
Empat tahun kemudian
Kini Rania sudah menjadi seorang designer terkenal .ia mempunyai beberapa cabang butik diluar kota .Bams sudah bekerja menjadi seorang pengacara ia bekerja di kantor Bima ,ia juga tinggal bersama Rania dan Bima sebenarnya Bams pingin mandiri dengan ngontrak rumah sendiri namun Ibunya masih trauma .Ibunya lebih tenang bila ia tinggal dibawah pengawasan Bima. Bima sendiri kini semakin tersohor ia tidak hanya menangani kasus dalam negri namun juga sampai luar negri .Setelah menikah Rania ikut dengan Bima sebuah hunian mewah dihadiahkan Bima untuk mereka tinggali atas nama Rania
" Jangan lari lari nak ,nanti kamu jatuh " kata Rania memperingati Eliza yang sedang berlarian kesana kemari
" Ayo tantap om Ban ( Ayo tangkap om Bam)" celoteh Eliza dengan nada khas cedalnya
" Hap... Kena kau " ucap Bams sambil memeluk serta menciumi ponakan tersayangnya
" Geli om, lepatin.... " celoteh Eliza
" Bams lepasin Eliza sampai engap kaya gitu " ucap Rania
" Wek..wekk.wekk " ucap Eliza smabil menjukurkan lidah setelah Bams melepaskanya
" Kak ini kan hari minggu ,boleh nggak aku ajak Eliza main ke mall " ijin Bams ke Rania
" Boleh ,tapi kamu ajak mbak lastri (suster yang merawat Eliza ) " kata Rania
" Ih ... kakak masa aku harus ajak mbak lastri kan nggak seru , kita maunya main berdua ya El ya " kata Bams
" Masalahnya bukan seru atau tidaknya nanti kamu kerepotan kalau nggak ada mbak Lastri ,kamu tau sendiri Eliza suka lari lari gitu " Ucap Rania
" Kakak percaya deh sama aku ,Eliza aman bersamaku " ucap Bams masih ngotot pingin ajak Eliza ke mall berdua
Tampak Bima keluar dari kamar menghampiri Rania dan Bams
" Ada apa sih ma,kok keliatanya seru banget " tanya Bams sambil duduk didekat Rania
" Itu pah si Bams mau ngajak Eliza ke mall berdua aja tanpa mbak Lastri ,aku takut nanti Bams kewalahan secara Eliza lagi aktive aktivenya " ujar Rania
" Biarkan saja ma... itung itung latihan nanti kalau punya anak " kata Bima
" Hallah.... halu punya anak ,cewek aja nggak punya " ejek Rania
" Biar jomblo gue jomblo high class " ucap Bams
" Saking highnya ga ada yang bisa gapai makanya jomblo terus ,jomblo aja kok bangga " sewot Rania
" Gimana ini jadinya boleh nggak ngajak Eliza " tanya Bams mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
" Asal kamu bertanggung jawab bawa Eliza dan Elizanya mau buat aku nggak masalah "kata Bima
" Eliza mau nggak ke mall sama om Bams kita beli ice cream " tawar Bams pada Eliza
" Mau ..om ,hole.... kita beyi essim..,mama boyeh ya " kata Eliza dengan puppy eyesnya
" Kalau kamu udah begini mana bisa mama menolak " kata Rania
" Ma... kan Eliza mau pergi sama Bams papa lagi libur mama juga kita me time aja " kata Bima sambil menaikkan alisnya
" Pacaran terusss..... " kata Bams
" Huss...ss ,Jomblo diam " kata Rania
Akhirnya setelah berpamitan pada mama dan papanya Eliza sudah nemplok di punggung Bams menuju mobil yang akan mereka tumpangi ke mall .Sepanjang perjalanan Eliza berceloteh ria kadang juga bernyanyi bersama Bams
" Eliza nanti kalau sampai dimall kamu jangan lari lari ya, nggak boleh jauh jauh dari om ,nanti kamu Ilang om bisa digorok sama mama kamu" ucap Bams
" Iya om ,Eisa kan anak pintal " kata
Sesampainya dimall yang dituju mereka langsung ke arena permainan.
" Eliza sayang ,kamu masih lama mainya " Tanya Bams
" Kalau gitu om tinggal bentar ,tapi Eliza janji nggak boleh keluar dari Arena permainan " kata Bams
Kemudian Bams meninggalkan Arena permainan karena ia bosan menunggu Eliza bermain sudah satu jam lebih bocah itu masih betah ,ia menuju kafetaria disana ia tidak sengaja ketemu teman kuliahnya dulu ,keasyikan ngobrol ia lupa bahwa tadi membawa Eliza. sementara Eliza mulai bosan dengan permainanya
" Om Bams mana ya ,kok nggak deten daten ...apa eisa cali om Bam ada ,lama banet dia " guma Eliza sambil menunggu Bams kemudian ia keluar dari Area permainan ia keliling mencari Bams namun tak kunjung menemukanya.ia kemudian menagis
" Brugg..." Eliza menabrak tubuh laki laki dewasa dan jatuh
" Hua...aaaa" tangis Eliza pecah
" Kamu kenapa dek ,dimana orang tua kamu ,kenapa kamu jalan sendiri " tanya laki laki itu dan ternyata laki laki itu adalah Arya
" Eisa atut... om, huaa....aaaa" kembali tangis Eliza pecah dan tanpa diduga Eliza memeluk Arya karena ketakutan berada di malal sendirian
" Deg.... " Jantung Arya berdetak kencang saat mendapat pelukan dari Eliza ,biasanya ia tidak suka dengan anak kecil apalagi dipeluk peluk orang yang tidak dikenal,tapi perasaan yang dirasakan Arya benar benar aneh ,ada rasa yang tak dapat ia jabarkan namun ia sendiri bingung perasaan apa yang ada di dalam hatinya
" Nama kamu siapa ,dan kenapa kamu sendirian dimall sebesar ini " kata Arya
__ADS_1
" Eisa om ,tadi eisa kecini ama om ban kata om ban eisa suluh tundu di tempat main tapi om ban lamaa ,lalu esia cari om ban " kata Eliza terisak
" Gini aja kamu kamu om bawa ke bagian informasi nanti bagian informasi akan memanggil om kamu ,gimana mau enggak ?" tanya Arya
" Mau om, tapi eisa mau esim dulu boyeh ya " ucap Eliza dengan pupy eyesnya
" Iya boleh ,om akan belikan es krim buat kamu habis itu om titipkan kamu dibagian informasi ya ,soalnya om harus kerja " kaat Arya
" Tapi eisa minta gendong ya ,eisa cape jalan teyus tadi nyari om ban " pinta Eliza dengan jurus andalanya pupy eyes
Aryapun tidak tega lalu ia mengendong Eliza dan membelikan eskrim
" Wah ... bener bener hot Dady ,suami idaman banget anak sama ayah sweet banget ,mana muka bapak sama anak plek begitu " ucap emak emak pengunjung mall
" Maaf bu ,tapi ini bukan anak saya " kata Arya
" Bukan anak kok mukanya plek begitu mana ,mana bapak keliatan sayang banget sama anaknya cemistrinya war biasyah... jadi iri mana mau suamiku begitu gendong anak kemall " ucap Emak emak lebay
Arya hanya diam tak ada gunanya menanggapi emak emak itu.kemudian ia kepusat informasi
" Permisi ... Mas bisa minta tolong umumkan , anak ini terpisah dari keluarganya " Ucap Arya sambil menurunkan Eliza dari gendonganya
Sejenak pegawai dibagian informasi mengamati Arya dan Ekiza secara begantian
" Loh saya kira ini anak bapak ,mukanya persis gitu " kata pegawai mall tersebut
" Bukan Mas ,saya tadi nemu dia jalan sendirian sambil nangis nyari omnya ,mungkin sekarang omnya juag bingung nyari dia dan ini kartu nama saya ,nanti misalnya keluarganya tidak ketemu tolong hubungi saya " kata Arya
Kemudian Arya berpamitan sama Elisa
" Dek ..om pergi dulu yah ,om harus kerja nanti om kamu kesini ,kamu jangan kemana mana ya " kata Arya
" Iya om... maacih udah beyiin esim eisa ,eisa boyeh peyuk om lagi ?kata Eliza
Kemudian Arya mengangguk ,Eliza langsung berhambur memeluk Arya
"nanti kalau om ban tidak kecini om kecini ya antel eisa puwang " kata Eliza " kata Eliza sambil memeluk Arya
Arya hendak beranjak pergi namun entah mengapa hatinya begitu berat meninggalkan gadis kecil yang baru saja ia temukan .kemudian ada panggilan masuk rupanya dari Heri yang memberi tau kalau sudah ditunggu untuk meeting
" Om pergi dulu ya " kata Arya
__ADS_1
" Mas bisa minta nomer telephone mas " kata Arya meminta nomer ponsel pegawai mall tersebut ia ingin memantau Eliza lewat pegawai tersebut