
" Saya lagi diluar pak ,mungkin lain kali saja kita bertemu " ucap Bima
" Ya ,sudah pak kalau begitu padahal saya pingin mengenal keluarga Pak Bima lebih dekat "Ucap Arya
" Waduh pak senang sekali saya mendengarnya cuma masalahnya hari ini saya benar benar tidak bisa "lanjut Bima
" Ok.trima kasih next time kita bisa bertemu dan mohon maaf sudah mengganggu waktunya " Ucap Arya mengakiri pangilanya
"Ngomong apa dia ? tanya Rania
" Dia bilang mau ketemu aku ,mau ngasih rujak kamu " jawab Arya
Sejenak wanita itu mengeryit dan menatap Arya tajam seolah ingin menerkam
" Bim ,kamu kasih tau dia kalau aku hamil ? " ucap Rania dengan nada marah
" kamu jangan salah paham dulu ,dia habis dari panti yang kita datangi tadi dan ibu panti mengatakan kalau istriku lagi hamil makanya dia punya ide membeli rujak jadi dia nggak tau kalau kamu hamil " cerocos Bima
" Huffft... syukurlah ,aku takut sekali Bim dia mengetahui kehamilanku " ucap Rania
" Aku kan udah janji sama kamu akan melindungimu " Ucap Bima
" Bim liat arah sana Bim ,itu bukanya mas Arya ,gimana ini aku nggak mau ketemu dia" ucap Rania sambil menunjuk kearah dimana seoarang pria gagah sedang memasuki restouran yang sama dengan mereka .seketika tubuh Rania gemetar ia begitu ketakutan seperti melihat hantu
" Udah jangan panik ,sekarang kamu ketoilet pakai ini " ucap Bima seraya menyerahkan satu set gamis lengkap dengan hijabnya
" Ini punya siapa ? " tanya Rania
" ini punya adekku kemarin dia minta dibelikan gamis kebetulan tadi janjian mau ketemuan disini tapi nggak jadi udah buruan tidak ada waktu cepetan kesana pakai masker dan kamu bawa kacamata kan ,buruan sebelum ia kemari " ucap Arya
tanpa babibu Rania segera ketoilet untuk ganti baju dan memakai masker serta kaca mata .Setelah dari toilet betapa kagetnya dia saat Arya sudah duduk di mejanya bersama bima dia segera mengirim pesan pada Bima
Rania : Bim gimana ini orangnya disitu malah kamu ajak ngobrol pasti dia akan mengenali suaraku kalau aku kesitu
Bima : Stay cool biar aku yang kesitu nyemperin kamu tapi pastikan kamu sudah pakai gamis hijab dan kacamata
Rania : Iya bawel cepetan aku harus segera pergi dari tempat ini
__ADS_1
" Maaf pak Arya sepertinya saya harus segera pulang maaf ada keperluan mendadak " pamit Bima pada Arya
" Ok ,nggak apa apa pak lain kali disambung lagi " Ucap Arya
Bima langsung bergegas meninggalkan Arya sampai ia tidak tau kalau kunci mobilnya tertinggal
" Ini bukanya kunci mobil pak Bima sepertinya dia tergesa gesa sampai sampai kunci mobilnya tertinggal "guman Arya
" Aku susul dia aja pasti masih diparkiran ,dia pasti bingung "
Sementara itu Bima segera mengajak Rania ke parkiran ,ia tampak kebingungan mencari kunci mobilnya
"Pak Bima ,kunci anda ketingalan dan ini kuncinya " Ucap Arya setengah berlari menuju tempat Rania dan Bima
" Oh ...trimakasih pak Arya ,maaf merepotkan tadi tergesa gesa soalnya " kata Bima
" Hallo ... mbak saya Arya temanya pak Bima " Ucap Arya sambil mengulurkan tangan ingin mengajak Rania berkenalan sontak membuat Rania kaget dan kikuk
" Ya Tuhan bagaimana ini dia pasti mengenali suaraku sebaiknya aku diam saja " batin Rania kemudian dia menyatukan kedua tanganya di depan dada sebagai salam kenal kepada Arya .merasa uluran tanganya tidak direspon Rania Arya ikut menyatukan tanganya kedepan dada
Rania hanya mengangguk pertanda setuju dan kemudian masuk mobil sebelumnya ia membukkan badan di depan Arya sebagai tanda permisi
" Kalau begitu kami permisi pak Arya sekali lagi terima kasih " Ucap Bima
" Sama sama pak ,hati hati dijalan " ucap Arya
Mobil Bima segera melaju meninggalkan Arya yang masih setia ditempatnya
" Kenapa aku merasa tidak asing dengan istri pak Bima ,meskipun penampilanya tertutup begitu mengapa aku merasa pernah mengenalnya tapi dimana ? dan anehnya kenapa dia sama sekali tidak berbicara kepadaku sepatah katapun ,ahh sudahlah itu urusan dia lebih baik aku segera pergi " guman Arya
Sepanjang perjalanan Arya tidak bisa berhenti memikirkan wanita yang bersama Bima
" Ya Tuhan kenapa otakku konslet begini bisa bisanya aku teringat terus dengan istri orang tanpa melihat wajahnya sama sekali ,sadar Arya sadar " guman Arya sambil merutuki kebodohanya
Sementara di dalam mobil Bima Rania berkali kali menarik nafas kemudian membuangnya lagi
" Bim kenapa dunia ini sempit sekali mati matian aku menghindari mas Arya malah ketemu di sini ,jujur tadi aku gugup banget takut ketahuan Bim" tutur Rania
__ADS_1
Ada rasa cemburu yang menyusup ke relung hati Bima .Wanita yang ia cintai ternyata masih menyimpan rasa pada mantan suaminya ,namun sebisa mungkin Bima menyembunyikan kecemburuanya
" Kamu masih ngarepin dia balik ,kok sampai gugup gitu kaya orang lagi ketemu pujuaan hati yang bertaun taun tidak ketemu " ucap Bima datar
" Bukanya begitu Bim , ya wajarlah aku gugup ketemu dia setelah sekiab lama tidak bertemu dan satu hal lagi ada anak dalam kandunganku tanpa sepengetahuan dia aku sangat takut bila ia mengetahui dan merebutnya dari aku dia bisa menggunakan kekuasaanya aku ini siapa dan bisa apa hiks...hiks" Ucap Rania di sela sela tangisnya
" Udah jangan nangis kaya gitu nanti adek bayinya jadi ikut sedih ,kamu percaya sama aku kan ? semua nggak akan terjadi selama ada aku " ucap Bima tulus
" Makasih Bim ,kamu selalu ada untuk aku aku nggak tau bagaimana jadinya bila tidak ada kamu " ucap Rania
" Makasih doang ?" ledek Bima
" Terus kamu maunya apa ? " ucap Rania sambil memperhatikan Bima
" Dijadiin suami misalnya " goda Bima
" Idih... itu maunya kamu " ucap Rania lagi
###
Hari silih berganti kini usia kandungan Rania sudah berusia sembilan bulan ,perutnya sudah membuncit sempurna namun tidak mengurangi kecantikan wanita muda itu .usaha Rania maju pesat kini ia sudah mempunyai butik sendiri dan hubungannya dengan Bima semakin dekat perlahan namun pasti Bima berhasil merobohkan pertahanan tembok kokoh yang di bangun di hati Rania kini ia tinggal bersama seorang pembantu
" Bik ... dari semalem kok perutku rasanya kenceng banget ya .kadang sakit pas lagi keceng kemudian hilang lagi " ucap Rania
" Sepertinya neng mau lairan kalau dilihat dari tanda tandanya ,sekarang neng yang tenang dulu biar saya panggilkan taxy kita kerumah sakit " ucap bik saadah
" Tapi perkiraan dokter lairanya masih minggu depan bik " kata Rania
" Dokter kan juga manusia neng ,lagian itu cuma perkiraan aja ,sekarang bibi siap siap dulu terus kerumah sakit " kata bibi saadah
sementara ditempat lain .Arya sedang meeting tiba tiba ia menghentikan meetingnya ia merasakan perutnya sakit tidak tertahankan
" Her tolong aku " Ucap Arya dengan muka pucat dan keringat keluar semua dari tubuhnya
" Perutku sakit kencang luar biasa aku nggak tahan Her ,tolong aku " ucap Arya
Heri panik seketika membawa Arya kerumah sakit .sesampainya dirumah sakit Arya terus berguling guling menahan rasa sakit yang tidak tertahankan peluh membajiri seluruh tubuhnya ,setengah jam kemudian ia pingsan
__ADS_1