PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Kehidupan Baru


__ADS_3

Hari berikutnya berdasarkan informasi yang Arya peroleh dari Heri sang assisten rupanya Rania pulang kampung .akhirnya Arya menyusul ke kampung halamanya ia sudah siap dengan kebencian keluarga Rania baginya yang terpenting segera bertemu dengan Rania dan membujuknya kembali


" Assalamualiakum " Arya mengucapkan salam ketika hendak memasuki rumah Rania.


" Waalaikum salam " sahut bapak Rania


" Siapa pak ? " tanya Bams


" Bugh... " sebuah pukulan mendarat di perut Arya dan membuat Arya tersungkur


" Mau ngapain lagi kamu brengsek , belum puas nyakitin kak Rania " Ucap Bams dengan nada emosi .belum sempat Arya berdiri Bams sudah mencengkram kerah Arya


" Bangun kamu Brengsek " sambung Bams


" Udah nak ,lepaskan dia " ucap ibu Rania


" Bams belum puas menghajar pecundang ini bu " kat Bams


" Gue lepasin elo gara gara ibu kalau tidak gue bikin loe mampus " lanjutnya


"Sudah Bams .Masuk Arya " kata bapak Rania ia sudah tidak menggunakan kata nak seperti biasanya karena hatinya sudah tidak respek lagi sama Arya


" Bapak / Ibu saya mohon ampun atas apa yang telah terjadi pada rumah tangga kami .tapi jujur dari hati yang paling dalam saya sangat mencintai Rania" Ucap Arya memelas


"Cuih.... cinta loe bilang ,dimana otak loe bilang cinta setelah apa yang loe lakuin terhadap kakak gue " sembur Bams sambil meludah di depan Arya ia sangat muak dengan Arya


" Bams diam dulu .biar dia lanjutkan " tutur bapak Rania


Kemudian Arya menceritakan kronologi kejadian tanpa ia tutup tutupi


" Di sini kamu tetap salah sebagai seorang laki laki harusnya kamu jika ada masalah dengan istri kamu jangan lari ke club .dan ini adalah kesalahan terbesar yang kamu lakukan dan menghancurkan rumah tanggamu sendiri .dan untuk masalah Rania kami tidak bisa memaksa dia untuk terus berjodoh dengan kamu.mungkin jodoh kalian cuma sampai di sini " Ucap bapak Rania bijak


" Saya mohon ampun bapak / Ibu " ucap Arya memelas


" Kami sudah memaafkanmu nak ,namun untuk kembali pada Rania itu urusan pribadi Rania" kata Bapak Rania bijak

__ADS_1


"Tolong kasih tau dimana Rania ,saya mohon " pinta Arya memelas


" Bukanya sudah jelas kalian akan bertemu di pengadilan ,lebih baik kamu pulang dan persiapkan dirimu menghadiri sidang perceraian" sewot Bams


Akhirnya Arya menyerah dan kembali kerumahnya tidak ada yang bisa ia lakukan selain pasrah.beberapa hari kemudian ia mendapat panggilan sidang dari pengadilan agama .namun ia malah merasa senang karena akan bertemu Rania


"Mbok gimana penampilanku ? udah pas belum " tanya Arya


" Udah ganteng den ,tumben jam segini sudah Rapi banget mau kemana ? " tanya mbok minah


" Hari ini aku akan bertemu Rania ,aku kangen mbok sama dia " Ucap Arya


" Memangnya jam berapa undanganya den kok jam segini sudah rapi aja ? tanya mbok minah


" Jam 9 mbok ,cuma aku sudah nggak sabar pingin ketemu dia doakan yang terbaik buat kami yah " pinta Arya


" Semoga diberikan yang terbaik buat aden dan neng Rania ,mbok juga sudah sayang banget sama neng Rania sama seperti saya sayang sama aden " ucap mbok minah tulus


Akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba Arya penuh semangat menghadiri sidang pertamanya ia bertekad mempertahankan rumah tangganya .namun yang diharapkan tidak sesuai keinginanya Rania tidak datang ia hanya mewakilkan pengacaranya . sidang kedua Rania datang karena harus ada mediasi namun mediasi berjalan dengan alot Rania ngotot ingin pisah sementara Arya ingin tetap mempertahankan tumah tanggalnya hingga mediasi gagal .


" Aku gagal mediasi mbok " ucap Arya pada mbok minah


Hari silih berganti tibalah putusan sidang yang di menangkan pihak Rania dengan berbagai bukti yang ia tujukkan .ia tidak minta harta gono gini baginya yang terpenting segera pisah dengan Arya


" Mas Arya mungkin ini adalah terakir kali kita bertemu .bolehkan aku memelukmu untuk terakir kali sebagai salam perpisahan dan pelukan sebagai seorang teman " Ucap Rania dengan derai air mata sebenarnya ia masih sangat mencintai Arya namun sakit hatinya menglahkan segalanya.Arya langsung mendekat dan mendekap begitu erat seolah tak ingin melepaskan pelukanya andai waktu bisa diulang ia tidak ada ke club malam itu keduanya menangis sesengukan


" Maafkan aku Rania .semoga kamu bahagia dengan kehidupan barumu " ucap Arya sembari melepas pelukanya


" Mas Arya juga harus janji .selalu bahagia dengan keluarga baru mas " ucap Rania


" Aku tidak yakin setelah kepergianmu apa aku bisa menata hidupku kembali " timpal Arya


Suasana haru meliputi pertemuan terakir mereka .Rania segera beranjak pergi tak ingin terlalu lama larut dengan kesedihanya sesampainya di Rumah orang tuanya seperti yang ia katakan sebelumnya ia akan meninggalkan kota ini pergi sejauh mungkin untuk membuka lembaran hidup baru.


" Ahhh... akhirnya aku sampai juga di kota tujuanku ,semoga aku bisa memulai hidup baru disini " Guman Rania

__ADS_1


" Permisi bu ,saya liat papan didepan rumah ini dikontrakkan " tanya Rania pada pemilik kontrakan


"Iya mbak tempat ini saya kontrakkan apakah mba berminat " tanya ibu pemilik kontrakan


" Iya bu saya berniat menyewa kontrakan ini selama satu tahun " kata Rania


" Rumah ini siap huni mbak semua perabotanya lengkap ,dan bersih " kata pemilik kontrakan


Setelah melakukan pembayaran Rania mendapat kunci dari pemilik Rumah ia langsung masuk kamar


" Kenapa kepalaku pusing banget akhir akhir ini aku gampang cape " guman Rania tiba tiba perutnya mual dan muntah muntah


"Hoek..hoek " Rania memuntahkan semua isi perutnya


" Aduh lemes banget... ini pasti efek jetlag " guman Rania ia benar benar lemas dan pusing seharian ia habiskan hanya untuk tiduran .keesokan paginya Rania kembali muntah muntah


" Maagku pasti kembuh lagi .aku terlalu cape dan stress aku harus relax " kata Rania menyemangati diri sendiri


" Pagi mbak ... kok pucat banget wajahnya " kata pemilik kontrakan Rania


" Iya bu ,mungkin ini efek jetlag kemarin ya udah istirahat aja , jadi inget waktu anak saya hamil muda tiap pagi wajahnya pucet begini karena habis muntah muntah " kat ibu kontrakan


" Deg " Rania langsung pucat pasi mendengar ucapan ibu kost ia memang sudah telat datang bulan tapi ia tidak menghiraukanya karena sibuk mengurusi percerainya dengan Arya


" Ya sudah ibu pamit dulu yah ,semoga betah yah ngontrak disini dan cepet sembuh " kata ibu kontrakan


Sepulang ibu pemilik kontrakan Rania terus kepikiran apa yang dikatakan ibu pemilik kontrakan tadi


" Apa jangan jangan aku hamil ? bagaimana ini " raut Rania mendadak sedih


Kemudian ia memutuskan untuk keapotik membeli testpack


" Aku harus memastikanya besuk pagi .kata orang orang hasilnya akan akurat jika dipagi hari " guman Rania


Pagi harinya Rania sudah tidak sabar untuk memeriksa urinenya dan mencelupkan testpack

__ADS_1


" Bismillah...." ucap Rania dag dig dug melihat hasil testpack


" Garis dua " Rania bingung harus bagaimana


__ADS_2