PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Memulai


__ADS_3

Pernikahan Rania dan Arya sudah berjalan selama tiga bulan namun belum ada perkembangan yang berarti dalam hubungan mereka .Sakit itulah yang dirasakan Arya saat ia melihat Rania diam diam memeluk foto Bima sambil menangis


" Apakah aku benar benar tidak punya kesempatan lagi Rania .sebegitu rapatnya pintu hatimu kau tutup " batin Arya ia masih mencoba bersabar menghadapi hari harinya .Hari ini Rania pulang kerumahnya. Sepulang dari kantor Arya mampir kerumah Rania dengan alasan pingin ketemu Babu Bima


" Aku pamit dulu ma " pamit Arya pada Rania .Sekarang ia memanggil Rania mama sama seperti anak anak mereka panggil Rania mama


" Mas ...ini mau hujan ,sebaiknya kamu nginep disini aja " ujar Rania


" Memang nggak apa apa aku tidur disini " kata Arya


" Ya nggak apa apa dari pada kehujanan dijalan belum lagi nanti macet jalannya " kata Rania


" Baiklah kalau begitu " kata Arya sambil berjalan menuju kamar tamu


" Mas mau kemana ?" tanya Rania


" Mau kekamar " jawab Arya


" Kan itu kamar tamu " kata Rania


" Emang iya ,terus aku tidur dimana ? dipaviliun ? " tanya Arya lagi


" Ya Enggaklah mas , tidur dikamarku aja " ucap Rania lagi


" Emang boleh ?" tanya Arya ragu


Sementara Rania hanya menganguk lalu keduanya berjalan beriringan menuju kamar Rania .Seketika dada Arya terasa sesak begitu memasuki kamar Rania .ia memang pernah melihat kamar Rania waktu Rania sakit namun untuk tidur didalamnya baru kali ini


" Ternyata sesakit ini harus bersaing dengan orang yang sudah tiada . Maafkan aku Rania atas sikabku dulu " batin Arya

__ADS_1


" Mas ganti baju dulu ,pakai bajunya Mas Bima .Ini masih baru kok belum pernah ia pakai " kata Rania


Arya hanya bisa menurut ini adalah moment pertama kalinya Arya dan Rania satu Ranjang biasanya ada Baby Bima diantara mereka namun dirumah Rania Baby Bima punya kamar sendiri dan dijaga oleh susternya


" Mas aku minta maaf ya kalau kamu nggak nyaman tidur dikamar ini ,karena masih banyak barang barang mas Bima " kata Rania


" Nggak apa apa ma " ucap Arya terlihat begitu sedih .Rania tidak tega melihat Arya seperti itu ,ia tau bagaimana rasanya menjadi Arya karena ia sudah pernah diposisinya tiba tiba Rania mendekat dan memeluk Arya .sontak Arya merasa kaget sekaligus senang karena Rania tiba tiba memeluknya .Tiba tiba tubuhnya kaku ia tidak tau harus bagaimana mau membalas pelukan Rania namun ia tidak berani melakukanya .


" Mas boleh balas pelukanku " ucap Rania tiba tiba .


" Ah.... benarkah apa yang dikatakan Rania ini apakah ini tidak mimpi kalau ini mimpi .Kalau iya aku tidak ingin cepet cepet bangun " batin Arya bersorak. Ia membalas pelukan Rania sebagai laki laki dewasa yang sudah lama berpuasa tentunya ia ingin hal yang lebih .namun ia harus menahan keiginanya ia tidak mau tergesa gesa ia ingin Rania nyaman dulu dengan dia .


Sepanjang malam kedua insan yang baru saja memulai babak baru dalam rumah tangganya terbuai dalam mimpi .Tengah malam Arya terjaga


" Ah... rasanya aku tidak ingin malam ini berlalu agar aku bisa memelukmu sayang " batin Arya senang meskipun belum sampai ke tahab yang lebih jauh namun ia cukup senang bisa memeluk Rania sepanjang malam .


Pagi telah menyapa dua insan yang masih terlelap dalam mimpi .Rania bangun terlebih dahulu ia membangunkan sang suami untuk sholat subuh lalu menyiapkan segala keperluan suami


" Mas aku akan berusaha jadi istri yang baik buat kamu .bimbing aku ya dan maafkan sikabku selama ini" ucap Rania .Arya tersenyum dan langsung memeluk istrinya


" Iya maafkan juga sikabku yang dahulu andai dulu aku tidak bodoh mungkin kita sudah bahagia sejak dulu " ucap Arya


" Semua yang terjadi sudah digariskan yang diatas mas kita sebagai manusia hanya menjalaninya saja " ucap Rania Bijak


Arya tersenyum penuh kebahagiaan kesabarannya selama ini sudah membuahkan hasil ia jadi ingat berbagi hal telah ia lakukan untuk mendapatkan Rania termasuk saran dari Bams


Flasback on


" Mas kok melamun sih ,sepertinya ada masalah " tanya Bams

__ADS_1


" Mas enggak apa apa kok Bams ,kamu tenang aja " jawab Arya


" Mas aku ini laki laki ,jadi tau apa yang mas rasakan .Mas kita bisa berbagi pengalaman barangkali nanti ideku ini bisa mendekatkanmu dengan kak Rania " tutur Bams


" Dulu aku tidak pernah bisa mendekati Thalita jangankan menidurinya menciumnya saja tidak berani dia kalau aku dekati teriak teriak .Suatu ketika aku di jebak oleh clienku diberi obat perangsang tapi aku sadar langsung pulang dan bermaksud berendam air dingin untuk meredakan gejolak itu namun siapa sangka malah Thalita menawarkan diri membantuku " ucap Bams sambil tersenyum membayangkan moment itu


" Kau coba cara itu gimana ,siapa tau kak Rania kasian terus menawarkan diri dan kalian bisa dekat lagi " saran Bams


" Jangan gila kamu Bams , aku harus minum obat perangsang begitu ? " tanya Arya


" Ya iyalah ... pakai nanya lagi ,mau nggak dekat sama kakak gue


" sewot Bams


" Apa salahnya aku coba cara Bams ,cuma aku pura pura saja kalau beneran dan Rania tidak mau repot jadinya " batin Arya . Setelah pertemuanya dengan Bams malam harinya Arya pura pura di beri obat perangsang oleh cliennya


" Ran... tolong aku " acting Arya seolah olah dijebak clienya


" Kenapa mas ?" tanya Rania


" Sepertinya aku diberi obat perangsang oleh clien aku " Arya masih mencoba acting


" Aduh bahaya ini mas ,sebentar ya mas malam ini aku tidur dikamar anak anak saja ,maafkan aku mas " ucap Rania sambil lari menuju kamar Eliza lalu menguncinya dari dalam


" Rania..." panggil Arya lagi namun rupanya pangilanya sama sekali tidak digubris


" Sial... ide gila Bams nggak mempan .untung aku nggak mimum obat itu bisa bisa semalaman gue tersiksa .Nasib nasib punya istri begini amat " guman Arya seorang diri .Sampai keesokan paginya Rania tidak menyiapkan baju kerja Arya dengan alasan takut Arya masih dalam pengaruh obat


" Sial dua kali ini namanya " guman Arya

__ADS_1


Flasback off


__ADS_2