
Pertunangan Thalita dan Bams dilaksanakan dengan meriah ,bunga bunga menghiasi ball room tempat Bams dan Thalita mengikat janji
" Senyum !! jangan sampai orang mikir gue maksa elu buat tunangan " guman Bams
" Emang gue kepaksa tunangan sama elu ,kamu pikir aku bahagia dengan pertungan ini Big no " kata Thalita sambil berbisik ditelinga Bams
" Wah kalian romantis sekali dari tadi bisik bisik mulu ,btw selamat yah semoga lancar sampai kepelamainan amin " kata Arya Sambil mengendong Eliza
"Amin makasih kak" kata Thalita
"Tuh .... kan doa eisa terkabul om dan ante beljodoh ,kan eisa beldoa cemoga om jadi jodohnya tante coalnya cama cama jompo hi.hi.hi..." kata Eliza
" Jadi kamu doain tante sama dia " tanya Thalita sambil menujuk Bams
" Iya ,cemua doa eisa dikabulkan eisa ceneng " kata Eliza
Sementara Bams hanya mendelik sebal.
" Memangnya Eliza sayang doa apa aja ?" tanya Arya penasaran
" Duyu Eisa beldoa supaya punya adek bayi ,telus dikabulkan telus doa lagi cupaya om ban dan ante lita beljodoh telnyata beljodoh " Kata Eliza
" Jadi mama kamu hamil ?" tanya Arya
" Iya om .... Eliza mau puna adek ,om mau eisa doakan juga " kata Eliza polos
" Doakan Om selalu bersama sama anak anak om dan doakan anak anak om selalu bahagia " kata Arya
" Baiklah eisa bakal berdoa agar om belcama cama anak anak om telus dan eisa juga bakal beldoa agal om nggak jompo lagi agal puna anak banak jadi nggak kecepian " kata Eliza
" Om cuma minta bisa selalu bersama anak anak om sampai tua itu aja om udah nggak berharap punya pasangan lagi " kata Arya
" Kenapa om ? " tanya Eliza
" Karena orang yang om cintai sudah meninggalkan om dan dia sekarang sudah bahagia om tidak mau ganggu dia lagi ,sekarang yang terpenting dalam hidup om adalah anak anak om " kata Arya dengan wajah sendu
__ADS_1
" Kacian om ,nanti eisa beldoa agal orang yang om cintai kembali " ucap Eliza polos sambil memeluk Arya
" Nggak usah sayang begini aja om sudah bahagia " kata Arya
" Hallo pak Arya disini juga ,wah cantik sekali putrinya " sapa salah satu kolega Arya yang kebetulan bertemu dipesta pertunangan Bams dan Thalita
" No om ,ini bukan papa eisa .Papa eisa yang itu yang ganteng ituloh yang lagi gandeng cewe cantik dan cewe cantik itu mamaku " terang Eliza sambil menujuk kearah Bima
" Papaku pasti om tenal ,papaku kan hebat namanya papa Bima yang ini om Alya papanya kaka lama " lanjut Eliza
" Oh kamu putrinya pak Bima ,cantik sekali kamu " kata kolega Arya
" Iya om ,aku anak papa Bima " ungkap Eliza dengan bangganya
" Segitu bangganya kamu sama Bima nak ,ini aku papa kandung kamu nak " batin Arya menjerit
" Saya kesana dulu ya pak ,enjoy the party " pamit Arya pada koleganya sebelum Eliza mengoceh lagi soal Bima lebih baik Eliza diajak menjauh
" Om aku mau ikut papa , nanti kalau lama lama papa diambil cama mama eisa ndak mau " ucap Eliza sambil mencebik
" tuluninn....!!! " suara Eliza mulai naik satu oktaf Arya langsung panik
" Iya ...iya om bawa ke papa kamu tapi kamu jangan nangis " ucap Arya pada akhirnya .
Arya berjalan menuju tempat Bima dan Rania disana ia melihat pemandangan yang membuat hatinya ngilu Bima selalu mengandeng Rania dimanapun dia berada dan memamerkan kehamilan Rania pada teman ,sahabat dan koleganya terpancar senyum kebahagiaan dari pasangan Bima dan Rania yang berbanding terbalik dengan suasana hati Arya
" Andai dulu aku tidak menyiayiakan kamu ,andai dulu aku tidak bertidak bodoh ahhhh...." batin Arya semakin berkecamuk saat mendekati pasangan ini
" Bim... Eliza mau ikut kamu katanya " ucap Arya setenang mungkin menahan gemuruh didadanya
" Sini sayang papa gendong ,kangen ya sama papa? " ucap Bima sembari mengambil alih Eliza dari gendongan Arya
Eliza mengeratkan pelukanya seolah lama tidak ketemu dengan Bima berkali kali ia menciumi papa sambungnya .
" Uluh uluh yang udah ketemu soulmatenya mamanya sampe dilupakan " ucap Rania
__ADS_1
" Kan mama ada adek bayi ndak boyeh gendong gendong Eisa duyu kan eisa belat " ucap Eliza
" Dulu sewaktu mama belum hamil adek bayi Eliza juga lebih memilih papa kamu " ucap Rania pura pura marah
" Waduh waduh keluarga pak Bima harmonis sekali ,sampai iri saya pak " kata salah satu kolega Bima
" Terima kasih atas pujianya keluarga bapak saya lihat juga tidak kalah harmonis " kata Bima
" Jangankan saya anda yang nota bene orang lain saja iri melihat kebahagiaan mereka bagaimana dengan saya yang melihat mantan istri dan anak kandung saya bersama orang lain " batin arya kembali meraung
" Aku kesana dulu ya Bim " pamit Arya tidak ingin semakin terluka melihat keharmonisan keluarga Bima
" Ok ,makasih ya udah jagain Eliza " ungkap Bima sementara Arya hanya tersenyum dan menganguk lalu meninggalkan mereka .
Selepas dari pesta pertunagan Thalita dan Bams Arya langsung pulang kerumahnya kedatanganya langsung disambut oleh Rama dan mbok minah
" Papa.... udah selesai pestanya pa kok udah pulang ?" tanya Rama
" Udah papa langsung pulang biar cepet ketemu kamu " kata Arya
" Kok adek nggak diajak kesini pah ,sesekali diajak nginep pasyi seru " kata Rama
" Adek kamu belum mau kalau menginap disini ,kata pengasuhnya kalau belum didongengin Bima dia belum bisa bobo ,kalau Bima pas lembur dia menyempatkan videocall untuk sekedar menidurkan adek kamu " ungkap Arya
" Pantesan adek deket banget sama om Bima ,Papa harus belajar banyak dari om Bima agar bisa merebut hati adek pa " kata Rama
" Iya papa akan belajar lebih banyak lagi dari Bima selama ini papa hanya memikirkan uang untuk kebahagiaan kalian tapi ternyata kalian juga butuh kehadiran papa " ungkap Arya
" Aku seneng semenjak papa kenal dengan adek papa banyak berubah papa jadi banyak waktu buat Rama " ungkap Rama
" Maafkan papa selama ini selalu cuek sama kamu ,papa selalu berfikiran bahwa uang adalah cara papa membahagiakan kamu ternyata papa salah " ucap Arya sembari memeluk sang putra
" Ternyata kehadiran adek pengaruhnya sangat besar buat papa ,aku selalu berharap kita bisa tinggal sama Adek pah " kata Rama
" Papa maunya juga begitu tapi itu semua nggak mungkin ,secara hukum hak asuh ada ditangan Bima dan Eliza juga nggak bisa pisah sama Bima ,bagi papa Eliza sudah tidak takut sama papa lagi aja papa seneng banget " kata Arya
__ADS_1
" Nggak ada yang nggak mungkin pa ,semoga suatu saat kita disatukan kembali entah bagaimana caranya biarlah Yang Maha Kuasa yang menyatukan kita " kata Rama yang kini sudah beranjak remaja