
" Security .... seret orang ini bawa keluar dari Rumah saya " perintah Arya pada penjaga rumahnya
Security datang dan bermaksud membawa Bima pergi
" Jangan sentuh saya ,saya bisa jalan sendiri dan kamu Arya liat kehancuran kamu " kata Bima
Belum sempat Bima keluar terdengar lagi suara Eliza yang sudah keluar kamar digendong mbok minah
" Papa jangan pelgi... eisa itut eisa atut huaaa.....aaa" Eliza menangis dan meronta ronta
Eliza tidak kehilangan akal ia mengigit lengan dan pundak mbok minah hingga akirnya mbok minah kewalahan dan menurunkan Eliza seketika Eliza berlari namun berusaha di tahan Arya .Eliza terus meronta ronta hingga akirnya ia terjatuh dari tangga
" Eliza ...." Bima dan Arya kompak memanggil nama Eliza
Bima langsung mendekati Eliza yang sudah pingsan lalu mengendongnya .Sementara Arya seperti patung badanya kaku seketika melihat Eliza terjatuh air matanya seketika luruh
" Maafkan Papa nak " Ucap Arya
" PUAS KAMU !!!! , karena keegoisan kamu Eliza jadi seperti ini .kalau terjadi sesuatu dengan dia aku tidak akan pernah memaafkanmu CAMKAN ITU " Bima berlalu dari kediaman Arya sambil mengendong Eliza
Hatinya begitu perih seperti tertusuk ribuan jarum melihat kondisi Eliza seperti ini .Selama ini ia menjaga Eliza dengan penuh kasih sayang ia melihat dengan mata kepala sendiri wajah Eliza yang ketakutan menangis ,meronta ronta hingga akirnya jatuh ,kini disampingnya anak yang selama ini ia jaga mati matian sedang kesakitan .
" Maafkan Papa sayang tidak bisa menjaga kamu "
Bima melajukan mobilnya menuju Rumah sakit tak lupa ia mengabari keluarganya dirumah termasuk Bams .Bams meradang sejak awal ia memang kurang menyukai Arya karena dulu ia menyakiti Rania dan kini ponakan tersayangnya yang menjadi korban berikutya .Jiwa mudanya bergejolak ingin segera menghajar Arya namum Bima menenangkanya dan menyuruhnya untuk tidak bertindak gegabah.Seaaar setelah mendapatkan perawatan Eliza tersadar
" Papa...." kata pertama yang muncul setelah Eliza sadar
" Iya sayang .... Papa disini " kata Bima sambil membelai wajah putrinya .
" Sayang mau minum ?" ujar Rania pada putrinya
" Ndak... eisa mau puwang main dilumah eisa ndak mau cekolah lagi dicana eisa atut " ucap polos Eliza
__ADS_1
" Eliza dengarkan Papa ,Eliza kan anak pintar jadi Eliza harus disini dulu sampai om dokter bolehin Eliza pulang " bujuk Bima
" Iya ...Pa,tapi Papa dandi papa dicini tunduin eisa " pinta Eliza
" Bukan hanya Papa yang jagain Eliza ada mama,ada tante Thalita,,om Bams ,oma dan ncus " kata Rania menenangkan Eliza
" Wau lame banet ... kaya piknik hihiih..." Eliza terkikik.
" Eliza ... kamu bener bener anak yang kuat sayang .Disaat saat yang lainya cemas memikirkanmu seakan kamu tau apa yang kami rasakan kau malah menghibur kami dan seolah olah kau tidak apa apa sayang " Batin Rania
" Mama kok nanis ? jangan cedih nanti eisa jadi cedih " Kata Eliza
" Mama tidak sedih sayang " ucap Rania sembari mengusap air mata
###
Sementara dikediaman Arya .Laki laki matang ini sedang gelisah ia modar mandir berjalan kesana kesini untuk mengurangi kecemasanya
" Aden...mbok liat dari tadi Aden cuma hilir mudik ,mbok tau aden cemas sebaiknya aden jenguk non Eliza minta maaf pada Aden Bima dan neng Rania " nasehat mbok minah
" Terus aden maunya gimana ?" tanya mbok minah
" Aku pingin jenguk Eliza tapi tidak mau ketemu mereka .Aku takut kita ribut dan membuat Eliza tidak nyaman ?" kata Arya kemudian
" Gimana caranya Aden ketemu non Eliza secara otomatis mereka sekarang lebih extra jaga non Eliza" tutur Mbok Minah
" Itu dia yang sedang aku pikirkan sekarang " kata Arya
Kemudian dia berfikir sejenak akirnya dia memutuskan besuk akan kerumah sakit dengan memakai kacamata topi dan masker supaya tidak dikenali oleh keluarga Bima.
" Yah besuk aku akan kesana kalau hari ini aku yakin Bima pasang pengamanan yang sulit ditembus " guman Arya seorang diri
Keesokan paginya suasana dirumah sakit tempat Eliza dirawat nampak dokter sedang visit untuk memeriksa kondisi Eliza sementara diluar ruangan Arya mengintip dan mendengarkan pembicaraan dokter dan Eliza
__ADS_1
" Selamat pagi anak cantik ,bagaimana kabar kamu hari ini ?" kata sang dokter
" Baik om doktel ,Eisa kan anak yang kuat sepelti Papa " kata Eliza
" Oh ya ? memang sehebat apa Papa Eliza ?" tanya sang dokter sambil memeriksa Eliza
" Papaku itu supel helo om dokter ,kata Om ban Papa punya pintu cemana caja jadi kalau ada olang butuh peltolongan papa langtung datang " ucap Eliza dengan bangganya menceritakan papanya
" Wah papa kamu hebat yah .... " kata dokter lagi
" Iya kata om ban ,Kalau tidak ada papa Om ban nggak bica sepelti cekalang " Eliza masih antusias menceritakan Papanya
" Oh ya ,memang om kamu ngapain kok sepertinya ditolong papa kamu " tanya dokter
" Kata om ban ,dia pelnah dimacukan ke dalam kandang cinga cerem.... untung ada papa yang kelualin om Ban ,Papaku hebat ya om doktel " Kata Eliza
" Wah Papa kamu hebat , tapi kamu juga harus hebat seperti Papa makanya harus rajin minum obat supaya cepet pulang dan main bebas sama Papa ,kamu mau kan?" tanya sang dokter
" Mau om doktel " jawab Eliza antusias
Sementara diluar ruangan Arya menitikan Air mata mendengar obrolan Eliza dan dokter namun buru buru ia menyeka air matanya dan berlalu dari tempat itu takut ketauan keluarga Bima
" Eliza .... segitu bangganya kamu sama Bima ,sementara denganku Papa kandung kamu kamu ketakutan " Arya berguman seoarang diri
" ini tidak bisa dibiarkan ,Eliza anakku bukan anak Bima bagaimanapun aku lebih berhak dari pada Bima ,Bima...... liat saja aku akan perjuangan anakku sampai titik darah penghabisan kau tunggu saja di pengadilan kita liat siapa yang lebih pantas jadi ayah Eliza " batin Arya
Amarah Arya makin menjadi mana kala ingat penolakan Eliza ,hatinya teramat sakit mendapat penolakan dari anak kandungnya yang lebih memilih Bima yang jelas jelas tidak ada hubungan darah denganya .namun ia tidak menyadari bahwa Bima selalu ada untuk Eliza sebelum Eliza lahir
" Heri siapkan berkas berkas yang akan aku ajukan ke pengadilan aku akan menuntut hak asuh Eliza " perintah Arya pada sang assisten
" Boss lawan kita bukan orang sembarangan ,jangan gegabah mengambil keputusan " ujar Heri
" Aku tidak peduli siapapun dia karena dia sudah mengambil apa yang seharusnya jadi milikku .aku akan merebutnya kembali bagaimanapun caranya " kata Arya tidak terbantahkan
__ADS_1
" Ini akan sulit buat kita Boss ,kita semua tau bagaimana sepak terjang Bima didunia hukum " lanjut Heri
" Sudahku bilang aku TIDAK PEDULI" kata Arya lagi