
Beberapa hari belakangan setelah pertemuan dengan Eliza Arya merasa gelisah dia berharap bisa ketemu Eliza kembali .Akir weekend dia mengajak Rama ke mall dimana ia ketemu Eliza .
" Papa kok kaya lagi nyari orang ,dari tadi papa tengok sana sini nggak cape pa ? " tanya Rama yang kini sudah praremaja
" Ah .... enggak papa nggak cari siapa siapa ,perasaan kamu aja " elak Arya .Karena sebenarnya ia berharap ketemu Eliza lagi
" Kita ke sana yuk ,cari eskrim " kata Arya
" Rama nggak begitu suka eskrim pa " tolak Rama
" Di coba dulu ,kalau kamu tau eskrim disana dijamin eenaak kamu pasti ketagihan " bujuk Arya berharap Rama mau beli eskrim ditempat Eliza beli eskrim beberapa waktu lalu walau ia tak yakin rasanya seenak yang ia katakan
" Dari mana papa tau kalau eskrim di sana enak " tanya Rama .seketika Arya gelagapan ditanya Rama
" Emm.. itu... anu ,Papa denger dari temen papa anaknya sering beli disini " ucap Arya berusaha meyakinkan sang putra
Sementara ditempat yang sama Elisa sedang bermain diwahana permainan ditemani Lastri suster yang menjaganya
"Ncus ...eisa udah cape , eisa mau esim di cana " kata Eliza sambil menujuk arah stand eskrim
" Ok,kita kesana .Sus gendong ya biar nggak cape " tawar Lastri
" Eisa mau jalan cendili " kekeh Eliza
" Tapi ingat pesen mama nggak boleh lari lari " kata Suster Lastri
Gadis kecil itu hanya mengangguk dan berjalan ke stan eskrim.
" Ncus .... itu papa " kata Eliza
" Bukan Sayang ,Papa kan masih ditempat klien nanti papa nyusul kesini jemput Eliza " kata suster Lastri
" Iya ...itu Papa ,tadi padi papa pake badu itu " kekeh Eliza
" Bukan sayang ,hanya bajunya aja yang sama " kata suster Lastri
Tiba tiba Eliza berlari menghampiri laki laki yang dikira papanya
" Papa ..... ,kok papa dicini " kata Eliza yang tiba tiba memeluk laki laki tersebut dan sontak laki laki tersebut berbalik badan .Ternyata laki laki yang dipeluk Eliza adalah Arya
" Deg ..." hatinya menghangat seketika mendengar Eliza memanggilnya papa
Kemudian Arya balik memeluk Eliza ada rasa haru menyeruak ia tak ingin melepaskan pelukankan namun tiba tiba Eliza melepas pelukanya .
__ADS_1
" Maaf om ,aku kila papa bajuna cama " ucap Eliza sambil meringis membuat Arya makin gemas
" Maafkan anak majikan saya ini ya pak ,sudah lancang memeluk bapak ,tadi ia mengira papanya karena bajunya sama " kata suster Lastri tidak enak pada Arya
" Nggak apa apa mbak lagian saya juga kenal anak ini ,yakan eisa" kata Bima
" Bukan eisa tapi eisa " kata Eliza manyun ,Arya makin gemas dibuatnya
" Eliza pak " kata suster Lastri terkikik mendengar protes Eliza
" Oh Eliza ya... senang kita ketemu lagi " kata Bima
" Oh ya,kenalin kakak ini anak om namanya Rama " lanjut Bima
" Hi adek ... cantik aku Rama " kata Rama .sementara Eliza hanya diam saja malu malu .
" Bapak kenal Eliza dimana ? " tanya suster Lastri
" Beberapa waktu yang lalu dia terpisah dari omnya ,saya ketemu dia jalan sendirian sambil nangis " kata Arya
" Oh jadi Bapak yang udah nolongin Eliza waktu itu " kata Suster Lastri
Kemudian Lastri mengambil ponsel dari dalam tasnya dan mengetikkan sesuatu .
" Pak ...kata Boss saya papanya Eliza mau ketemu bapak ,Bapak bisa nggak nunggu sebentar beliau lagi otw " kata suster Lastri
" Eliza mau nggak main sama om dan kak Rama ,sambil nunggu papa " ajak Arya
" Eisa tadi habis maen om " tolak Eliza
" Yah sayang dong padahal kak Rama pingin maen sama Eliza " kata Arya
" Gimana kalau kita main bom bom car ,seru kamu sama om biar kita lawan kak Rama " bujuk Arya lagi
" Iya eisa mau ...eisa mau ,tapi maenya sambil maem esim selu om " kata Eliza .
Hati Arya berbunga bunga layaknya orang sedang jatuh cinta bisa main bom bom car sama Eliza .Sementara suster Lastri hanya menunggu diluar
" Wah... Papa idaman banget mau bermain dengan anak Balita " kata seorang pengunjung yang melihat Arya bermain bom bom car bersama Eliza
" Anak dan Bapak kompak banget " celetuk yang lain
" Tapi maaf Ibu ibu yang itu bukan majikan saya ,dan itu bukan anak dan bapak ,anak bapaknya yang itu yang pake kaos merah itu " kata suster Lastri menunjuk Rama
__ADS_1
" Tapi kok malah mirip anak cewek yah ..mukanya bisa plek begitu ,yang cowok malah nggak mirip" kata Ibu ibu
" Iya juga yah... kenapa Eliza malah mirip bapak itu ketimbang pak Bima " batin suster Lastri
" Mbak Lastri kok melamun " tiba tiba Lastri dikejutkan dengan kedatangan Bima
" Ba..pakk...,kapan sampainya pak ?kaget saya pak " kata Lastri
" Mana Eliza " tanya Bima
Belum sempat Lastri menjawab Bima langsung dikerubutin ibu ibu yang meminta berfoto denganya
sementara didalam arena bermain tiba tiba Eliza minta berhenti
" belhenti om, itu pasti papa " kata Eliza
" Mana nggak ada orang begitu " kata Arya karena tidak melihat sosok laki laki disekitar arena permainan
" Liat om ,yang dikelubutin ibu ibu iyu pasti papa ,huhhhhh... menyebaltan " Eliza manyun
Seketika Arya melihat kearah kerumunan namun terhalang oleh ibu ibu yang ingin berswafoto
" Papa kamu artis ? pantesan kamu cantik banget " kata Arya entah mengapa ia tidak rela melihat Eliza cemburu karena papanya dikerubutin ibu ibu
" Papa bukan altis ,tapi papa tertenal papa itu penacala hebat Eliza becuk kalau udah besal mau jadi kaya papa ,Ayo om kecana nanti papa dibawa cama ibu ibu itu " Curhat Eliza
Kemudian mereka keluar dari wahana dan menghampiri Bima yang sedang diajak berswafoto dengan gerombolan ibu ibu
" Papa .... huaaa....aaa" tangis Eliza pecah
" Udah ya Ibu ibu fotonya anak saya nangis tuh " kata Arya sambil menatap Eliza namun ia belum sadar kalau Eliza sedang bersama Arya
" Oh... jadi anak cantik ini putri pak Bima ,maafkan kami pak tadi kami mengira putri bapak anak orang itu " kata salah satu ibu sambil menunjuk Arya
"Arya ...." Kata Bima kaget bukan kepalang ia tidak menyangka akan bertemu dengan Arya bersama Eliza
" Bima ..." Arya tak kalah kaget ,ternyata anak yang selalu menghantui perasaanya selama ini adalah anak Bima
" Papa kok malah napa om ini bukan eisa ,kan anak papa eisa " protes Eliza
Seketika Bima langsung mengambil Eliza dan mengendongnya ia serba bingung harus bersikab bagaimana dengan Arya
" Ini anak kamu ?" tanya Arya
__ADS_1
" Iiii...yaa.." kata Bima gugup
" Ini anak kamu Arya ,anak kamu dan Rania " batin Bima namun ia tak berani mengatakan pada Arya tanpa seiijin Rania