
Rania mengutak atik hpnya dia menghubungi kelurganya yang ada dikampung ,dia mengutarakan bahwa sebentar lagi dia akan pulang dan akan dipinang seorang duda
" Tut....tut... " telp Rania tersambung ke nomer hp adeknya , keluarga mereka hanya punya satu hp yang dipegang adek Rania karena dipergunakan untuk mempermudah komunikasi dan untuk kepentingan sekolah adeknya ,mereka harus menghemat pengeluaran sehari ahri agar tidak semakin membengkak
" Halo... kak " terdengar bambang adek Rania mengangkat telephone
" Halo dek ,tolong berikan hp ke Bapak ya " kata Rania
" Bapak .... ada telp dari kakak " teriak bambang pada bapaknya
" Mana ,diloudspeacker aja " kata ibu Rania yang langsung heboh
" Hallo nduk ,piye kabare " terdengar suara bapak Rania menyapa Rania
" Alhamdulillah baik pak ,begini pak minggu depan Rania mau pulang mengajak seseorang ....." ucapan Rania terjeda sebentar
" Dia ingin melamar Rania pak , tapi dia seorang Duda anak satu ,bapak tidak keberatan kan kalau Rania menikah dengan seorang duda, bapak tenang aja dia sudah mapan kok pak " tutur Rania
" Haaa... seorang duda ,kaya nggak ada orang lain aja masak mau nikah sama seorang aki aki, apa kata tetangga kalau kamu menikah dengan seorang yang sudah berumur " terdengar suara ibu Rania menyela di seberang sana dalam bayangan Ibu Rania akan dilamar seorang aki aki perut buncit rambut botak
__ADS_1
" Hush.... dengar dulu penjelasan Rania jangan asal mencela " kata bapak Rania menasehati
" Iya ,bu biar om om yang penting cuan bu cuan ..... ,dari pada bujang miskin malah makin nyusahin kita " sembur Bambang adek Rania
" Ini lagi kecil kecil udah matre " kata bapak Rania memarahi bambang
Rania jadi senyum senyum sendiri tau reaksi keluarganya
" Ibu ,tenang aja Rania nggak bawa celengan semar pulang bu , ha.hahhah.ahahha ,aku tau apa yang ada dipikiran ibu " kata Rania
" Celengan semar juga nggak papa kak biar hidup kita nggak kaya gini terus hidup itu harus realistis " sahut bambang
" Ya udah ,bapak tunggu dirumah kamu hati hati disana " kata bapak
" Enak aja gue dikatain si borokokok muka ganteng seantero ,nih kenalin si bams cowok paling ganteng dunia akhirat " sela bambang tidak terima
" Idih .... muka pas pasan gitu Pedenya setinggi langit ,lagian siapa pula yang bilang elu cakep " ucap Rania tidak terima
" Coba aja tanya ibu siapa yang paling ganteng sekampung sini ,ya nggak bu ? " ucap Bambang sambil mengedipkan mata
__ADS_1
Begitulah keseruan keluarga Rania ,meskipun dari keluarga sederhana tapi kehangatan keluarga mereka tetap terjaga
Hari yang ditunggu pun telah tiba ,sebuah mobil alphard mamasuki kampung Rania ,di Desa ini banyak rumah penduduk yang menghadap langsung kesawah dan ladang ,saat membuka pintu dan jendela rumah siapapun segara bisa menatap pemandangan indah tanpa halangan sebuah jalan desa yang tak terlalu lebar membelah sawah dan ladang saat cuaca cerah langit diatasnya terlihat sangat biru ,melihat komposisi ladang sawah, jalan dan langit yang memayungi ,Arya teringat akan pemandangan yang ia tiru ketika pelajaran menggambar SD ,Arya tersenyum sebuah pemandangan yang tak pernah Arya jumpai di kota
"Pak ,kita sudah hampir sampai " kata Rania pada Arya
"Loh ..kok pak lagi ,kan sudah aku bilang aku bukan bapakmu sebentar lagi kamu akan jadi istriku " tutur Arya
" Iiii..iya pa ,eh mas " tutur Rania grogi
Arya hanya tersenyum melihat Rania beberapa saat kemudian sampailah mereka dirumah Rania,kelurga Rania menyambut kedatangan Arya menunggu di depan pintu
" Silahkan masuk " kata Bapak Rania
dengan senyum khas sambil menyalami dan diikuti ibu dan adek Rania pertemuan hari ini diawali dengan memperkenalkan keluarga masing masing dan asal usul tanah kelahiranya ,obrolan berlangsung santai sambil menikmati hidangan ala kadarnya yang dipersiapak Arya pun menyampaikan niatnya untuk melamar Rania dan tentunya lamaranyapun disetujui oleh keluarga Rania ,waktu sudah menunjukan pukul 11.30 kedua kelurga sudah saling mengenal tanggal bersejarah juga sudah ditetapkan ,lalu Ibu Rania menawarkan makan siang bersama sebuah menu siang sederhana ,soto,tahu,tempe krupuk
" Dimakan nak ,ini soto kesukaan Rania ,biasanya kalau makan ini dia selalu nambah " kata ibu
" Kali ini nggak bakal nambah ,jaim bu pura pura makannya sedikit karena ada kak Arya ,padahal biasanya " sahut bambang adek Rania meramaikan suasana
__ADS_1
" Adek ... nyebelin banget sih ,ibu dibelakang ada karung nggak buat ngarungi si borokokok " tutur Rania
"Udah ,lagi makan udah ribut aja baru juga ketemu sudah kaya tom and jerry , maaf ya nak Arya Rania kalau ketemu adeknya selalu begitu ,padahal mereka saling sayang loh " kata bapak Rania