
Malam mulai berganti pagi ,matahari mengintip dari celah dedaunan nampak seorang gadis kecil sedang mengerjabkan matanya yang bulat dan bercahaya,ya gadis kecil ini adalah Eliza yang sudah berada dirumah kembali setelah beberapa hari di rawat dirumah sakit .
" Good morning .... Ponakan tante yang cantik " Sapa Thalita
" Good moning tante , kok ndak banunin eisa tante banun cendili " protes Eliza
" Habisnya boneka Barbie tante yang satu ini lagi pules banget tidurnya jadi tante nggak tega bangunin " kata Eliza sambil mentowel towel pipi Eliza gemas
" Oma mana tante " tanya Eliza
" Oma lagi dibawah masak sama mama nanti kalau sudah selesai kita sarapan bareng " kata Thalita
Sepulang dari Rumah sakit Rahmawati dan Thalita menginap dirumah Bima dan tidur bertiga dengan Eliza .
" Hi... princessnya om Bams ,udah cuci muka dan gosok gigi belum kalau sudah om gendong kita sarapan bersama udah ditunggu Mama,Papa dan Oma di meja makan " kata Bams yang tiba tiba muncul dari balik pintu
" Bental om ,eisa balu banun hihihi... eisa keciangan " kata Eliza malu malu
" Kamu duluan aja Bams ,biar Eliza nanti sama aku " kata Thalita
" Ok " kata Bams singkat ,padat dan jelas
Ia langsung turun dan begabung dengan yang lainya
" Mana cucuku Bams ?" kata Rahmawati
" Bentar lagi ,masih gosok gigi dan cuci muka " jelas Bams
" Kita tunggu bentar lagi princess kita baru kita sarapan " kata Bima
" Papa.... I' comming " kata Eliza dalam gendongan Thalita
" Sini sayang " Semua orang kompak pingin duduk dekat Eliza
" Eisa dekat papa aja " kata Eliza
" Sama om Bams yang ganteng aja " seloroh Bams .Eliza hanya mengeleng
" Jangankan sama kamu ,kalau ada Papa aku aja kalah ,Eliza masih milih papanya " curhat Rania
" Pesona Papa memang tiada duanya " ungkap Bima
" Wuidihh... Super PD " ejek Bams
" Ya PD lah udah laku punya istru dan anak ,dari pada Elo... jomblo " ucap Bima lagi
"Bukan gue aja yang jomblo disini ada jomblo lainya juga keles " ucap Bams sambil melirik Thalita
" Kenapa elo bawa bawa gue ? gue masih kuliah nggak mikirin pacaran pacaran dulu " sewot Thalita
" Ya sama aja ,intinya elo juga jomblo bukan gue aja " ucap Bams lagi
__ADS_1
" Om bam jompo tante Thalita jompo ,kalian halus temenan ndak boleh saling ejek " ucap polos Eliza
mendengar ucapan Eliza semua tertawa .
" Iya bener cucu oma ,sesama jomlo harus saling bersatu menjadi jommmpooo " ucap Rahmawati didiringi gelak tawa yang lainya
" Udah ahh...Bima berangkat dulu ya semua nanti malam lanjut lagi urusan perjompoan " ucap Bima sambil mendekati mamanya mencium tangan mamanya ,kemudian Menciumi Eliza terakir pada Rania
" Pelukan jangan lama lama kasian para jomblo " ucap Bams lagi
Namun Bima malah sengaja memanas manasi Bams dengan berlama lama memeluk Rania.suasana kebahagiaan keluarga Rania hilang seketika setelah menerima surat panggilan dari pengadilan beberapa saat setelah Bima berangkat kekantor
" Surat apa itu kak " tanya Bams
" Sus tolong bawa Eliza kekamarnya " kata Rania pada suster Lastri
" Iya bu ,Ayo anak cantik main sama suster dikamar aja" ucap suster Lastri
" Sebenarnya itu surat apa sih ,kok muka kakak tegang begitu " ucap Bams penasaran
" Mas Arya mengajukan gugatan hak asuh Eliza hiks.hiks...." ucap Rania air matanya tanpa diundang luruh seketika
Thalita langsung mendekat dan memeluk Rania .
" Kakak tenang aja ,kak Bima pasti bisa mengatasi ini semua " ucap Thalita
" Serahkan semua pada Bima ,kamu nggak usah kawatir Eliza akan tetap bersama kita " ucap Rahmawati
" Tidak ada tapi tapian sekarang yang terpenting Eliza jangan di bawa kemana mana dulu ,nggak usah sekolah dulu kalau kangen sekolah bisa home schooling toh dia masih PAUD ,bukan takut pada Arya tapi kita harus menjaga psikis Eliza " tutur Rahmawati
" Makasih ma ,Rania senang sekali ditenggah tengah keluarga ini kalian selalu ada untuk kami " ucap Rania kembali memeluk mertuanya
" Tapi kak ini tidak bisa dibiarin ,laki laki itu harus dikasih pelajaran biar tidak seenaknya " kata Bams yamg sudah tersulut Emosi
" Mau ngapain kamu ,nggak usah macam macam nanti malah nambah kerjaan mas Bima ,lagian kamu kan harus ngantor ngak usah neko neko " kata Rania
" Hari ini aku udah ijin nggak masuk kerja rencana mau tengok Ibu dikampung berhubung disini lagi banyak masalah aku putuskan tidak jadi pulang kampung ,aku mau samperin laki laki brengsek itu " kata Bams mengebu
" Nggak usah cari gara gara dia bukan tandingan kamu ,mengerti ?" kata Rania suka atau tidak suka aku akan tetap kesana " ucap Bams
" Bams tetap akan samperin si brengsek itu "
" Kalau begitu kakak ikut " kata Rania
" Iya sebaiknya kamu ikut ,takut adek kamu kadang kurang peritungan dalam melakukan sesuatu " kata Rahmawati
" Tunggu sebentara aku ganti baju dulu " ucap Rania sambil bergegas menuju kamarnya
" Mama kok udah lapi mau cemanaa" tanya Eliza
" Mama keluar sebentar ya nak ,Eliza dirumah dulu ya " kata Rania
__ADS_1
" Iya ma,Eisa juda tatut kalau kelual tatut kalau ketemu om itu lagi cerem " kata Eliza
" Kamu aman dirumah sayang " ucap Rania sambil mengecup pucuk kepala anaknya
" Hati hati mama ,janan lama lama ya " ucap Eliza
Rania dan Bams bergegas menuju kantor Arya membelah kemacetan dijalan .Bams sudah tidak sabar pingin ketemu Bima
" Bams ingat jaga sikab kamu " ucap Rania memperingati adeknya ,Bams hanya menganguk
" Selamat siang Bu " ucap resepsionis yang sudah mengenal Rania ketika masih menjadi istri Arya
" Siang mbak mita , saya mau ketemu Bapak ada ? " tanya Rania
" Sebentar Ibu saya sambungkan ke pak Heri dulu " kata Mita
Beberapa saat kemudian Mita memberitau Rania suruh naik menemui Arya .Sementara Arya didalam ruangannya malah sibuk mempersiapkan penampilanya .Hatinya berbunga bunga karena sang pujaan hati akan menemuinya
" Farfum sudah ....sudah wangi aku rasa " guman Arya sambil menyemprot farfum dan mengendus endus sendiri
" Rambut dah keren... ,sebaiknya aku pakai jas lagi aja biar tambah keren " guman Arya sambil tersenyum sendiri membayangkan pertemuanya dengan Rania sesaat lagi
" Rania apa kabar ,masak gitu "
" Hi...Rania ,ahhh kaya abg "
Arya terus saja berdialog sendiri .Terdengar pintu diketuk dari luar
" Tok..tok..., Permisi Boss ini Ibu Rania mau ketemu " terdengar suara Heri dari luar
" Itu dia ....Ya Tuhan jantungku kenapa berdetak kencang seperti ini " batin Arya
" Masuk .... " ucap Arya berusaha setenang mungkin
" Silahkan duduk Rania ,Bams " kata Arya
" Nggak perlu kita nggak bakal lama disini " kata Rania
" Apa maksud loe ,ngajuin hak asuh Eliza dirumah loe ada kaca nggak " kata Bams tanpa basa basi
" Tenang dulu Bams ,Rania kita bicara baik baik " kata Arya
" Yakin kamu mau bicara baik baik ?" ujar Rania
" Sangat Yakin " kata Arya
" Gue minta loe cabut tuntutan hak asuh Eliza dan jangan pernah ganggu hidup gue lagi dan gue juga nggak akan permasalahin elo yang udah nyakitin Eliza " ungkap Rania
" Eliza itu anakku , kamu masih bisa punya anak lagi dengan Bima sementara aku hanya punya Rama dan Eliza atau kamu kembali padaku kita rawat sama sama anak kita" kata Arya
" Brengsek .... loe bener bener nggak punya otak " ucap Bams yang sudah dikuasai emosi tangannya mengepal siap melayangkan tinju diwajah Arya
__ADS_1