
"Aden mau bicara apa ? tanya mbok minah
" Mbok sebelum Rania pergi dia tidak bilang apa apa ke mbok ? " tanya Arya
" Neng Rania sebelum pergi hanya menitipkan aden kecil ke mbok dia bilang sangat sayang sama aden kecil namun ia harus pergi " ucap mbok minah sambil menangis
" Iya dia memang sangat menyayangi putraku ,aku saja yang bodoh dan buta tidak bisa melihat cinta yang tulus darinya " ucap Arya sendu
" Neng Rania itu sangat sabar hatinya sangat luas ,sebenarnya sebelum kejadian ini dia pernah ke kamar aden habis setelah keluar dari kamar aden dia keliatan syok banget ,seharian dikamar sepertinya menangis " ucap mbok minah
" Kok mbok nggak pernah bilang kalau Rania pernah kekamarku aku kira ini pertama kali dia ke kamarku " cicit Arya
" Maafkan mbok den ,mbok takut aden marah sama neng Rania " kata mbok minah
" Pantes beberapa waktu lalu dia tampak murung dan sedikit uring uringan tapi aku tanya dia bilang sedang halangan moodnya naik turun " kata Arya mengingat kejadian beberapa waktu lalu
" Sebelumnya saya minta maaf den ,boleh mbok nanya sebenarnya gimana perasaan aden sama neng Rania " tanya mbok minah
" Aku nggak tau persis mbok perasaanku bagaimana ,namun belakangan ini setelah aku menjauh darinya aku merasa ada yang hilang ada yang kurang tapi aku tidak tau itu apa ,aku berusaha menyangkal perasaanku terhadap Rania ,semakin aku menyangkal semakin kuat Rasa itu " ucap Arya mbok minah tersenyum mendengar penuturan Arya
" Ikuti apa kata hati aden ,dia akan menuntun aden menemukan jalan yang aden ingin cari " cicit mbik minah
" Apa saat ini masih bisa aku mengejarnya setelah aku menyakitinya sedemikian dalam , aku berkali kali bilang ke dia bahwa aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya " Sesal Arya
" Tidak ada yang tidak mungkin selagi aden mau berusaha ,temui Neng Rania minta maaflah ajak bicara dari hati kehati " nasehat mbok minah
__ADS_1
"Iya mbok ,aku akan berusaha mencarinya bukan hanya Rama yang tidak bisa hidup tanpa dia ternyata akupun sama ,terlambat memang aku menyadarinya " Runtuk Arya
" Menurut mbok sebelum aden mencari neng Rania sebaiknya barang barang mendiang Neng Alesha dipindahkan dulu den ,mohon maaf sebelumnya bukanya saya lancang " ucap mbok minah takut takut
" Kenapa mbok ,harus dipindahkan toh kita tidak pernah tidur dikamar itu " ucap Arya tanpa beban
" Maaf den ,saya lancang apakah aden tau sakit yang neng Rania rasakan ,di saat dia harus selalu tersenyum padahal hatinya sedang tidak baik baik saja ,semua harus ia telan sendirian saya yakin dia juga tidak cerita ke orang tuanya tentang apa yang ia alami ,disaat dia mati matian membentengi dirinya agar tidak jatuh cinta dengan aden tapi siapa yang bisa menolak dengan kehadiran cinta dihatinya mbok aja yang liat nyesek apalagi neng Rania cinta itu hadir disaat bersamaan cinta itu hadir aden hempaskanne dasar jurang " cicit mbok minah
" Separah itukah aku menyakitinya ,masihkah ada pintu maaf untukku ? " ucap Arya pelan tapi masih bisa didengar mbok minah
" Aden harus semangat , neng Alesha adalah masalalu cukup dikenang dan disimpan di dalam sini " ucap mbok minah menunjuk dadanya
" Sedangkan neng Rania adalah masa depan Aden ,jangan terlalu lama terpuruk dalam kenangan bangkitlah den ,ada hati yang harus aden jaga " ucap mbok minah bijak
" Iya mbok, makasih nasehatnya tolong bersihkan kamarku ,semua barang barang alesha disimpan di gudang saja ,minta eko untuk bantu mbok " ucap Arya
" Ini semua berkat mbok minah " makasih ya mbok nasehatnya
" Sama sama aden " ucap mbok minah
Selama dua hari Arya sibuk mencari keberadaan Rania namun nihil ,tak ada satupun informasi yang ia dapat mengenai keberadaan Rania
" Aduhhh boss boss , badan sampe nggak keurus gitu ,biasa klimis sekarang jambang dimana mana muka kaya baju baru diangkat dari jemuran ,nasib nasib ditinggal pas lagi sayang sayangnya " ucap Heri assiten Arya
" Diam ,kerjakan saja apa yang menjadi tugasmu" maki Arya
__ADS_1
Setelah kepergian Rania Arya menjadi pribadi yang dingin dan tegas tak pernah ada senyum yang tersemat dibibirnya ,hari harinya disibukan dengan kerja ,mencari Rania dan mengurus Rama
" Rania ... dimana kamu berada ? sedang apa kamu ? maafkan aku ,maafkan aku yang egois dan tidak peka sedalam itukah luka yang telah aku torehkan ? masihkah ada maaf untukku " Arya terus merutuki dirinya sendiri
****
pov Rania
Hari ini aku baru saja tiba di kota X dan menyewa sebuah appartement yang akan aku tinggali ,kulihat seorang perempuan muda seumuranku tersenyum dan mendekatiku
" Selamat siang mbak ,penghuni baru ya ,perkenalkan nama saya Rini tetangga sebelah mbak "kata seorang perempuan muda itu memperkenalkan dirinya
" Saya Rania " ucapku sambil mengulurkan tangan
hari pertamaku menempati appatement yang baru saja aku sewa
" Kermisi mbak saya ke kamar saya dulu yah besuk kita ngobrol ngobrol lagi sepertinya mbak cape " kata Rini
" Silahkan " ucapku pada Rini teman baruku ,saat memasuki appartemenya aku langsung merabahkan diri dikamar tak sabt ingin melepas segala penat yang menghimpit ,ku tatap langit langit kamarku ,seketika ingatanku melayang pada kejadian yang membuat aku keluar dari rumah suamiku mas Arya perlahan air mataku meleleh membasahi pipiki tanpa permisi ,sebenci itukah kamu mas sama aku sehingga kesalahanku tak termaafkan olehmu ,taukah kamu sesakit apa aku saat kamu bentak dan tinggalkan aku begitu saja namun mengapa aku begitu bodoh aku masih merindukan laki laki yang sudah menyakitiku sedalam ini ,pikiranku berkelana bayangan wajah mas Arya dan Rama silih berganti memenuhi otakku
" Mas Arya ,Rama kalian sedang apa aku merindukan kalian ,Rama semoga kamu nggak nangis nyari bunda dan mas Arya pasti sudah kembali kerumah ia pasti sudah cek rumah aku sudah tidak ada disana ,yah memang itu yang kamu inginkan mas ? hik..hik hik aku nggak nyangka Rumah tanggaku akan seperti ini apa yang akan kukatakan pada kedua orang tuaku aku tidak mau membuat mereka terluka ,segitu tidak berartinya aku mas dimatamu aku masih saja menagis sambil memeluk lututku
" Sadar Rania ,sadar laki laki itu memang tidak pernah mengharapkanmu apalagi yang kau tunggu ,dia mencarimu ? mustahil yang ada dia malah sukuran kamu pergi dari hidupnya " Runtukku pada diriku sendiri aku berusaha menyemangati diriku sendiri agar bisa move on
" Move on Rania move on , sudah banyak laki laki itu menyakitimu lupakan dia lupakan semuanya anggap tidak pernah bertemu dengan laki laki itu " makiku pada diriku sendiri
__ADS_1
Aku harus semangat menata hidupku kemabali ,aku harus memikirkan diriku sendiri aku tidak ingin berlarut larut aku harus bangkit