Ibu nggak mau ya ,Cucu Ibu yang cantik ini pegang pegang sama nenek sihir itu apalagi dia yang asuh Ibu tidak ikhlas " Ucap Ibu Rania


" Sudahlah Bu,kita nggak usah bahas itu lagi lagian Ibu kesini karena kangen sama Eliza juga kan masak mau dihabisin waktunya buat marah marah ,Ingat kesehatan Ibu " Ucap Bams


" Tumben ni anak bener " batin Rania


" Kak sementara waktu aku mau tinggal disini dulu sambil nyari nyari kerja mumpung lagi libur semester,boring dirumah terus mana nggak ada kakak aku disuruh suruh terus sama ibu ,baru aja duduk Ibu sudah teriak Bams.... lantainya belum dipel ,Bams.... itu ada yang beli ,Bams .... ini itu cape kak " ucap Bams


Rania hanya tertawa mendengar curhatan adeknya


"Ya udah kakak malah senang kamu tinggal disini dari dulu aku tawarin kalian tinggal disini pada nggak mau " ucap Rania


" Kalau selama Bams disini dia bandel jewer aja kupingnya jangan dimanjain adek kamu " ucap Ibu


" Tuh kan kan denger sendiri Ibu ngomong apa ,mungkin Bams ini anak tiri " ucap Bams pura pura ngambek


" Iya sebenarnya kamu bukan anak kami ,Ibu nemu kamu di got dibawa sama kucing ya... mungkin kamu anak kucing ha.ahahha...ha " tawa Ibu mengelegar


" Idih kejam banget Ibu .... masa Bams ganteng begini anak kucing " ucap Bams tidak terima


"Lagian kamu ada ada Bams pakai bilang anak tiri muka kamu plek ketiplek sama Ibu kamu ,yang mirip sama bapak cuma Rambutnya doang " kata Bapak Rania sambil terkekeh


Itulah kehangatan keluaga Rania yang selalu Rania rindukan ,kekonyolan Bams dan ibunya memberi warna tersendiri bagi hidup mereka


" Oh ya Ran ,beberapa hari yang lalu Arya berkunjung kerumah kita dikampung .Ibu nggak nyangka dia masih mengunjungi kami dia bilang kangen dengan kami .Meskipun dia sudah bukan menantu kami tapi tidak ada yang berubah dari sikabnya dia juga tidak dendam sama sekali dengan Bams padahal dulu Bams mukulin Arya sampai babak belur ,Arya malah nawari Bams buat magang diperusahaanya " kata ibu mengenang pertemuanya dengan Arya beberapa hari yang lalu


" Dia kemarin juga ngobrol dan main catur dengan bapak sampai malam ,banyak hal yang ia ceritakan mulai urusan pribadi bisnis dia ceritakan semua .tak lama setelah cerai dengan kamu dia juga menceraikan istri mudanya " kata Bapak Rania


" Apa tidak sebaiknya kamu kembali padanya Nduk ,demi anak kamu Eliza " ucap Ibu penuh harap


" Maaf bu ,untuk masalah itu Rania bener bener ngak bisa " kata Rania


" Kami juga tidak akan memaksa kamu Nduk terserah kamu ,kamu sudah dewasa mana yang terbaik buat kamu kami akan selalu dukung " kata Bapak Bijak


" Kalau Ibu dukung Arya 100 % ,sudah uji kelayakan dia " ucap Ibu mengebu


Tak lama kemudian sebuah mobil Pajero Sport masuk ke pelataran rumah Rania

__ADS_1


" Siapa yang datang Nduk " kata Bapak Rania


" Ya... siapa lagi pak kalau bukan anak nenek sihir itu " kata Ibu Rania


" Hush.... Ibu nggak boleh ngomong kaya gitu " ucap bapak Rania


" Itu kenyataan kok... " kata Ibu Rania


" Ibu .... Rania mohon ,jangan berkata kasar dengan Bima " kata Rania


" hmmm " jawab Ibu


" Tenang kak aku yang jagain Ibu " kata Bams


" Asslamualaikum ..." kata Bima


" Waalaikum salam.... " jawab kami kompak


" Eh ada Ibu ... Bapak dan ini pasti Bams " ucap Bima


" Hi... kak ini pasti kak Bima ya " sahut Bams


" Nak Bima ini hebat sekali masih muda sepak terjangnya sudah tidak diragukan lagi sama semua orang " Ucap bapak Rania


" Iya kak Bima keren ,Bams pingin kaya kak Bima " ucap Bams


" Hallah biasa aja " kata Ibu Rania menimpali


" Ibu ... " kata Rania tidak enak dengan Bima


"Iya ... Ibu benar kalian berlebihan muji Bima ,oh ya Bam kata Rania kamu ambil Fakultas Hukum ,nanti kalau sudah lulus kamu bisa gabung sama aku " kata Bima


" Yang bener kak ,wah aku seneng sekali kalau bisa kerja dengan kakak itu impianku sejak dulu kerja di kantor segede firma hukum kakak ,makasih banyak loh kak " kata Bams


" Kuliah dulu yang bener baru mikir kerja " ucap Rania


" Beres kak " ucap Bams

__ADS_1


" Makasih loh nak Bima tawaranya untuk Bams .Bams pernah cerita pingin kaya kamu suatu saat nanti ,aku yakin Bams akan maju ditangan kamu " kata Bapak Rania


" Bapak jangan berlebihan memuji saya ,saya belum sehebat itu pak ,saya juga masih banyak belajar " ucap Bima merendah


" Kamu ini aneh Bams ,kemarin kakak kamu Arya nawarin kerja buat kamu .kamu tolak eh... malah sekarang mau kerja sama orang lain " kata Ibu Rania sewot


" Bu ... Bidang kerjaan kak Arya itu beda sama dengan Ilmu ya sekarang Bams geluti bu ,kalau sama kak Bima baru pas sesuai dengan jurusan yang Bams ambil " kata Bams


" Hai .... Bambang ... kerja dimana saja itu sama aja yang penting dapet cuan ,semua orang juga tau kalau perusahaan Arya itu gede kamu tinggal minta pekerjaan yang sesuai dengan keahlian kamu ,gitu aja kok repot " ucap Ibu Rania tidak terima


" Ibu Maemunah yang cantik.... lebih baik main sono sama Eliza , dari pada kepala Bams pusing denger ibu ngelantur disini " kata Bams tidak enak dengan Bima


" Jangan begitu kamu Bams ,dengan orang tua nggak boleh " kata Bima


" Ibu .... Ayo kita kesana Bapak mau makan ibu temeni " kata Bapak Rania sengaja mengajak Ibu Rania pergi bair tidak ngoceh terus


" Hallah... si bapak biasanya juga makan sendiri gaya banget minta ditemeni " kata Ibu Rania


" Ini spesial bu " kata Bapak Rania seraya mengandeng tangan Ibu Ranai supaya pergi .dan Ibu Rania hanya bisa pasrah


" Bim...maafin Ibu yah .." ucap Rania


" Iya kak ... maafin emak gue yah dia aslinya baik mungkin tadi cuma salah makan aja " kata Bams


Seketika mereka bertiga tertawa mendengar ucapan Bams


" Oh ya ,Rania tadi aku kesini disuruh mama untuk bawa Eliza ketempat mama ,kangen katanya dari kemarin nanyain terus " kata Bima


" Maaf ya Bim , Ibu lagi disini jadi kamu nggak bisa bawa Eliza " kata Rania tidak enak sama Bima


Rupanya Ibu Rania menguping pembicaraan mereka dan lansung datang dan menyembur


" Maksud kamu apa ? mau bawa cucuku ? ngak bisa ya .... dan tolong bilang sama mama kamu disini sudah banyak yang ngasuh cucuku Eliza ,ada suster ada mbak mbak yang bantu Rania dan sekarang ada kami disini jadi nggak perlu repot repot bawa cucuku " ucap frontal Ibu Rania


" Ibu...." Rania dan Bams kompak memanggil ibunya berharap Ibunya diam agar tidak ada kata kata yabg menyakitkan lagi


bersambung ....

__ADS_1


Hai .... pembaca semua jangan lupa pencet tombol like yah biar authot semangat nulisnya ...


__ADS_2