PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
kecurigaan Heri


__ADS_3

"Papa tenal cama om itu " tanya Eliza


" Iya sayang ,om ini temenya Papa" kata Bima


" Om ini Papaku ,dia danten ya (ganteng ya ) ? hebat loh dia " ucap gadia kecil itu sambil menciumi pipi Bima


Arya melihat pemandangan itu entah mengapa ia merasa tidak rela melihat Eliza bermanja manja pada Bima


" Sepertinya aku harus ke psikiater ,gila .... masak aku merasa gak rela Eliza peluk peluk papanya " Batin Arya kemudian ia mengelengkan kepala ,pertanda ia protes pada diri sendiri .


" Aku harus segera pergi dari sini ,bisa gila aku dengan perasaan ini " batin Arya


" Bima sepertinya saya harus segera pulang ,kasian Rama sepertinya dia sudah kecapean " kata Arya


" Siapa bilang Rama cape , Rama masih ingin maen Pa." sangkal Rama


" Kita makan siang dulu aja pak ,lagian ini kan weekend seminggu full kita kerja satu hari saja kita luangkan waktu untuk anak anak " kata Bima


" Iya ... Om Bima bener ,Dari dulu papa hanya kerja dan kerja melulu .Please pah jangan pulang dulu " Rayu Rama


Bima memang sengaja menahan Arya agar Arya bisa lebih lama bersama Eliza .Ia merasa bersalah menyembunyikan identitas Eliza ,namun ia tidak dapat berbuat apa apa selain mengikuti apa kata Rania yang belum ingin membuka jatidiri Eliza.


" Eliza sama om ini dulu ya ,papa mau toilet sebentar " kata Bima


" Mbak Lastri tolong carikan saya baju untuk mamanya Eliza ,pilih warna jangan teralu gelap dan jangan terlalu terang ,nanti kalau sudah dapat foto dulu kirim ke saya kalau saya ok ,baru kamu bawa ke kasir " Bima sengaja membuat Suster Lastri pergi agar Arya lebih lama bersama Eliza


" Arya nitip Eliza sebentar ya " kata Bima


" Ok.Bim " sambil mengacungkan jempol


Bima melangkah menjauh namun ia masih memperhatikan Eliza dan Arya dari kejauhan


" Om... Eisa nantuk , biacana kalau eisa nantuk di gendong " pinta Eliza


" Sini om gendong " kata Arya sambil mendekat lalu mengendong Eliza


Dengan telaten Arya menimang nimang Eliza hingga gadis kecil itu tertidur kemudian ia memangkunya persaan hangat kembali menyeruak dalam dada ,namun ada rasa sesak kala ia mengingat bahwa ini anak sahabatnya.


" Arya sebenarnya apa yang kamu harapkan " batin Arya sambil merapikan anak rambut Eliza yang menyebrangi wajah gadis kecil itu


" Pah ... Eliza ini kalau diperhatikan mirip papa loh ,hanya matanya aja yang beda ,mata Eliza itu belok jadi dia tambah imut gitu " kata Rama


" Hussshhh... kamu jangan berkata seperti itu ,nanti om Bima marah kalau dia denger anaknya mirip papa" kata Arya


" Oh ya ,pak kok om Bima lama banget ketoiletnya susternya juga nggak kembali dari tadi ,Rama bosen pa .Apa tidak sebaiknya Eliza kita bawa pulang nanti papa tinggal hubungi om Bima biar dijemput ,tapi kalau nggak dijemput nggak apa apa Rama senang dirumah ada temen apalagi temenya gemesin kaya boneka gini " kata Rama


" Husshhh... ngawur kamu ,bawa anak kecil kerumah nanti kalau nangis gimana kita tidak pernah rawat anak kecil " kata Arya


" Kan dirumah ada mbok minah pa" tutur Rama


Tiba tiba dari arah depan Bams datang ,menghampiri Rama dan Arya

__ADS_1


" Mas Arya disini juga " ia belum ngeh kalau Arya lagi mangku Eliza karena posisi Eliza menghadap Arya


" Hi.... Bams apa kabar " tanya Arya


" Alhamdulillah baik mas , ini pasti Rama ya ? wah sudah besar sekarang pasti sudah lupa dengan om Bams " kata Bams heboh


" Sssttt jangan kenceng kenceng nanti dia bangun " ucap Arya sambil menempelkan ujung telujuk kebibirnya


" Oh ,maaf tidak tau ....,ini anak mas Arya juga ? " tanya Bams kepo


" Bukan... ini anak Bima " kata Arya pelan takut Eliza bangun


" Eliza .... pantes aku kaya ngenal tapi nggak liat mukanya " kata Bams


" Kamu kenal anaknya Bima " tanya Arya


" Ya kenal lah wong kita ..." belum sempat Bams melanjutkan ucapnya Bima sudah datang dan memotong ucapan Bams


" Ya kenal lah dia kan sering liat karena ,Bams kerja dikantorku sekarang " kata Bima


" Bukan hanya sering malah setiap hari liat kan kita seru...." kata Bams


" Ya kita memang seru ,seru sekali kalau ada Bams suka bikin jantung copot " potong Bima


" Apaan sih kak ,kok dipotong melulu aku aduin ke kak Ran..." protes Bams


Seketika Bima langsung melotot pertanda ia sedang marah dan Bams jadi menciut


" Itu kak Ranto ,penjaga rumah kak Bima " ucap Bams pada akirnya


" Kok kamu pangil penjaga rumah Bima dengan sebutan kak ,tumben banget kamu manggil orang dengan sebutan kak .Dulu kamu kalau tidak dekat banget kamu nggak akan panggil kak ? " Arya masih kepo


" Karena ...aaa itu anu Kak Ranto suadara jauh Ibu " ucap Bams asal


" Hallah Bams nggak usah didengar dia suka suka kalau manggil orang sekarang ,kucing Eliza aja dia panggil kak" bohong Bima


" Kamu sedekat itu sama Eliza sampai kenal kucing Eliza ? " tanya Arya lagi


" Ya deket ,kemarin yang ngilangin Eliza di mall kan dia " kata Bima


" Oh ya ,Bams gimana kabar kakak kamu Rania " Tanya Arya


" Uhukk..... " Bima hampir tersedak dan melirik Bams


" Dia sudah menikah lagi kak dan juga sudah punya anak "


" Syukurlah kalau begitu , dapet orang mana dia ? " tanya Arya Lagi


" Orang sini kok " kata Bams


" Bams .... kamu cari Mbak Lastri sana .Eliza sudah kecapean " kata Bima mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


" Nih ... anak mulutnya bocor banget ,nggak tau apa gue ketar ketir kalau ketahuan urusannya bisa panjang Rania bisa ngamuk ngamuk " batin Bima


" Makasih ya Arya ,udah jagain Eliza dia pules banget tidurnya ,aku bawa pulang dulu yah ..." pamit Bima pada Arya.


Sesampainya di dalam mobil ,Bima menasehati Bams agar tidak sembarangam bicara karena Rania belum mengijinkan Arya tau tentang keberadaan Eliza .


" Sebenarnya kakak nggak keberatan memberitau Arya soal Eliza ,tapi kakakmu belum mengijinkan entah sampai kapan " kata Bima


" Menurutku sih nggak apa apa mas Arya tau soal Eliza " sanggah Bams


" Itu menurutmu ,emang kamu berani nangung kemarahan kakak kamu ? " tanya Bima


" Iya juga ya kak ,aku nggak kepikiran sampai situ " Kata Bams sambil garuk garuk kepala


" Pertemuan hari ini kita rahasiakan dulu sama Rania demi keamanan dan kesejahteraan negara ahhaahha" kata Bima


" Sip kak " kata Bams


###


Sementara Arya dan Rama sudah sampai dirumah mereka .Rama sangat antusia menceritakan tentamg Eliza dia juga memperlihatkan foto kebersamaan mereka dengan Eliza


" Ini mbok yang namanya Eliza ,Cantik kaya bonek ya mbok " kata Rama


" Iya cantik banget ,matanya belok kaya Bunda kamu dulu masih inget nggak " tanya Mbok minah


" Iya , ya mbok makanya tadi aku pikir pernah melihat mata kaya gini itu siapa gitu ternyata mirip mata bunda " kata Rama


Dari arah depan Heri langsung nimbrung .


" Seru banget kayanya lagi liatin apasih " kata Heri


" Ini om ,lagi liat liat foto tadi kita habis main " kata Rama


" Boleh om liat " pinta Heri


" Ini om " kata Rama sembari menyerahkan polselnya kepada Heri


" Ini papa kamu yang lagi momong bocah ,Sejak kapan dia alih profesi jadi baby sister " ejek Heri


" Wait..wait....kok aku kenal banget wajah bocah ini ,ini wajahnya papa kamu banget " lanjut Heri


" Semua orang tadi juga ngomong gitu om " kata Rama


" Dan ini matanya kenapa sama dengan mata Rania ,Ya Tuhan kenapa bisa kebetulan begini .Ini tidak mungkin " batin Heri


Insting Heri sangat kuat dan Heri adalah orang yang sangat detail dalam memperhatikan sesuatu.


" Aku harus bicara dengan Boss Arya ,sepertinya ada yang mengangu di benakku tentang gadis kecil ini " Heri kembali membatin


" Rama ini ponsel kamu , Om kedalam dulu yah ketemu Papa kamu" ucap Heri kemudian

__ADS_1


__ADS_2