
Rania menatap nanar ranjang king size yang biasa ia tempati dengan Bima .Kini ranjang ini terasa dingin dan beku semua kenangan menari nari dikepala Rania setiap sudut ia selalu merasa Bima ada disana .Seratus hari sudah Bima meninggalkanya.
Tengah malam ia terbangun ia melirik samping kamar tidur sepi ,hening semua penghuni rumah sudah tertidur pulas kemudian Rania mengendap endap dia berhasil mengelabuhi penjaga akirnya dia keluar dari rumahnya ia berjalan menyusuri jalan tanpa alas kaki
" Tunggu aku mas !!! aku akan kesitu tunggu sayang " kata Rania sambil berdiri dekat jembatan ia hendak melompat namun sepasang tangan kokoh menahannya
" Lepasin aku !!!! aku mau ketemu mas Bima ,siapa kamu jangan berani menyentuhku .Mas Bima akan menghajarmu " tukas Rania
" Rania kamu jangan kaya gini ,ayo aku antar pulang " Ucap laki laki itu ternyata adalah Arya
" Aku tidak akan pulang sebelum bertemu mas Bima , lepaskan !!!! " ucapa Rania sambil meronta ronta namun tubuhnya kalah dengan Arya
" Kamu aku antar pulang sekarang kasian anak kita Eliza " kata Bima berusaha menenangkan Rania
" Eliza dimana dia ,Eliza ini mama nak " kata Rania sambil merancau tidak jelas
" Eliza dirumahku ,sekarang kamu mau ikut denganku " tanya Arya dianguki oleh Rania
Dengan sigab Arya membopong tubuh Rania yang sudah lemas ,kakinya lecet semua Arya menangis pilu menyaksikan kondisi mengenaskan wanita yang ia cintai tidak ada lagi Rania yang cantik dan mempesona Rania yang sekarang jauh berbeda. Tubuhnya kurus tidak terurus rambutnya acak acakan .Arya segera menghubungi Bams dan mengatakan ia membawa Rania kerumahnya dan Bams menyetujuinya.
" Pa.... Bunda kenapa pah " Tanya Rama kaget saat Arya pulang membaya Rania dalam keadaan yang memprihatinkan
" Dia sedang sakit ,dimana adekmu ?" tanya Arya
" Sedang bermain dengan mbak Lastri ditaman belakang " Sahut Rama
" Coba kamu panggil adek kamu barangkali bundamu kangen sama Eliza " kata Arya
Sesaat kemudian Eliza datang bersama suster Lastri Eliza langsung menghabur memeluk Rania
__ADS_1
" Mama....Eisa kanen " ucap Eliza sedangkan Rania tidak ada reaksi sama sekali tatapanya kosong namun ia tidak menolak pelukan Eliza
" Kamu siapa ?" tanya Rania sambil membelai pipi gembul Eliza
" Ini Eiza ma... Eiza anak mama ,ini juga kak lama dia juga anak mama " kata Eliza
" Aku punya anak ?" ,anak siapa anak Mas Bima ?" tanya Rania lagi
" Iya ma..Eisa anak mama cama papa Bima ini kak lama juga anak mama " kata Eliza lagi
" Aku punya anak dari mas Bima , kamu juga anakku dari mas Bima " tanya Rania dengan mata berbinar
Rama bingung menjawab apa namun sepertinya Arya faham kondisi Rania saat ini dia butuh support dari orang orang yang menyayanginya
" Iya ini anak kamu " kata Arya .Rania langsung memeluk kedua anak itu dengan perasaan haru
" Bunda...maksudku mama ganti baju dulu ya ,bersih bersih badan terus nanti kita tidur bertiga " ucap Rama .Rania menganguk patuh dibantu mbok minah ia membersihkan diri .
" Mama tenapa ?" tanya Eliza
" Anak mama hilang ,anak mama hilang " kata Rania
Rama langsung memeluk Rania dengan penuh kasih sayang .Ditatapnya wanita yang dulu selalu mencurahkan segala perhatian padanya wanita yang ceria ,penuh dengan tawa dan canda namun kini ia melihat sosok yang berbeda dari dalam diri Rania
" Mama kami sekolah dulu ,mama dirumah tunggu kami nanti kita main lagi ,mama pingin anak anak mama pintar kan ?" tanya Rama Rania hanya menganguk
" Sekarang mama mandi dulu terus sarapan ya ma ?" kata Rama .Rania hanya bisa patuh
Tak lama setelah Eliza dan Rama berangkat sekolah mobil Bams memesuki kediaman Arya .Arya sengaja menunggu kedatangan Bams
__ADS_1
" Bams sebaiknya Rania kita bawa ke psikiater kasian dia kalau dibiarkan begini terus " kata Arya
" Kak Rania tidak gila mas ,dia hanya depresi " kata Bmas tidak terima
" Siapa yang bilang Rania gila ,kepsikiater itu bukan hanya orang gila saja ,kita tidak perlu membawa dia keRumah sakit jiwa kita bawa ke psikiater atau kita undang kerumah kasian Rania kalau dibiarkan terus terusan begini " kata Arya
" Masalahnya apa kak Rania mau ?" aku takut dia histeris kaya waktu itu ,mama sempat mau bawa kesana tapi kak Rania malah histeris " kata Bams menjelaskan
" Biar anak anak yang membujuk dia kalau sama Rama dan Eliza mau nurut " kata Arya
" Oh ya Mas ,katamu kak Rania nggak mau pulang gimana kalau disini aja sementara waktu aku liat kak Rania jauh lebih baik disini dari pada dirumah banyak kenangan bersama kak Bima .Mungkin itu yang membuat kak Rania sering histeris " kata Bams
" Bams bukanya aku keberatan Rania disini namun kamu tau sendiri statusku dan Rania sudah bukan suami istri lagi ,apa kata orang nanti sebenarnya aku tidak mempedulikan omongan namun yang aku pikirkan keadaan kakak kamu orang akan mencemooh kakak kamu aku nggak mau itu terjadi ,anak anakku akan terluka kalau ibunya dicemooh " kata Arya
" Maaf Mas ,aku nggak kepikiran sampai sejauh itu ,bagaimana kalau Mas Arya nikah lagi sama kak Rania aku lihat Mas Arya masih cinta sama kak Rania" kata Bams .
" Bams aku masih cinta sama kakak kamu dari dulu tidak berkurang sedikitpun rasa cintaku padanya ,namun aku tidak ingin Egois menikahi dia dalam keadaan dia tidak sadar sepenuhnya ,aku mau menikahi dia dengan rasa saling mencintai aku akan sabar menunggu waktu itu tiba " kata Arya
Bams tercengang dengan kata kata Arya ternyata mantan kakak iparnya masih sangat mencintai kakaknya namun dia sangat dewasa dia tidak buru buru ingin menikahi Rania padahal kalau ia mau saat ini Rania pasti pasrah
" Maafkan aku kak ,aku bingung dengan kondisi kak Rania saat ini " kata Bams pada akirnya
" Bagaimana sementara waktu Rania tinggal diappartemenku bersama ibu dan Rama juga Eliza disana dia akan menemukan suasana baru " Kata Arya
" Kak aku rundingkan dulu dengan keluargaku dan keluarga kak Bima , nanti aku kabari sementara aku bawa kerumahku dulu " kata Bams menimpali
" Baiklah kalau itu maumu tapi aku mohon singkirkan barang barang Bima yang ada ditempat kamu " kata Arya
" Iya kak ,kalau begitu aku temui kak Rania dulu dan aku bawa pulang " kata Bams
__ADS_1
Kemudian ia menuju kamar Eliza dirumah Arya disana Rania sudah Rapi ,Rania sedang melamun seorang diri .Arya dan Bams membujuk Rania untuk dibawa pulang kerumah Bams namun Rania bersikeras menolak .hingga Rama dan Eliza pulang Rania baru mau dibujuk oleh anak anak Arya tersebut.