
" Jangan kamu kotori tangan kamu Bams " kata Rania mencekal tangan Bams ia takut Bams lepas kendali
" Biar ini jadi urusan kakak " lanjut Rania menatap nyalang ke arah Arya
" Plak..., ini untuk Eliza yang kau buat masuk rumah sakit " satu tamparan melesat dipipi Arya
" Plak .... ini untuk Eliza yang kau buat ketakutan " Lagi Rania menampar pipi Arya
" Bughh... ini untuk kakakku yang selalu kamu sakiti " Bams tiba tiba meninju Arya
Arya hanya diam saja ia tak berusaha membalas sedikitpun .Rania mengandeng tangan Bams keluar
" Kita pergi dari tempat ini tidak ada gunanya bicara dengan manusia macam dia " ucao Rania sambil berlalu
Arya menatap kepergian Bams dan Rania dengan tatapan sendu tak lama kemudian Heri datang
" Boss kenapa pipinya merah begitu " tanya Heri
" Ini bukan apa apa Her, bukan masalah besar sebaiknya kamu tinggalkan aku sendiri ,aku pingin sendiri " kata Arya
" Baik Boss " Heri langsung pergi ia tau suasana hatj Arya sedang memburuk
" Rania... tidak taukah kamu aku masih sangat mencintai kamu ,bahkan rasa cinta yang aku rasakan saat ini jauh lebih besar dari cintaku padamu dulu bahkan lebih besar dari cintaku pada Alesha " Guman Arya seraya menitikan air mata.
" Kenapa semua sekarang semua rumit kaya begini " Arya kembali berguman
Hening senyap tak ada aktivitas apapun di ruang Arya kian menambah kebekuan hati Arya ia hanya melamun selepas kepergian Rania .Dering ponsel Arya memecah kesunyian
" Ibu...." Batin Arya .Rupanya Ibu Rania menghubungi Arya
" Apa dia sudah tau masalahku dengan Rania " guman Arya
" Hallo Asaalamualaikum, nak Arya apa kabar " terdengar suara Ibu Rania masih ramah seperto biasanya
" Sepertinya Ibu belum tau masalahku dengan Rania " batin Arya
" Waalaikum salam Ibu dan Bapak sehat semua " tanya Arya
" Alhamdulillah semua sehat ,Nak Arya sendiri bagaimana kabarnya" tanya Ibu Rania
" Arya baik bu " kata Arya tersenyum sendiri membayangkan dua tamparan Rania di pipi Arya
" Tadi Ibu kirim keripik kentang kesuakaan kamu ,kemarin Ibu buat banyak Ibu kirim ke kamu dan Rania " kata Ibu diseberang sana
__ADS_1
Arya menititikan air mata .mantan mertuanya sampai saat ini masih menyayanginya tak berkurang sedikitpun ,meskipun Rania sudah berumah tangga kembali Ibu Rania tetap menggangap Arya anak sendiri.
" Terima kasih Ibu ,Arya senang sekali Bapak dan Ibu jaga kesehatan ya " pesan Arya pada Ibu Rania
###
Sementara dikediaman Rania Bima rupanya sudah kembali dari kantor mereka berkumpul diruang keluarga membicarakan langkah langkah yang akan diambil untuk menghadapai Arya .Mereka juga memutuskan untuk tidak memberitahu orang tua dikampung karena tidak ingin orang tua Rania kepikiran .Mereka juga tau kalau Ibu Rania sangat menyayangi Arya meskipun Ibu Rania juga menyanyangi Bima.Disaat mereka tengah berbincang nampak Eliza dari kamar mencari mamanya.
" Mama Eisa pinin cekowah ladi Eisa tangen temen temen tapi eisa juga atut om itu " kata Eliza
" Eliza sayang dirumah dulu yan,karena disekolah itu ada om itu. Om nggak mau Eliza kenapa napa,om itu jahat " kata Bams tanpa disaring
" Bams..." kata Bima sambil melotot
Seketika Bams langsung kicep
" Maaf kak ,habis Bams gemes pingin nabok " kata Bams lolos begitu saja
" Nabok apa om " tanya Eliza polos
" Nabok nyamuk sayang ,dikamar om Bams banyak nyamuk karena om Bams jorok " kata Rania
" Ihhh... eisa ndak mau main kamal om ban ...suluh bibi belcihin dong om " ucap Eliza lagi
Bams hanya garuk garuk kepala tidak tau harus ngomong apa ia takut salah omong.
" Tapi dilumah ndak ada anak kecil pah " kata Eliza
" Bilang sama papa kamu suruh bikin adek biar kamu nggak kesepian ada temen main " kata Bams
" Papa Eisa minta adek ..." ucap Eliza polos
" Iya besuk kalau sudah waktunya Eliza juga punya adek " kata Bima
" Kapan pa " tanya Eliza
" Ya kalau diperut mama sudah ada adek bayi nanti Eliza punya temen " kata Bams
" Kok bica dipelut mama ada adek bayi gimana calanya " tanya Eliza polos
" Tanya om Bams ,kalau jawabnya asal nanti papa jewer telinga om Bams " kata Bima
" Gimana om ,kok bica pelut mama nanti ada bayi gimana calanya " tanya eliza polos
__ADS_1
" Gampang itu nanti papa order dulu di Amazone " jawaban absurd Bams
" Papa cepetan oldel adek bayi " kata Eliza
" Bams...." teriak Rania dan Bima bersamaan
" Lari...." Bams langsung kabur
" kenapa lali om ?" ucap Eliza polos
" Cekalang minta adek bayi " rengek Eliza
Rania memijit pelipisnya dan mendekati sang putri
" Nak ... Adek bayi itu bukan diorder di Amazone tapi minta sama Allah dengan berdoa ,jadi sekarang kita sama sama berdoa agar Eliza segera punya adek " kata Rania dengan lembut
" Jadi om Ban ngalang ya ma ? ihh...sekarang celain jompo dia cuka ngalang " Eliza mencebikkan bibirnya
" Iya nanti mama jewer om Bams biar nggak ngarang lagi " kata Rania
Beberapa hari kemudian sidang perdana kasus gugatan hak asuh Eliza mulai disidangkan .Bams paling antusias dalam menghadapi sidang dia mati matian membantu Bima agar kasus bisa dimenangkan oleh pihak Bima .Bams memang suka slengekan namun soal pekerjaan dia sangat totalitas dan loyalitas
" Kakak dirumah saja jaga Eliza ,percayakan semua padamu dan kak Bima " kata Bams
" Iya sayang ,kamu dirumah aja akir akir ini aku liat kamu kurang istirahat nafsu makanmu juga turun drastis ,wajah kamu pucat " kata Bima
" Enggak Pah ,aku harus ikut aku pingin tau jalanya sidang ,please pah bolehin ya " kata Rania memelas
" Kak nanti saja kakak ikut kalau kita membutuhkan keterangan dari kakak ,tadi pagi aku lihat kakak muntah muntah kakak itu kebanyakan pikiran jadi istirahat saja biar tidak semakin sakit " bujuk Bams
" Mama muntah muntah lagi ? fix mama nggak boleh ikut .Ini perintah , sebaiknya mama kedokter atau kuta panggil dokter " kata Bima
" Mama nggak apa apa Pah ,palingan juga asam lambung mama kambuh lagi nanti juga baikan lagi kalau minum obat " kata Rania masih bernego supaya diijinkan ikut kepersidangan
" Mama dengarkan Papa ,kalau mama ngotot mau ikut kepengadilan kondisi mama seperti ini biar papa dirumah aja " acam Bima
" Bams juga mau dirumah aja biar kak Rania sidang sendirian " Bams ikut ikutan mengancam Rania
" Kalian kok tega " kata Rania melow
Akir akir ini perasaan Rania memang sensitif sekali dan cengeng gampang menangis
" Mama percaya nggak sama Papa ?" tanya Bima sambil memeluk Rania
__ADS_1
Rania hanya menganguk
" Sekarang mama dirumah jaga Eliza dan istirahat yang cukup nanti aku panggilan dokter " kata Bima