PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Belum ada kabar


__ADS_3

" Mas Bima ... hiks ...hiks dimana kamu mas " Rania masih menagis sesengukan


" Aku ingin pulang ,aku ingin mencari mas Bima dia pasti kelaparan " ucap Rania lagi sambil berusaha mencopoti selang infus yang menempel ditanganya


" Kakak tenang dulu ,kondisi kakak masih lemah kaya gini ,kasian adek bayi kak Bima pasti akan marah kalau kak Rania seperti ini " ucap Bams menenangkan Rania


" Tapi Bams ... aku pingin ketemu suamiku dimana dia hiks...hiks..hiks , Bams cari kakakmu buat aku hiks hiks ...hiks " Rania semakin terisak


" Kakak tenang dulu ,kakak fokus dengan kesehatan kakak .Kasian adek bayinya kalau kakak begini terus , kakak harus nurut sama dokter agar kakak segera pulang dan cari kak Bima ,sekarang kakak tenang dulu Tim sar masih mencari kak Bima tadi Mas Arya juga bantu nyari dengan timnya .Sebaiknya kakak beristirahat dan berdoa semoga kak Bima segera ditemukan " ucap Bams


Rania hanya manganguk tatapan matanya kosong jauh menerawang kedepan ,ia sangat menghawatirkan keadaan Bima namun perkataan Bams barusan menyadarkanya bahwa kini ada nyawa dalam kandunganya yang harus ia pikirkan juga .


" Eliza bagaimana ?" tanya Rania teringat Eliza


" Dia sementara biar dirumah mas Arya dulu ,makanya kakak cepet sembuh kasian anak anak kak Rania" ucap Bams lagi dan lagi lagi Rania hanya menganguk


Sementara Thalita menjaga Rahmawati dirumah dia tidak kalah syok dengan Rania ,wanita paruh baya itu seharian mengurung diri dalam kamar ,menangisi sang putra yang hingga kini belum diketahui keberadaanya .Dua hari sudah berlalu namun belum ada kepastian tentang keberadaan Bima Tim sar dibantu Tim khusus yang di siapkan Arya masih mencari disekitar lokasi jatuhnya pesawat merekaa masih berharap Bima diketemukan dalam keadaan masih hidup .Rania sudah diijinkan pulang dari rumah sakit Eliza juga sudah kembali kekediaman Rania


" Mama ini kan cudah dua hali ,kok papa beyum puwang ?" tanya Eliza


Rania mengehela nafas menyusun kata kata yang akan ia utarakan pada sang putri ,hatinya kembali teriris sembilu tatkala mengingat Bima juga belum diketemukan sampai saat ini


" Eliza berdoa ya ,agar papa cepet pulang " hanya kata itu yang akhirnya keluar dari mulut Rania diraihnya putri tersayangnya dalam pelukankan ia mencoba menyalurkan kekuatan agar bisa tegar dihadapan sang putri


" Mama kok nanis ?" tanya Eliza


" Mama nggak nangis sayang mama cuma kelilipan " Ucap Rania tak ingin putrinya ikut sedih saat ia tau papa yang ia cintai dalam musibah


" Mas cepatlah pulang ... kami merindukanmu " batin Rania sambil terus memeluk Eliza

__ADS_1


" Eliza kita sholat yuk ,habis itu kita doakan papa agar segera pulang " kata Rania


" Napa ndak di telepone aja atau video call sepelti biaca " ucap polos Eliza


" Hp papa sedang tidak aktive sayang ,maka dari itu kita berdoa agar papa segera pulang " kata Rania menahan air mata yang sudah mengenang dipelupuk matanya


" Poncel Papa lucak ya ma ?" ucap Polos Eliza


" Iya sayang ... " kata Rania agar tidak banyak pertanyaan lagi dari sang putri .


" Kok ndak beli ladi kan papa banak uang ?" ucap Eliza lagi


" Mungkin Papa belum sempat sayang " ucap Rania yang sudah tidak kuasa menahan tangisnya yang sedari tadi ia tahan


" Ayo segera kita doakan papa " ucap Rania pada Akirnya


Selang beberapa saat Arya datang menjenguk Rania dan Eliza


" Seperti yang kamu lihat " kata Rania tak bersemangat


" Kamu harus kuat demi anak anakmu ,Bima juga akan sedih kalau kamu begini .Aku bawa makanan kesukaan kamu ajak Eliza makan sekalian pasti kamu belum makan dari tadi kan ?" tanya Arya Rania hanya menggeleng


Dengan cekatan Arya menyiapkan makan siang untuk Rania dan Eliza


" Rania aku pulang dulu " pamit Arya


" Papa boyeh ndak eisa itut ?" dicini cepi ndak ada papa " tanya Eliza


" Eliza sebaiknya kamu disini temani mama nanti biar kak Rama kesini temeni kamu sama mama ,papa pulang dulu yang kamu jangan rewel ya " ucap arya sambil mengelus pucul kepala Eliza

__ADS_1


" Ya pa " ucap Eliza menurutin perintah Arya


" Mas apa sudah ada kabar tentang Mas Bima " tanya Rania dengan tatapan sendu ,Arya hanya mengeleng perhalan


" Kamu yang sabar banyak banyak berdoa semoga segara ditemukan " kata Arya menghibur Rania meskipun ia sendiri tidak yakin akan menemukan Bima melihat hampir semua tempat sekitar tempat pesawat jatuh sudah berulang ulang disisir hasilnya tetap nihil


" Eliza kamu main sama mbak Lastri dulu ya,mama mau istirahat dikamar sebentar lagi kak Rama juga akan datang " ucap Rania pada snag putri ia merasa tubuhnya semakin melemah


" Iya ma " kata Eliza


Hari terus berlalu namun tak ada kabar tentang Bima Tim sar memutuskan untuk berhenti dalam melakukan pencarian karena sudah melewati batas waktu namun Tim yang di sewa Arya masih gigih mencari keberadaan Bima .Pihak keluarga Bima sudah menyerah dan berusaha menerima takdir bahwa Bima memang sudah tidak ada karena tidak mungkin orang bertahan hidup tanpa makan dalam hitungan bulan .Rania belum bisa menerima kepergian Bima sementara Eliza sudah terbiasa dengan kehadiran Arya sehingga ia bisa teralihkan .


Tahlilan digelar di rumah Rania tepat empat puluh hari setelah kecelakaan yang menimpa Bima meskipun belum ditemukan Mayat Bima keluarga tetap mengadakan Tahlilan empat puluh hari Bima. Rania tidak keluar kamar sama sekali tatapanya kosong ia mulai depresi .


" Papa kan udah janji mau menemani mama sampai tua ,mana mana janji papa hiks...hikss.." Rania terus terusan menangis


" Sudah nduk iklaskan suamimu ,diatas sana dia akan sedih melihat keadaan kamu ,kamu tidak kasian sama Eliza dan bayi yang ada dalam kandungan kamu " Ibu Rania sangat prihatin melihat kondisi putrinya kini ,badanya kurus dan tidak terurus matanya sayu


" Mas Bima..... kamu kenapa tinggalin aku hiks..hiks..hiks " Rania masih merancau


" Kamu jangan begini Nduk ,sadar istifar " ucap Ibu Rania sambil memeluk putrinya.


" Rania kamu jangan begini nak ,kasian cucu Ibu Eliza dan anak yang kamu kandung kamu nggak sayang Bima ?" tanya Rahmawati


" Mas Bima mana ma ? dimana dia apa dia sudah pulang aku harus dandan " kata Rania semakin merancau


Rahmawati dan Ibu Rania menangis tergugu sambil memeluk Rania


" Bukan hanya kamu yang kehilanga n Bima nak ,Mama yang lahirin dan membesarkan Bima mama jauh lebih kehilangan namun hidup harus terus berjalan nak ,kamu masih muda anak anak kamu butuh kamu kamu jangan Begini nak " ucap Rahmawati

__ADS_1


" Mas Bima .... mau ngajak aku nonton ma , habis itu kita jalan jalan ma menghabiskan waktu berdua " Rancau Rania lagi


" Bagaimana ini jeng ...hiks..hikss " Ibu Rania semakin terisak


__ADS_2