PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Kejutan


__ADS_3

Suana hati Arya sedang berbunga bunga ,senyum tak pernah lepas dari bibirnya


" Boss ,keliatanya sedang berbahagia hari ini cerah sekali mengalahkan cerahnya mentari " Ucap Heri assiten kepercayaan Arya


" Aku memang selalu cerah setiap hari ,tidak seperti kau jomblo akut ,makanya buruan cari jodoh biar nggak karatan " ledek Arya pada assistenya yang merupakan sahabatnya semenjak SMA


" Gaya banget ,lima taun kemana aja boss Duness... " kata Heri nggak terima


" Dunes ? apaan itu , dasar jomblo kebanyakan istilah ,btw kosongkaan jadwalku siang ini aku mau pulang cepat " perintah Arya pada sang assisten


"Dunes ... Duda ngenes ,hahha ... " gelak Heri


" Sialan kau ,potong gaji bulan depan !!! aku sudah bukan duda ngenes lagi aku sekarang menjadi ayah sekaligus suami bahagia " ucap Arya tidak terima


" Ampun boss ,jangan potong gaji cicilan masih banyak " cicit Heri


" Aku mau beri kejutan ke Rania ,enaknya belikan apa yah biar dia seneng dia nggak suka tas branded ,perhiasan dan sebagainya " curhat Arya


" Kasih bunga aja boss ,semua cewek kalau dikasih bunga meleleh " ucap Heri


" Tapi aku nggak tau bunga kesukaan Rania " cicit Arya


" Ya tanyalah boss kan bisa kirim pesan " kata Heri merutuki kebodohan bossnya


" Kalau aku tanya nanti bukan surprise dong " kata Arya lagi


" Kan boss bisa nanya temenya ,jangan bilang boss nggak punya no.hp temenya " kata Heri


" Ohhh.... iya ya ,kenapa aku jadi lola gini " kata Arya merutuki dirinya sendiri kemudian mengirim pesan ke Dewi dan ia mendapat balasan bahwa Rania menyukai mawar putih


" Memang boss akhir akhir ini on on setelah menikah lagi ,mana aneh kadang senyum senyum sendiri " batin Heri sambil bergidik membayangkan Arya yang sering senyum senyum sendiri


" Ngapain loh diem sambil geleng geleng ,jangan jangan elo mulai stres Her karena terlalu lama jomblo " ucap Arya


" Idihh si boss ,saya masih waras boss " segar Heri yang diiringi gelak tawa Arya


Sesuai apa yang Arya ucapkan pada Heri hari ini ia pulang lebih awal tak lupa ia mampir di toko bunga dan membeli seikat bunga Mawar putih untuk Rania ia juga membeli coklat kesukaan Rania

__ADS_1


Sementara Rania dirumah dilanda kebosanan ,Rama masih bobo dari tadi siang ia berinisiatip membersihkan kamar Arya ,kini hatinya sudah iklas melihat Arya masih menyimpan benda benda yang berhubungan dengan mendiang istri Arya


" Ini baju mendiang mbak alesha ,cantik banget apa aku coba aja yah toh mas Arya masih dikantor lagian kan kalaupun liat aku kan cuma minjam untuk dipas dibadanku aja " guman Rania kemudian ia memakai gaun milik mendiang alesha mendiang istri Arya


" Ahhh... cantik sekali gaun ini dan pass banget dibadanku ,aku akan beli baju yang seperti ini " guman Rania sambil menatap cermin ia melihat pantulan dirinya di cermin berdecak kagum


Sementara Arya sudah sampai di Rumah sudah tidaak sabar ingin memberikan kejutan kepada Rania


" Mbok dimana istriku " tanya Arya pada mbok minah sang ART dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya


" Itu ..anu den e...mmm.." kata mbok Minah bingung


" Kok malah kaya orang bingung gitu ditanya apa Rania pergi ? " tanya Arya


" Bukan non Rania ada ,dia... dia lagi " belum sempat menyelesaikan ucapanya Arya sudah tidak sabar dan meninggalkan mbok minah


" Semoga semuanya baik baik saja " guman mbok minah


" Rania ..." pangil Arya menuju kamar Rania kosong kemudian ia melihat kamarnya terbuka


" Siapa yang didalam ,kenapa kamarku terbuka dan mbok minah lagi di bawah apa jangan jangan ..." guman Arya bergegas menuju kamarnya


" Alesha.... ini kamu sayang aku nggak mimpi kan " ucap Arya dan seketika Rania menoleh karena mendengar suara Arya meskipun lirih namun ia masih bisa mendengar


" Mas sudah pulang ,kok ngabarin kalau mau pulang cepat " kata Rania sambil membalikkan badan


" Brukk...." bunga dan coklat seketika terjatuh dari gengaman Arya dengan Raut muka memerah Arya mendekati Rania


" Apa yang kamu lakukan dikamarku " bentak Arya


" Mas ini kamarku kan juga kamarku juga aku kan istrimu dulu kamu pernah menawariku tidur disini dan aku menolak kamu ngajak tidur disini karena aku tidak enak dengan mendiang mbak alesha " kata rania dengan penuh keterkejutan dengan kedatangan Arya


" Ya dulu aku memang mengajakmu tidur disini dan kamu menolak tapi kamu tidak berhak lancang memakai baju alesha " teriak Arya yang tidak bisa menahan emosinya seketika Rania menangis tergugu selama menikah dengan Arya baru kali ini ia dibentak Arya


" Maafkan aku mas ,sudah lancang memakai baju mbak alesha aku hanya mencobanya tidak bermaksud memilikinya aku akan segera ganti " kata Rania dengan bercucuran air mata


" Ribuan kali aku katakan padamu bahwa tak ada satupun yang bisa mengantikan posisi alesha dihatiku termasuk kamu " tuding Arya ke wajah Rania

__ADS_1


" Maafkan aku mas " hanya itu yang diucapkan Rania ia segera melepas baju alesha dan menganti dengan bajunya sendiri


" Mbok minahhh..." teriak Arya segara laundri baju ini dan kembalikan ke tempat semula" perintah Arya pada mbok minah


" Dari kantor aku pulang untuk memberi kejutan kepada mu tapi kamu malah memberi kejutan kepadaku " ucap Arya sambil menginjak bunga dan coklat yang niatnya ia berikan pada Rania


" Mbok buang sampah ini " ucap Arya sambil menujuk coklat dan bunga yang sudah ia injak injak


Rania hanya menangis tergugu menyaksikan ini semua


Arya bergegas pergi dengan keadaan emosi


" Mas mau kemana ? jangan pergi dengan keadaan emosi namun ia tidak mengubris ucapan Rania


hingga malam Arya tak kunjung pulang Rania mencoba menghubunginya berkali kali namun tak ada satupun yang diangkat tak putus asa ia mengirim pesan berkali kali memohon maaf ke Arya namun pesanya hanya dibaca


" Aku kirim pesan lagi aja " guman Rania


Rania : mas Rama nangis terus nyari kamu segeralah pulang mas


Namun detik berikutnya hp Arya dinon aktivekan ,seminggu semenjak kejadian itu Arya sama sekali tidak pulang Rania mencoba menghubungi kantor Arya namun sekertarisnya bilang Arya sedang sibuk tidak mau digangu dan Rania selama satu minggu ini juga rajin ke kantor Arya untuk menemuinya namun usahanya gagal


" Ok ,rupanya mas Arya sudah benar benar tidak mau ketemu dengan aku , kalau aku terus disini aku nggak tega sama Rama dia kangen papanya ,kalau kamu tidak mau aku ada disini aku yang akan pergi mas " guman Rania sembari mengemas baju bajunya ke koper


" Bunda mau kemana kok ,bawa koper ,apa bunda mau ningalin Rama seperti papa " tanya Rama


" Maafkan bunda sayang ,bunda pergi sebentar cari papa kamu " bohong Rania pada Rama ia tidak teha mengatakan hal yang sebenarnya


" Mbok bisa kita bicara sebentar dikamarku , Rama disini bentar ya aku mau bicara sama mbok minah " kata Rania


" Ada apa neng ? neng mau kemana kok bawa bawa koper segala " tanya mbok minah


" Mbok titip Rama yah ,aku harus pergi kehadiranku sudah tidak diharapka lagi ,kalau aku terus disini mas Arya nggak bakal pulang aku kasian sama Rama" ucap Rania dengan berderai airmata


" Neng mau kemana ,apa neng tidak kasian lihat aden kecil dia sangat sayang sama neng " ucap mbok minah


" Justru karena aku sayang sama dia mbok aku harus segera meningalkanya ,cepat atau lambat kejadian ini pasti terjadi mas Arya tidak pernah mencintaiku mbok aku hanya cinta sepihak selama ini aku sudah berusaha bertahan tapi akhirnya aku kalah mbok maafkan aku mbok .... maafkan aku juga jika aku banyak salah " ucap Rania denga berderai air mata sambil memeluk mbok minah sebagai salam perpisahan

__ADS_1


" Aku titip surat ini untuk mas Arya ,tolong sampaikan maafku" ucap Rania melepas pelukan mbok minah dan berlalu pergi


__ADS_2