PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Papaku Papa Bima


__ADS_3

Hari yang ditunggu tunggu Arya tiba .Sesuai rencana hasil Test DNA akan keluar hari ini .Arya bangun pagi pagi semangatnya naik dua kali lipat dari biasanya .Rencananya dia sendiri yang akan ambil hasil test DNA .Semalaman ia gelisah memikirkan tentang hasil test tersebut .Sepanjang perjalanan ia terus berdoa semoga hasilnya sesuai yang ia harapkan .


" Ya Tuhan ... kenapa aku deg degan seperti ini " batin Arya


Ia berjalan mondar mandir menunggu hasil test yang sebentar lagi akan ia terima


" Pak Arya .... itu Hasil test DNA anda " kata Seorang petugas Lab menyerahkan hasil test DNA


" Terima kasih " ucap Arya .Seketika tangannya gemetar saat hendak membuka isi test DNA


" Bismillah..." ucap Arya sambil membuka hasil test DNA ia memejamkan mata sebentar untuk menetralisir kegugupanya


" Alhamdullilah ... hasilnya positip Eliza bener bener putri kandungku " Air mata Arya seketika tumpah


Kemudian ia sujud syukur .ia tidak peduli orang orang menatapnya bahkan ada yang memvideonya .


" Eliza tunggu Papa nak " guman Arya pelan


Orang pertama yang ia kabari tentang berita bahagianya adalah Heri sang assisten ,Hari ini Arya teralu gembira ia memutuskan untuk tidak berangkat kerja dan ke panti Asuhan untuk berbagi kebahaagiaan .Rencananya setelah dari panti ia akan ke rumah Bima untuk membicarakan masalah Eliza


"Assalamualaikum ... " ucap Arya sampai dikediaman Rania


" Waalaikum salam ...Silahkan masuk Den " ucap Assiten Rumah tangga Rania


" Ibu atau Bapak ada di rumah Bik ? " tanya Arya


" Kalau Ibu ada den ,Bapak masih dikantor ,sebentar saya panggilkam .Oh ya nama aden siapa nanti saya sampaikan ke Ibu " kata Asisiten Rumah tangga Rania


" Bilang ke Ibu Rania kalau yang datang Arya " kata Arya


Assiten Rumah tangga langsung kedalam memanggil Rania .Betapa terkejutnya Rania saat yang datang adalah Arya .


" Ya Tuhan ...,mau apa lagi dia " batin Rania

__ADS_1


Rania berjalan menemui Arya. dengan menggunakan daster rumahan dan hijab instan ia berjalan sambil sesekali menarik nafas. Ibu satu anak ini tampak cemas dan gugup harus menghadapi Arya seorang diri .


" Cantik sekali Rania ...padahal ia hanya memakai daster rumahan dan jilbab instan dan tanpa polesan sama sekali namun tak mengurangi kecantikanya sedikitpun " batin Arya


" Silahkan duduk ....,lansung saja ada urusan apa anda datang kesini ?" tanya Rania tanpa basa basi


" Selow... ada tamu kasih minum dulu kek ,basa basi bentar gitu" Kata Arya


" Maaf saya tidak punya waktu banyak masih banyak pekerjaan yang harus segera saya selesaikan ,jadi bila kedatangan anda tidak penting mohon maaf sebaiknya anda pulang karena suami saya sedang tidak ada dirumah saya harus menjaga marwah saya sebagai seorang istri " tegas Rania


" Ok ,langsung aja keintinya kedatanganku kesini ingin bertemu dengan Eliza dan meminta ijin darimu untuk membawanya menginap dirumahku " Pinta Arya


" Apa ? Saya tidak salah dengar anda ingin membawa anak saya ,Saya tau anda bukan orang nganggur jadi tidak usah repot repot untuk membawa anak saya ke tempat anda " Sarkas Rania


" Kamu tidak salah dengar .Kita sama sama punya hak atas Eliza " kata Arya dengan percaya diri


" Anda siapa ? dirumah anda tidak ada kaca ? mau bawa anak saya dan bilang punya hak terhadap anak saya " kata Rania mulai Emosi


" Aku papanya ... masih mau ngelak lagi ? liat ini bukti tes DNA aku dan Eliza hasil menyatakan bahwa dia putri kandungku " kata Arya sambil memperlihatkan hasil test DNA


" Berani beraninya kamu test DNA anak kami tanpa sepengetahuan kami .Anda sudah melewati batas sekarang juga saya minta PERGI dari sini sebelum saya menyuruh satpam untuk menyeret anda " tutur Rania mulai geram


" Kamu boleh mengusirku hari ini tapi aku tidak akan pernah mundur memperjuangkan anakku ingat itu " kata Arya sembari meninggalkan Kediaman Rania


Rania bergegas masuk kedalam kamar dan menghubungi pihak sekolah bahwa tidak ada yang boleh menjeput Eliza selain dia atau papanya .Tanpa sepengetauan Rania sekolah tempat Eliza kini sudah menjadi milik Arya ia masih percaya diri bahwa Arya tidak bisa menemui sang putri di sekolahnya.Segera Rania menghubungi Bima dan menceritakan semua yang dialaminya pagi ini dan meminta Bima untuk menjeput Eliza


" Mah.... Papa nggak bisa pulang sekarang ,mama aja dulu yang jemput Eliza " kata Bima


" Ya udah ,begitu urusan papa selesai langsung pulang mama butuh papa " kata Rania diujung panggilanya


Sementara Arya selepas dari kediaman Rania ia langsung menuju sekolah Eliza .Sebagai pemilik Yayasan ia sangat dihormati disana kedatanganya disambut para pengajar dan semua Staff disana.


" Selamat siang Pak Arya ,merupakan kehormatan bagi kami atas kedatangan Bapak , ada yang bisa kami bantu " Tanya kepala sekolah

__ADS_1


" Minta tolong antarkan anak yang bernama Eliza keruangan saya " kata Arya


" Eliza siapa pak disini ada beberapa anak yang bernama Eliza " kata Kepala sekolah


Arya terdiam sejenak .Dia tidak tau nama lengkap Eliza kemudian ia merogoh ponselnya dan memperlihatkan foto Eliza bersama dirinya


" Eliza yang ini " tunjuk Arya pada Ponselya


Setelah melihat foto Eliza .kepala sekolah langsung membawa Eliza kehadapan Arya .ia tidak berani bertanya lebih lanjut takut salah ngomong ia masih sayang dengan pekerjaanya.


" Tok.tok..tok... Permisi" kata kepala sekolah sambil mengetuk pintu ruangan Arya


" Masuk " terdengar suara Arya dari dalam


" Ceklek " begitu pintu dibuka nampak Eliza sedang digandeng kepala sekolah memperhatikan Arya dan langsung berhambur memeluk Arya


" Ibu bisa tinggalkan kami sekarang dan tutup kembali pintunya" kata Arya


" Baik pak ,permisi ..." kata kepala sekolah sembari meninggalkan ruangan Arya


" Om... kok dicini ,Om puna pintu kemana caja ya.pinjam punya Dolaemon ya .Om bica dimana mana " tutur Eliza yang membuat Arya semakin gemas


Arya memeluk sang putri dengan penuh haru ia menitikan air mata dan menciumi pipi Eliza berulang kali


" Om.... napa nanis ? apa Eisa natitin om ? kok nanis ? " kata Eliza


Arya hanya mengelengkan kepalanya ia tidak tau harus omong apa dengan putri kandungnya ini .Bibirnya kelu dipandanginya lekat lekat wajah putrinya yang merupakan duplikat wajahnya namun air matanya terus membajiri wajahnya .


" Maafkan Papa " hanya kata itu yang terucap dari bibir Arya


" Makcutnya Papa aku ?kenapa papa Bima kenapa " tiba tiba Eliza melepaskan pelukannya dan panik


" Papaku papa Bima kan tidak calah " kata Eliza polos

__ADS_1


" Papaku Papa Bima " batin Arya serasa bagai ditusuk sembilu mendengar Eliza memanggil Bima dengan sebutan Papaku papa Bima , namun ia juga mengerti posisi Eliza karena selama ini yang Eliza tau Bimalah Papanya


__ADS_2