
Setelah kejadian kemarin Rania bersikab biasa saja saat didepan Rama ,tapi begitu Rama tidak ada sikabnya berubah dingin kembali ,sedangkan Arya sikabnya biasa biasa saja seolah tidak terjadi apa apa
" Rania tolong pasangkan dasiku " pinta Arya didepan Rama ,dengan begitu Rania tidak mungkin menolak dan Rania hanya menganguk lalu memasangkan dasi ia sengaja menarik agak kencang karena dia masih jengkel dengan Arya
" Udah mas " ucap Rania sambil tersenyum penuh arti dan menarik dasinya dengan kencang ,Arya menyadari Rania masih marah padanya ,namun ia gengsi untuk meminta maaf
" Cup ... " tiba tiba Arya mengecup kening Rania dan ia menoleh Rupanya Rama sudah tidak ada disampingnya ,rupanya bocah itu sudah keluar bersama mbok minah menunggu di mobil
" Cup ... " kemudian Arya mencium bibir Rania dilanjutkan sedikit ******* Rania seketika melotot dan mendorong tubuh Arya
" Apa apaan sih mas " sewot Rania
" Ini hukuman ,buat kamu " jawab Arya tanpa dosa
" Mas ... " belum sempat Rania melanjutkan perkataanya Arya kembali membungkam bibir Rania dengan bibirnya
" Kalau masih protes aku tambah hukumanya , yang lebih dari ini " tutur Arya kemudian pergi meninggalkan Rania
" Dasar manusia es ,minta maaf kek ,malah seenaknya maksa nyium gue ,eh tapi kenapa aku malah menikmatinya ,dasar tubuh dan pikiranku tidak singkron " batin Rania ,kemudian dia bergegas untuk memulai aktivitasnya sebagai pengajar ,menjadi pengajar sebenarnya bukan fashionya namun nasib berkehendak lain hingga berujung ke pernikahannya dengan Arya yang tidak pernah ia duga sebelumnya
" Gua ,harus semangat menjalani takdir hidup yang sudah digariskan yang maha kuasa termasuk menikah dengan manusia es itu " guman Rania menyemangati dirinya sendiri
Rania jadi inget sama keluarganya dikampung yang selalu mendukungnya dalam situasi apapun
" Aku telp si bams aja ,kangen aku sama bapak ibu " guman Rania kemudia ia mengeluarkan hp dari tasnya langsung memencet nomor adeknya
" Hallo bams, aku kangen bapak dan ibu " terdengar suara Rania menelphone adekya
" Hallo kak , memangnya belum sampai disitu kak ? tanya bams di seberang
" Ya hallo, emang bapak ibu mau kesini kok nggak bilang ? tanya Rania
" Mau kasih surprise katanya ,memangnya belum sampai " tanya bams lagi
" Belum ,ibu dan bapak berangkat jam berapa ? tanya Rania kawatir
__ADS_1
" Ini mereka barusan ngabari udah sampai diterminal ,tolong jemput mereka kasian nggak usah surprise surprisan "
" Klik " sambungan telp terputus Rania langsung menghubungi Arya lewat pesan takutnya kalau telp menggangu kalau pas lagi meeting
Rania : Mas gawat nih mas bapak ibu mau kesini katanya mau nginep seminggu barusan bams ngabarin sekarang mereka sudah sampai diterminal
"Ceklis dua cuma read doang nyebelin banget sih manusia es satu ini "kemudian Rania mengirim pesan lagi
Rania : di read doang , nggak ada kawatir kawatirnya sama sekali 😡
Arya : terus aku harus gimana ? salto ?
Rania : nyebelin banget sih
Rania kemudian menghubungi eko untuk menjemput orang tuanya ,namun eko bilang tidak bisa karena harus menjemput Arya disuatu tempat
" Ada yah ,orang nyebelin kaya mas arya gitu ,diakan ada supir dikantor dan ia juga bisa setir mobil sendiri " guman Rania sambil meneteskan air mata
" Segitu tidak berharganyakah aku dimata mas arya sampai sampai aku menyuruh eko saja sepertinya dia sengaja kasih kerjaan eko biar tidak bisa jemput "
Sementara diseberang sana Arya membalas pesan Rania dengan tersenyum ,membayangkan ekapresi Rania ia langsung menghubungi eko bahwa dia sendiri yang akan menjemput mertuanya dan berpesan pada eko untuk merahasiakan pada Rania ,ia sengaja pulang lebih awal untuk menjemput mertuanya
" Nak ,kok Repot repot jemput kami sampai diterminal padahal Rania saja tidak tau kami kesini niatnya mau kasih surprise " kata ibu Rania
" Tidak ada yang Repot menjemput Bapak dan ibu ,orang tua Rania orang tua saya juga apalagi saya sudah tidak punya orang tua" tukas Arya
" Rania juga nggak tau loh bu kalau aku jemput bapak dan ibu ,Pasti dirumah ia sudah ngomel ngomel " ucap Arya sambil tersenyum
" Alhamdulillah ,kami senang sekali nak Arya mendengarnya ,Rania itu sangat beruntung punya suami seperti nak Arya , oh ya memangnya hari ini tidak bekerja kok sempat sempatnya jemput bapak dan ibu " kata bapak Rania
" Saya juga senang bu punya istri Seperti Rania dan orang tua seperti bapak dan ibu ,untuk masalah pekerjaan saya sudah saya serahkan ke assiten saya ,bapak tenang saja " jawab Arya
" Rania itu sedikit bawel ,kamu yang sabar ya " kata ibu
" Iya ,bu 100 % benar " sahut Arya
__ADS_1
Kemudian mereka tertawa bersama mengingat kelakuan Rania ibu menceritakan masa kecil Rania dan Arya begitu antusias mendengarnya ,beberapa saat kemudian sampailah mereka dirumah Arya
" Itu suara mobil Mas Arya ,apa dia sudah pulang biarin saja males nemuin dia " batin Rania
" Sayang aku sudah pulang " terdengar suara Arya disambut oleh Rama
" Emang gue peduli" batin Rania ia masih dalam kamar malas keluar
" Papa ...., eh ada nenek dan kakek juga " terdengar Suara Rama
" Nenek ,kakek apa mungkin itu Bapak dan Ibu ,nggak mungkin pasti saudara jauh mas Arya pantesan aja eko dilarang jemput , lebih baik aku telephone bapak dan ibu saja " guman Rania
" Hallo bu ,ibu sampai mana " kata Rania
" Sepertinya ibu tersesat nak ,ibu sudah sampai sisebuah Rumah mewah dan sepertinya Nyonya Rumahnya tidak berkenan " sahut Ibu Rania sengaja mengerjai anaknya
" Kok bisa tersesat tadi ,diaplikasi taxy online aku sudah menulis alamat dengan baik ,ibu sudah sampai di daerah mana ? " ucap Rania kawatir
" Kami tidak naik taxy ,kami ikut seseorang dan dibawa kerumah yang gede banget " suara ibu Rania dalam hatinya pingin ngakak semua orang dibawah memang sengaja mengerjai Rania
" Di bawa Orang gimana ,ibu gimana sih ini kota besar bu jangan mudah percaya pada orang lain , ibu jangan buat aku panik dimana aku cari ibu " kata Rania sambil menangis dan segera keluar kamar tergesa gesa turun kebawah belum tau tujuanya kemana
" Ya Allah lindungi bapak dan ibuku dimanapun dia berada " ucapnya sambil menangis
begitu sampai dibawah semua kompak bilang " Surprise "
" Ya ,Allah kalian kompak banget ngerjain aku sampai nangis kaya gini , lebih parah mas Arya nggak tanggung tangung sukses bikin aku dongkol " ucap Rania terharu dan menghampiri kedua orang tuanya dan memeluk satu persatu
" Kita nggak di peluk " Ucap Arya dan Rama kompak
" Sini Anak bunda , bunda peluk " ucap Rania sambil memeluk dan mencium putra sambungnya
" Udah jadi ibu kok masih suka ngambekan dan nangis bawel lagi " ledek Ibu
" Apaan sih ibu " protes Rania
__ADS_1