
" Boss akhirnya sadar juga " ungkap Heri
" Her dimana aku ? " tanya Arya
" Boss dirumah sakit tadi kejang kejang katanya perutnya sakit terus pingsan , gimana keadaan Boss sekarang apa yang Boss rasakan " cecar Heri
"Aku ingat tadi aku tiba tiba ingat istrinya Bima mendadak perutku sakit tak tertahankan ,rasanya seluruh tulangku remuk tapi sekarang aku tidak merasa sakit lagi cuma aku kecapean luar biasa " jelas Arya
" Lagian Boss ada ada aja pakai inget inget istri orang ,untung suaminya nggak tau kalau tau bisa salah paham dia ,saya jadi penasaran sama istrinya pak Bima seperti wajahnya hingga bossku ini begitu terobsesi semenjak ketemu dia sikab Boss aneh " cerocos Heri
" Aku sendiri juga bingung padahal aku tidak tau bagaimana wajahnya karena pas ketemu dia pakai masker dan kacamata dia juga pakai hijab ,yang anehnya aku tidak bisa melupakan siluet tubuhnya aku selalu teringat terus seperti ada magnet tersendiri pada perempuan itu ,untungnya kita berada di tempat yang jauh dari tempat Bima coba kalau dekat aku makin penasaran bisa runyam urusanya sama suaminya " Arya terus mengoceh membayangkan pertemuan singkatnya dengan Rania.
###
Sementara di sebuah Rumah Sakit Rania baru saja melahirkan seorang bayi yang sangat cantik wajahnya sangat mirip dengan Arya
" Rania ini anakmu cantik sekali ,tadi aku sudah mengadzaninya " Tutur Bima seraya memperlihatkan Bayi Rania
" Makasih Bima ,entah dengan cara apa aku berterima kasih padamu " ucap Rania haru
" Yang penting kamu segera pulih dulu jangan pikirkan yang lain " nasehat Bima
" Bim kamu pulang dulu nggak apa apa disini sudah ada bibi Saadah " ucap Rania
"Jadi ceritanya kamu ngusir aku ? ," tanya Bima pura pura ngambek
" Bukan Begitu kamu dari kemarin belum pulang ,setidaknya ganti baju sana bau asem tau nggak " ucap Rania sambil pura pura menutup hidung
" Baiklah titah Ratu akan hamba laksanakan " ucap Bima sambil membungkukkan badan
" Lebay deh kamu " ucap Rania
__ADS_1
Tiga bulan berlalu sudah kini Bayi Rania sudah berusia tiga bulan .Semenjak melahirkan Rania memutuskan untuk memakai hijab dan belajar agama lebih baik lagi mengenai hubungan Rania dan Bima semakin dekat hari ini Bima mengajak Rania untuk dikenalkan pada keluarganya
" Bim ... aku deg degan banget mau ketemu keluarga kamu " tutur Rania
" Kamu tenang aja mereka baik kok nggak gigit " ucap Bima berusaha mencairkan suasana
" Bim bisa bisanya kamu bercanda aku gugup nih " ucap Rania
" Udah kamu santai aja ,kita sudah sampai di Rumahku " ucap Bima
Begitu sampai dirumah Bima mereka langsung disambut maid yang berjejer ,Rania memperhatikan Rumah Bima yang megah .sebuah hunian bak istana terpampang nyata Rumah tersebut mempunyai desain modern dengan furniture kaca berukuran besar sehingga terkesa elegan dan mewah
" Kamu duduk dulu biar aku panggilkan mamaku ,dirumah ini hanya ada mamaku papaku sedang bisnis trip sedangkan adekku masih kuliah kapan kapan saya kenalkan kamu dengan dia " Ucap Bima meninggalkan Rania untuk menemui mamanya
" Aku semakin jiper melihat kondisi Rumah Bima bak langit dan Bumi bila dibandingkan dengan ku " batin Rania ia semakin gugup tak kala melihat Bima berjalan dengan wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik dan segar
" Maa... ini Rania yang kemarin aku ceritakan sama mama" ucap Bima memperkenalkan Rania
" Hallo tante ,perkenalkan saya Rania temanya Bima " Ucap Rania sopan
" Ceritakan tentang dirimu dan kehidupanmu " lanjutnya bak interview dengan pencari kerja
kemudian secara singkat Rania menceritakan keluarganya ,pekerjaanya dan juga dia mencetitakan statusnya sebagai singgle parrent .Rania bener bener gugup melebihi interview kerjaan
" Jadi kamu janda ?, " ucap mama Bima setengah mengejek
" Mama...." ucap Bima tidak enak dengan Rania
" Iya .Saya janda tante " ucap Rania sambil menunduk
" Sudah kuduga ... kamu sadar siapa kamu hanya wanita Rendahan dan wanita seperti kamu ini hanya mengincar harta anak saya ,sayangnya aku tidak buta seperti Bima yang sudah kamu buat buta mata hatinya ,saya tidak suka basa basi tinggalkan anak saya kamu sadar diri dong kamu itu tidak pantas buat anak saya diluar sana masih banyak laki laki yang kamu jadikan mangsa tapi bukan anak saya " ucap mama Bima ketus
__ADS_1
" Mama ... !!! kenapa mama begini sih cukup mah jangan hina Rania seperti itu dia tidak seperti yang mama tuduhkan aku tidak suka mama menjelek jelekan Rania seperti itu " ucap Bima tidak terima
" Jadi kamu berani melawan mama sekarang gara gara perempuan ini " ucap mama Bima sambil menunjuk Rania
" Sudahlah Bim ,dari awal aku sudah yakin kejadiannya akan seperti ini aku sadar diri kok benar yang dikatakan mama kamu aku memang tidak pantas untukmu jangan bertengkar dengan mama kamu hanya demi aku ,kalau begitu saya permisi tante dan mohon maaf sudah membuat kekacauan ini dan untuk kamu Bim terima kasih untuk semua yang kamu lakukan untukku dan aku harap setelah ini tidak ada pertemuan lagi diantara kita .aku permisi assalamualaikum " ucap Rania sambil meninggalkan Rumah Bima sambil berderai air mata ia segera memesan taxy online
" Ran tunggu .... jangan pulang dulu biar aku jelasin sama mama dulu " ucap Bima namun tidak didengar Rania perempuan muda itu tetap berlalu meninggalkan Rumah Bima
" Mau kemana kamu ?, jangan bilang kamu mau mengejar janda itu sekali mama tidak setuju selamanya mama tidak akan setuju .mama udah kasih kamu pilihan anak anak temen mama yang cantik dan setara dengan keluarga itu malah kamu milih perempuan nggak jelas begitu " ucap mama bima
" Bima tidak akan pernah menikah bila tidak dengan Rania camkan itu mah ." ucap Bima
Di dalam taxy yang ditumpangi Rania menumpahkan tangisnya
" Benar apa yang dikatakan mamanya Bima aku memang tidak pantas untuknya .aku terlalu berharap lebih untuk hubungan ini " batin Rania yang terus merutuki kebodohanya
Sesampainya dirumah setelah membersihkan diri Rania langsung menemui anaknya
" Mulai saat ini hanya ada kamu dihidup mama ,kamu pasti akan jadi perempuan yang kuat seperti mama dan mama sayang banget sama kami apapun akan mama lakukan untuk kamu bidadari mama " ucap Rania sambil menciumi anaknya dengan gemas ia sedikit terobati hatinya setelah bertemu dengan buah hatinya
" Tok...tok " terdengar pintu diketuk
" Neng diluar ada pak Bima ingin ketemu neng " kata bibi Saadah
" Bik tolong bilang sama Bima .aku lagi pingin sendiri bik " ucap Rania seraya berusaha membendung air matanya yang tanpa permisi membajiri pipinya .baru saja ia melambung mendapat cinta yang tulus dari seseorang namun dalam sekejab ia terjatuh dan baru sadar bahwa ada jurang yang begitu dalam menghalangi cinta mereka yah untuk kesekian kalinya ia patah hati kembali .
" Rania buka pintunya kita harus bicara " Terdengar suara Bima dari luar kamar
" Bim nggak ada lagi yang perlu kita bicarakan Bim ,semua sudah jelas aku tidak mau hubungan kamu dengan mama kamu rengang gara gara aku ,pergilah Bim jangan jadi anak durhaka hanya gara gara diriku aku tau kamu anak yang berbakti ,pergilah tolong.... hiks hiks ini yang terbaik buat kita " ucap Rania
" Jadi kamu nyerah Rania ?, " tanya Bima
__ADS_1
" Tolong mengertilah posisiku Bim aku sayang sama kamu tapi aku tidak mau kamu melawan mama kamu " ucap Rania disela usak tangisnya
" Baiklah aku akan pergi namun aku tetap akan memperjuangkan cintaku ...Rania aku mencintaimu sangat mencintaimu " ucap Bima sebelum ia berlalu dari Rumah Rania