
" Ibu beneran kan mau nginep disini , sumpah aku kaget banget pas si borokokok ngabarin " tanya Rania
" Padahal ibu dah wanti wanti supaya adekmu nggak bilang ke kamu ,eh malah dibocorin juga " kata ibu
" Nenek ... mau bobo sini yah .... jadi nanti bobonya Rame rame ,biasanya cuma bobo bertiga sekarang jadi berlima " celoteh Rama tiba tiba Rania dan Arya saling pandang
" Nenek boleh lihat kamar cucu nenek yang ganteng " kata ibu Rania
" Ayo nek let's go .... " ajak Rama girang ,sesampainya dikamar Rama langsung antusias mengeluarkan semua mainanya
" Sayang cucunya nenek ,tadi di bawah bilang bobo bertiga ,maksudnya cucu nenek yang ganteng ini bobonya sama papa dan bunda " tanya ibu Rania
" Iya nek ,setiap hari kecuali kalau papa lagi sakit bobo sama bunda aja kalau bunda sakit bobo sama papa saja" ucap Rama dengan begitu polosnya
Ibu Rania tersenyum dan kemudian berkata
" Rama mau punya adek nggak ? " tanya ibu Rania
" Mau... mau nek " kata Rania antusias
" Kalau Rama mau punya adek Rama harus berani tidur sendiri , biar segera punya adek " kata Ibu Rania lagi
" Iya nek Rama berani kok bobo sendiri ,dulu sebelum punya bunda Rama bobo sendiri terus " ucap Rama antusias
" Anak pintar ..... " kata ibu Rania sambil menciumi pipi Rama
" Boleh bunda masuk " terdengar suara Rania dari luar
" Ya bunda ..masuk aja ." teriak Rama dari dalam kamar
" Kalian lagi ngobrolin apasih kok seru banget bunda nggak diajak " ucap Rania pura pura cemberut
" Rahasia bunda ......." ucap Rama sok misterius
"Iya ....iya bunda percaya " ucap Rania
" Ibu ,kamarnya sudah disiapkan mbok minah ,ibu bisa istirahat dulu ,Rama sayang biar nenek istirahat dulu ya nanti main lagi sama Rama kan neneknya cape habis perjalanan jauh " tutur Rania kemudian
__ADS_1
" Iya bunda " sahut Rama patuh
" Ya ,udah kalau begitu nenek istirahat dulu ya ,Cucu nenek yang ganteng ini masih inget pesen nenek tadi kan ? " kata ibu Rania kemudian
" Beres nek ,bye nek selamat beristirahat " celoteh Rama
Malampun tiba ,setelah makan malam semua penghuni Rumah Arya kembali ke kamar masing masing ,Rania dan Arya hendak menuju kamar Rama
" Stop Papa dan bunda ,mulai sekarang Rama bobo sendiri Rama kan sudah besar " ucap Rama tiba tiba
" Bunda dan papa tidak keberatan kok bobo bareng Rama ,ya kan bunda " kata Arya yang langsung dijawab angukan oleh Rania
" Papa dan bunda nggak boleh bobo sama Rama ,biar Rama cepet punya adek ,Rama mau punya adek please ya papa bunda " ucap polos Rama disertai pupy eyesnya
Rania hanya mengehela nafas sedangkan Arya sulit ditebak reaksinya
" Ok ,boy good night " sahut Rama kemudian
" Bye mas aku juga mau tidur " ucap Rania kemudian dia bergegas menuju kamarnya diikuti Arya
" Mas Arya ngapain ke sini " tanya Rania
" akamar mas Arya kan bukan disini ,ngapain ke sini " tanya Rania kemudian
" Kamu mendadak amnesia atau gimana sih ,bapak ibu kan ada disini nggak mungkin kan kita tidur sendiri sendiri nanti mereka bisa marah " sahut Rama tanpa beban kemudian membaringkan tubuhnya di tempat tidur Rania
" Terus aku harus tidur dimana ? tempat tidurnya kan cuma satu " debat Rania
" Ya disinilah masa kamu mau tidur diatas lemari " kata Arya tanpa beban
" Nggak ah , enak aja nanti mas Arya ambil kesempatan dalam kesempitan " sungut Rania
" Terus kamu maunya bagaimana ? ok aku keluar kamar " ucap Arya sambil pura pura mau keluar kamar
" Mas ya jangan dong ,kan dirumah ini ada bapak dan ibu " kata Rania kemudian Arya tersenyum membelakangi Rania pura pura tidak peduli
" Mas please ... ya udah mas tidur diatas aku tidur dibawah " kata Rania kemudian
__ADS_1
" Maksudnya gimana " tanya Arya sambil tersenyum mengejek
" Mas Arya pikiranya mesum pasti ,maksudnya mas Arya tidur kasur aku tidur dilantai secara mas Arya dari kecil kan nggak pernah susah nanti masuk angin tidur dibawah " ucap Rania sambil membawa bed cover kebawah untuk dijadikan alas tidur
" Takut amat tidur sama aku ,aku nggak bakal ngapa ngapain kamu ,ya udah aku aja yang tidur dibawah " sela Arya kemudian
Kemudian mereka langsung siap siap tidur malam ,Namun mata Rania sulit terpejam ia masih memperhatikan Arya
" Rania kamu tidurnya agak kesini supaya selimutnya bisa kebawah ,aku nggak bawa selimut dari kamar takutnya Ibu curiga " kata Arya kemudian Rania mengeser tidurnya ke tepi tempat tidur seperti permintaan Arya ,selang beberapa saat Rania tertidur tapi tidak dengan Arya ,dia masih terjaga ia menarik narik selimut hingga Rania terjatuh
" Bug ..." tubuh Rania terjatuh menimpa Rama tapi ia masih terpejam rupanya ia tidak sadar kalau sudah terjatuh dan menimpa tubuh Arya
" Bangun woi .... ,kebo juga nih cewek " guman Arya sambil mengeser tubuh Rania dari atas tubuhnya ,tapi Rania malah memeluknya kepalanya nyungsep ke dada Arya
" Ya ...Tuhan cobaan apa lagi ini , bisa bisanya dia kaya begini mana adek kecilku langsung bangun lagi " gerutu Arya sementara Rania tertidur nyenyak sambil memeluk Arya
" Serah dia aja.... ah ,kalau tidurnya kaya kebo gini dibangunin juga susah " guman Arya kembali dan Arya benar benar tidak bisa tidur malam ini karena Rania
" Jangan gerak gerak terus dong kamu nyiksa aku tau nggak sih ,mana bibirnya mengoda gitu apa aku cium aja ya " seketika otak mesum Arya langsung memprovokasi
" Cup ...." Arya mencuri ciuman Rania tapi siempunya tetap tidak bangun kemudian dia ******* bibir Rania terdengar suara lenguhan dari bibir Rania namun mata Rania masih terpejam ,buru buru Arya menyudahi ciumanya dia takut kebablasan ,menjelang subuh Rania terbangun mendapati dirinya tidur dibawah sambil memeluk Arya
" Aaaaa...." teriak Rania
" Apaan sih teriak teriak kaya tarzan ,disini masih ada Bapak dan ibu ,mau satu rumah geger gegera denger teriakan kamu " tutur Arya sambil membekab mulut Rania
" Lepasin mas ,apa apaan sih mas kok pindahin aku ke bawah ,mau nyuri kesempatan ya " tuduh Rania
" Enak aja ,kamu tuh yang tidur nyusul aku ,meluk meluk terus nyium nyium kalau lagi melek aja pura pura nggak mau " ledek Arya
" Nggak mungkin mas aku nyusul kamu kebawah apalagi nyium nyium kamu idih emang aku cewek apaan ? " tutur Rania
" Tau kamu ngelak gitu ,aku tadi vidion kelakuan kamu " ledek Arya
" Mas jangan fitnah deh " ucap Rania mengurangi kegugupanya
" Apa bener yang dikatakan mas Arya tapi kenapa aku nggak ingat dan aku juga mimpi ciuman dengan mas Arya kaya begitu nyata dan bangun bangun aku memeluk tubuh mas Arya " batin Rania mulai terprovokasi ucapan Arya ,melihat reaksi Rania Arya tersenyum penuh kemenangan
__ADS_1
" Tenang aja ,aku keep buat kita berdua aja kok " ucap arya sambil tersenyum jail
" Udah ah ,aku mau wudhu sebentar lagi adzan subuh " ucapa Rania sembari ke kamar mandi tingkah Rania tak luput dati pandangan Arya laki laki itu tersenyum