PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Appartemen Rania


__ADS_3

Malam semakin larut ,namun mataku seolah enggan untuk terpejam ,kugelar sajadah kupanjatkan doa pada sang ilahi kuadukan semua masalah yang aku hadapi ,aku bersyukur setidaknya aku masih beruntung tidak lontang lantung dijalanan disaat saat sedang patah hati seperti ini masih punya tempat tinggal yang layak untuk kutempati meskipun itu hanya sewa ,aku belum berniat membeli Rumah ataupun appatement ,setidaknya tempat ini aku rasa cukup nyaman sembari aku memikirkan langkah apa yang akan aku ambil ,aku sudah resign dari tempat mengajar setidaknya dengan begitu aku bisa melepas tanggung jawabku tanpa beban selama aku menenangkan diri.


pov Rania end


" Pagi Boss ,saya bawa kabar baik untuk boss anak buah saya berhasil melacak keberadaan Ibu Rania " kata Heri pada Arya


" Dimana dia sekarang ? " cecar Arya tidak sabar


" Sabar boss ,nafsu amat pingin ketemu Bini " ucap sang assisten sekaligus sahabatnya itu


" Katakan jangan bertele tele " kata Arya sudah tidak sabar


" Dia dikota X ,menyewa sebuah appartemen kebetulan tetangga appartemen itu adek saya Rini boss masih ingat kan ? " kata Heri


" Siapkan penerbangan ke kota X hari ini juga aku akan segera kesana kamu handle semua pekerjaanku " Ucap Arya penuh semangat


" Ini nomor adek saya hubungi dia dulu ,biar boss tau istri boss lagi ngapain ? ucap Heri seraya memberikan no.hp Rini adeknya


Setelah berkemas dan berpamitan pada sang putra Arya bergegas menuju kota X menemui pujaan hatinya ,rasa senang dan cemas campur aduk jadi satu ,senang karena sebentar lagi akan bertemu Rania cemas karena takut ditolak dengan langkah tegap ia memasuk appartement Rania ia segera memencet bell


" Bentar siapa yah ,palingan si Rini " batin Rania


"Ceklek " pintu dibuka Rania kaget bukan kepalang ada sosok laki laki yang tengah berdiri di depan pintu appartementnya ,ya dia adalah laki laki yang paling ia hindari


" Bruk .." secepat kilat Rania menutup pintu ,tak ingin lagi ketemu dengan laki laki yang ia hindari walau jauh dari lubuk hatinya ia masih merindukan laki laki tersebut


" Enggak aku ,nggak mau ketemu dia lagi aku nggak mau disakiti lagi ,cukup sudah dia menorehkan luka dihatiku " tangis Rania pecah di balik pintu sementara Arya dari luar terus saja memohon mohon agar dibukakan pintu


" Rania ... tolong buka pintunya kita bisa bicara baik baik ,aku mohon dengarkan aku dulu " pinta Arya memelas

__ADS_1


" Enggak mas ..., nggak ada lagi yang harus kita bicarakan ini kan yang kamu mau ,aku pergi dari hidupmu agar tidak ada yang mengganggu kenanganmu bersama mbak alesha ....pergilah mas aku mohon .... jangan beri aku harapan lagi aku tidak mau terluka lagi hik.hik.hik..." ucap Rania disela sela tangisnya


" Aku tidak akan pergi sebelum kamu memaafkan ku dan aku akan pergi bila bersamamu .... Rania please buka pintunya " ucap Arya mengiba


" Apalagi yang harus kita bicarakan mas , aku sudah tau kau ingin mengatakan seperti yang sudah sudah bahwa aku hanyalah ibu sambung dari anakmu dan tidak usah dijelaskan lagi berulang ulang bahwa kamu tidak akan pernah bisa mencintai aku ,pergilah mas .... aku tidak akan membuka pintu sebelum kamu pergi hik.hik.hik..." ucap Rania lagi


" Sudah aku katakan aku tidak akan pergi ribuan kali kamu usir aku ,aku akan tetap disini " ucap Rama tidak putus asa membujuk Rania


" Terserah .... aku nggak peduli lagi ,sama sepertimu yang selama ini tidak mempedulikanku kamu jika kamu datang hanya untuk Rama maka bawa saja Rama kesini tapi tidak dengan kamu ,aku cape mas " ucap Rania


Tak ada sautan dari Arya ,dia hanya diam seribu bahasa sambil menunggu keajaiban pintu Rania di buka


" Tak ada suara ... syukurlah akhirya dia pergi juga ,ohhh ternyata hanya segitu perjuanganmu mas " batin Rania


" Et..tunggu tunggu kenapa aku yang kecewa , harusnya aku seneng dong dia pergi ahh sudahlah lebih baik aku tidur " runtuk Rania pada dirinya sendiri


Hingga menjelang malam Arya masih setia menjadi penjaga pintu kamar Rania tanpa Rania tau sampai akhirnya ada pesan masuk dari Rini tetangga appartemenya


Rania : masnya siapa


Rini : Tadi aku sempet nanya katanya suami mbak kasian dong anak orang digituin


Rania : What dia masih disini ?


Rini : iya mbak bukain pintunya kasian


" Menyusahkan saja " batin Rania


" Ceklek"pintu dibuka

__ADS_1


" Ngapain mas masih disini ? tanya Rania sinis yang ditanya bukanya menjawab malah langsung nyelonong masuk appartemen tanpa permisi


" Mas kok nggak sopan sih main masuk saja ,siap yang ijinin masuk " sewot Rania


" Ada tamu dibuatkan minum kek ,sukur sukur dikasih makan " ucap Arya tanpa beban


" Tidak menerima tamu tak diundang " jutek Rania


" Salah ya seorang suami masuk ke appartemen istrinya ?" cicit Arya tanpa rasa dosa


" Suami yang mana dulu ,suami yang kaya apa yang mas maksud ,suami yang tidak pernah mengangap istrinya ada ,suami yang tidak pernah bisa move on ? " amarah Rania tiba tiba membludak


" Udah dong sayang marahnya ... mas minta maaf ,mas salah mas khilaf mas janji nggak akan ngulangi lagi " ucap Arya


" Minta maaf nggak ada manis manisnya " batin Rania


" Udah ngomongnya ? ,kalau udah aku mau tidur bapak Arya yang terhormat silahkan pulang atau kembali ke hotel pintu keluar disebelah sana " tunjuk Rania pada pintu keluar


" Kejam banget sama suami sendiri ,kamu tega ngusir aku malam malam kaya gini ,lagian apa salahnya aku tidur disini di appartemen istriku yang lagi ngambek " tutur Arya


" Bener bener manusia es ini nggak peka banget ... udah salah minta maafnya nggak ada Romantis romantisnya maksa lagi " batin Rania


" Terserah saya mau tidur " ucap Rania seraya ngeloyor pergi menuju kamar meninggalkan Arya


" Aku tidur dimana ? " ucap Arya tanpa dosa


" Tidur diplanet sono ,awas ya jangan gedor gedor pintu kalau masih mau nginap disini " ancam Rania dari dalam kamar


" Sebaiknya aku diam saja meladeni dia dalam keadaan marah kaya begini malah bikin Runyam keadaan ,sudahlah aku tidur disofa saja ..." guman Arya seorang diri ia segera merebahkan badanya dan beberapa saat kemudian ia tertidur seminggu semenjak kepergian Rania ia tidak pernah tidur nyenyak

__ADS_1


sementara didalam kamar Rania tidak bisa tidur ,badanya bolak balik tetap saja tidak bisa tidur ia mengintip Arya dari balik pintu


" Cepet banget molornya ... kenapa dia sekarang jadi kurus dan nggak terurus gini yah .... apa ini semua gara gara aku ? nggak mungkin harusnya dia bahagia aku pergi " guman Rania sambil berjalan mendekati Arya dan menyelimuti Arya memandang lekat wajah laki laki yang selalu ia rindukan meskipun sering menyakitinya


__ADS_2