PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Dilema 2


__ADS_3

Arya pov


Rania adalah seorang wanita yang akhirnya aku nikahi setelah 5th kepergian alesha ,dia gadis yang manis ,sabar dan penyayang Rama putraku sangat bahagia mendapat ibu baru seperti Rania ,aku mengenal dia sebagai guru TK anakku dan ternyata gadis ini adalah gadis yang dicari cari nenekku ,pertemuan singkatku ternyata tak menyulutkan niatku untuk menikahinya ,melihat kedekatan dia dan putraku aku yakin dia akan menjadi ibu yang baik bagi putraku , dan kenyataanya kini terbukti dia menjadi ibu sambung terbaik dengan putraku ,melihat kedekatanya dengan putraku hatiku jadi menghangat ,namun belakangan ini ada yang aneh dalam diriku aku merasa nyaman setiap kali dekat denganya ,aku selalu curi curi pandang bila melihat dia dan aku suka sekali mengodanya mukanya jadi merah merona ,aku yakin aku hanya baper saja karena dia dapat meluluhkan hati putraku ,berkali kali nenek mencoba menjodohkanku dengan wanita pilihanya tapi tak satupun yang bisa meluluhkan hati putraku apapun akan aku lakukan demi kebahagiaan putra semata wayangku


suatu ketika aku taruhan Renang dengan Rania dan meminta hadiah sebagai pemenang darinya sebetulnya dalam benakku belum terbersit untuk meminta hadiah apa padanya ,tiba tiba aku melihat dia memasak di dapur memakai clemek dan rambutnya digulung keatas dimataku ia kelihatan sexy ,entah apa yang mendorongku untuk memeluk dan mencium bibirnya awalnya dia menolak tapi akhirnya dia pasrah ,aku bener bener terbuai dengan ciuman itu hingga sekelebat bayangan alesha istriku hadir dalam benakku aku langsung menyudahi ciuman kami aku sadar apa yang aku lakukan ini salah aku sudah menghianati mendiang istriku aku juga minta maaf pada Rania tak seharusnya aku menciumnya ,setelah meminta maaf aku langsung meninggalkanya dan mengunci diri dalam kamarku aku meminta maaf pada alesha lewat fotonya dikamarku


" Maafkan aku alesha aku khilaf ,tapi percayalah cintaku hanya untu kamu " ucapku seraya memandangi foto alesha


seharian aku mengurung diri dalam kamar ,Rania juga merasa heran dengan sikabku ,sore hari aku memutuskan untuk keluar kamar aku berusaha meyakinkan diriku bahwa aku tidak akan mengulang hal yang sama cintaku hanya untuk alesha


" Oh ,akhirnya kamu keluar juga dari kamar mas ? sudah bertapanya ? sinis Rania ketika aku keluar kamar aku berusaha bersikab biasa biasa aja seolah tidak terjadi apa apa


" Maafkan aku tadi sedikit pusing " kilahku aku juga tidak ingin menyakiti Rania seandainya dia tau apa yang aku lakukan di kamar dia pasti kecewa ,malam hari aku memutuskan untuk tidur sendiri tidak bergabung bersama Rania dan Rama seperti malam malam sebelumnya ,semalaman aku tidak bisa tidur ,aku memeluk foto Alesha aku membayangkan tidur bersama dia semalaman aku tidak bisa tidur mungkin ini dikarenakan rasa bersalahku pada Alesha hingga menjelang pagi aku baru bisa tidur


" Tok ..tok.tok...,Mas Arya bangun ini sudah siang apa hari ini tidak kekantor " terdengar ketukan pintu dari luar dan Suara Rania membangunkanku tapi aku masih malas bangun


" Mas ,sarapanya sudah siap ,ini sudah siang aku dan Rama berangkat sekolah dulu " kudengar lagi suara Rania setelah beberapa waktu lalu mengetok ngetok pintu aku biarkan saja ,setelah beberapa saat aku keluar kamar Rumah sudah sepi hanya ada mbok minah aku berusaha menghindari Rania makanya aku bangun siang selain juga karena aku menjelang pagi baru bisa terbangun


Pov Arya End


Sesampainya disekolah Rania langsung menelpone Rumah yang mengangkat mbok minah

__ADS_1


" Assalamualikum mbok , mbok Mas Arya sudah bangun ? tanya Rania disebrang sana


" Udah neng ,barusan langsung mandi dan kekantor " kata mbok minah


" Dia nggak sarapan mbok ? " tanya Rania


" Katanya mau sarapan dikantor saja tadi buru buru ,udah kesiangan katanya " sahut mbok minah


" Ya udah mbok terima kasih " tutur Rania sembari menutup telp


" Mas Arya kelihatanya benar benar sakit kemarin dia bilang pusing tadi bangun sampai siang ,sebaiknya pulang sekolah aku langsung ke kantor mas Arya kasih makan siang aja takutnya dia melewatkan makan siangnya juga " guman Rania


Setelah selesai mengajar Rania bergegas menuju kantor Arya untuk mengantar makan siang namun sesampainya dikantor Arya tidak menemuinya sekertarisnya bilang Arya ada meeting ,itu hanya alasan Arya saja padahal sebenarya dia menghindari Rania


" Sepertinya masih bu ,beliau berpesan agar ibu tidak usah menunggu " tutur sisca


" Oh baiklah kalau begitu ,saya pulang dulu " sahut Rania kemudian


hingga malam hari saat Rama sudah tertidur ,Arya belum pulang tadi sore Arya sudah wa Rania kalau pulangnya telat ,akirnya Raniapun tertidur dikamar Rama ,beberapa saat kemudian Arya memasuki rumahnya sesuai perkiraannya Rania dan Rama sudah tertidur


" Mereka tidur lelap sekali ,maafkan aku Rania aku sengaja menghindarimu " guman arya sembari membuka kamar Rama kemudian dia bergegas kekamarnya di dalam kamarpun ia tidak bisa memejamkan mata dia gelisah entah karena apa ia tidak tau seperti ada yang kurang dalam dirinya akhir akhir ini

__ADS_1


" Sebenarnya apasih maumu Arya " guman Arya pada dirinya sendiri


karena kelelahan Arya tertidur ,pagi hari ia mencoba bersikab biasa ,tidak seperti kemarin ,bangun pagi sarapan bareng seperti biasanya ,sampai hari ketiga ia masih tidur sendiri ,hari yang keempat ia masih mencoba membangun benteng perlawanan hatinya tetepi ia mendengar gelak tawa dari kamar Rama jelas itu Suara Rama dan Rania yang sedang bercanda ,kakinya seolah ada yang menarik untuk melihat kamar Rama ,benar saja ia mengintip dari celah pintu kamar Rama disana ia melihat betapa bahagianya pasangan anak dan ibu sambungnya


" Papa kok ngintip aja ,ayo masuk gabung sama kita " ucap Rama


" Aduh ... aku ketauan " batin Arya mau tak mau dia membuka pintu kamar Rama sambil mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal ,disana dia melihat Rania memakai baju tidur dengan pasangan celana setengah paha


" Deg ...." jantung Arya berdetak keras ,ia laki laki normal sudah lama ia tak mendapat belaian dari istri ,ia mati matian berusaha bersikab senormal mungkin


" Mas Arya ,tumben kesini sudah beberapa hari nggak kesini mana aku pakai pakaian kaya begini lagi " batin Rania ia mulai tidak nyaman


" Rama anak bunda yang ganteng , berhubung malam ini ada papa ,Rama bobonya sama papa aja yah " ujar Rania pasa putra sambungnya


" Ihhh... bunda gimana sih , kan lebih seru bobo bertiga sudah beberapa hari ini papa tidak gabung dengan kita " sanggah Rama


" Maka dari itu sayang sekarang gantian dong papa yang nemeni Rama bobo " Rayu Rania pada sang putra


Arya melihat Rania tidak nyaman dengan kehadiranya


" Papa aja yang keluar kamar ,Rama bobo lagi sama bunda " nego Arya pada sang putra

__ADS_1


" No.. papa ,bunda dan papa harus bobo sama Rama " ucap sambil matanya sudah memerah mau menangis


__ADS_2