
" Aden gimana hasil sidangnya " tanya mbok minah
" Aku gagal membawa Eliza pulang mbok " ucap Arya sambil memeluk mbok minah
" Aden yang sabar ,tidak semua yang kita mau harus kita dapat Tuhan pasti sudah punya rencana yang jauh lebih indah ,apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurutNya " kata mbok minah bijak
" Iya mbok " ucap Arya
" Tapi Aden masih bisa ketemu non kecil kan ?" tanya mbok minah
" Masih Mbok setiap akir pekan aku diijinkan bertemu dengan Eliza " kata Arya
" Pelan pelan Den ,semua butuh proses begitu juga mendekati anak kecil Aden harus sabar ,bagaimanapun Aden orang baru dihidup non kecil sekalipun Aden papa kandungnya tapi non Eliza masih terlalu kecil untuk memahami masalah orang dewasa saran mbok Aden jangan terlalu memaksa .Biarlah kedekatan terjalin alami sehingga nantinya dia akan nyaman sama Aden lama kelamaan dia juga bisa menerima kehadiran Aden " nasehat mbok minah
" Makasih mbok " kata Arya
Akir pekan yang ditunggu tunggu datang saatnya Arya berkunjung kerumah Rania untuk bertemu dengan Eliza .Bima sengaja berangkat siang agar bisa membujuk Eliza bertemu dengan Arya
" Papa kok belum belangkat kelja " tanya Eliza
" Bentar lagi sayang " kata Bima
" Den diluar ada tamu " kata assisten rumah tangga Bima
" Suruh masuk Bik " kata Bima
" Eliza ayo ikut papa kedepan " ucap Bima sambil mengendong Eliza
" Emang siapa yang datang pa " tanya Rania
" Arya " jawab Bima singkat seketika muka Rania berubah masam
" Mama .... kondisikan mukanya kalau mama masih kaya gitu nggak usah ikut nemuin Arya " kata Bima
" Iya ..iya" kata Rania
" Papa ... kok ada om itu ladi eisa tatut " kata Eliza sambil memeluk Bima
" Arya kamu yang sabar pelan pelan dulu " kata Bima
" Iya aku mengerti " kata Arya
" Sayang Papa ke kantor dulu ya,kamu main sama om Arya dan mama dulu ya " kata Bima
" Ndak... mau eisa itut papa ,eisa ndak mau om itu " kata Eliza
" Kan ada mama sayang ,biar papa kerja dulu ,sini sama mama biar papa kerja dulu " bujuk Rania
__ADS_1
Eliza malah semakin mengeratkan pelukannya .melihat pemandangn itu hati Arya bener benar terluka Eliza putri kandungnya lebih memilih Bima yang tidak ada hubungan darah sama sekali
" Eliza biarkan papa kamu kerja dulu om janji om nggak akan maksa maksa kamu lagi " kata Arya
" Ndak mau.... eisa mau papa " Eliza histeris
Rania berusaha membujuk Eliza namun hasilnya sama Eliza masih takut dengan Arya
" Sayang Papa cuma sebentar ,cuma ketemu klien paling dua jam papa udah selesai kamu main dulu sama om dan mama nanti papa belikan boneka barbie " bujuk Rania namun Eliza hanya mengeleng dan enggan melepas pelukanya di tubuh Bima
" Papa ndak boyeh kelja .... kalau papa kelja Eisa itut " kekeh Eliza
" Eliza sayang nggak sama papa ?" tanya Bima
" tayang " kata Eliza
" Kalau Papa nggak jadi ketemu klien papa klien Papa bisa marah sama papa ,Eliza mau papa dimarahi orang " tanya bima
Eliza hanya mengeleng
" Papa boyeh kelja tapi om itu culuh pulang eisa atut " kata Eliza
" Om itu baik Eliza dan Om itu juga sudah minta maaf " kata Bima lagi ,Eliza tetap mengeleng bahkan kini menangis
" Kalau begitu aku pulang dulu saja minggu depan aku kesini lagi mudah mudahan dia sudah bisa menerima kehadiranku " pungkas Arya pada akirnya.
" Iya ,kalau begitu gue permisi dulu "kata Arya kemudian
" Eliza Om pulang dulu ya,besuk om boleh nggak main kesini lagi " ucap Arya
Eliza hanya diam .kemudian Bima membisikkan sesuatu ketelingga Eliza akirnya Eliza menganguk , Mendapat angukan dari Eliza Arya tampak bahagia ,setidaknya ada perubahan sedikit demi sedikit .Arya pamit pulang dengan perasaan kecewa
" Kak udah pulang orang itu "tanya Thalita pada Rania
" Udah ,Oh ya Thalita kamar tamu lagi direnovasi sementara kamu tidur ditempat Bams dulu ya " kata Rania
" Emang nggak ada tempat lainya kak? " tanya Thalita
" Ada ,mau tidur barang sama bibi atau pak Satpam ? " ejek Rania
" Idihhh... kejam banget kak Rania " Runtuk Thalita
" Aku sama Eliza aja ?" kata Thalita
" Mama mau tidur bareng Eliza katanya kamu ngalah dulu " kata Rania
" Mama aja yang tidur dikamar Bams atau kita tidur bertiga dikamar Eliza" nego Thalita
__ADS_1
" Jangan , biar Mama aja nanti yang tidur dengan Eliza kalau bertiga nanti sempit lebih baik kamu tidur di tempat Bams dulu ,tempatnya bersih kok Bams itu anaknya Bersih dan Rapih kamu pasti betah dikamar lagian Bamsnya juga nggak ada, apa masalahnya ? " kata Rania
" Iya ...iya aku tidur dikamar Bams ,gitu aja kok repot " sewot Thalita
Rania hanya tersenyum melihat tingkah Thalita.Malampun telah tiba para penghuni rumah Rania sudah terlelap semua tinggal penjaga aja yang belum tidur .Begitu pula dengan Thalita ia sudah tidur dikamar Bams ia tidak terbiasa tidur dengan lampu menyala .ia tidur dengan mematikan lampu kamar
" Kok malam banget mas pulangnya dan nggak bareng sama ibu katanya Ibu juga mau kesini?" tanya satpam pada Bams
" Iya pak... saya duluan tadi Ibu bilang nyusul besuk pak ,kalau begitu saya masuk dulu ya pak cape banget pingin langsung tidur " kata Bams yang sudah kecapaen pingin segera merebahkan diri.
" Ceklek " pintu terbuka
" Oh kamarku merindukanmu " guman bams kemudian mencopot sepatu dan jacket yang ia kenakan ia hanya memakai kaos lengan pendek dan celana boxer langsung tidur ia tidak menyadari ada Thalita dalam kamarnya dalam hitungan menit ia sudah terlelap sambil memeluk Thalita yang ia kira guling dan Thalita sama sekali tidak terganggu tidurnya hingga adzan subuh Thalita terbangun ia kaget begitu melihat dirinya memeluk sosok laki laki yang ia kira guling
" Aaaa.... kamu siapa ?" teriak Thalita
Bams kaget mendengar terikan Thalita seketika langsung bangun
" Kamu siapa ?" tanya Bams tidak kalah kagetnya ada seorang wanita didalam kamarnya kemudian ia menyalakan lampu kamarnya
" Kamu...?" teriak keduanya bersamaan
" Ngapain kamu disini ?" tanya Bams panik
" Kamu yang ngapain nyusul aku tidur " teriak Thalita
" Pede banget ini kamar siapa ?" tanya Bams tidak mau kalah
Mendengar suara ribut ribut dari kamar Bams seketika Rania,Bima dan Rahmawati menuju kamar Bams
" Kalian.... " ucap Rania kaget meilhat Bams dan Thalita satu kamar dalam kondisi bams pakai kaos lengan pendek dan celana Boxer saja sementara Thalita pakai hotpan dan thanktop tanpa Bra
" Kalian apa apaan ini ?" tanya Bima dengan Nada marah
" Kak dia yang salah " kata Thalita mulai ketakutan
" Enak aja elu ... " kata Bams
" Sekarang kakak tanya ,semalam kalian tidur sekamar ? jawab !" ucap Bima dengan nada marah
Thalita dan Bams saling pandang keduanya hanya diam tidak ada yang berani menjawab
" Bams jawab kamu laki laki kan jangan jadi pengecut kamu " kata Bima dengan nada marah
" Iya kak ,tapi ...." belum sempat Bams meneruskan kata katanya dipotong oleh Rania
" Kakak kecewa sama kalian " kata Rania
__ADS_1