
" Rania !!!! jaga ucapanmu " ucap Arya dengan nada emosi
" Katakan apa yang bisa membuatku bertahan denganmu setelah apa yang kamu lakukan ,kamu cuekin aku ,kamu banding bandingkan aku dengan mbak Alesha ,masa awal awal menikah dengan kamu aku hanya kau jadikan pemuas nafsumu aku masih terima mas ,aku masih bersabar tapi tidak dengan penghianatan demi Tuhan aku tidak bisa terima " jerit Rania hatinya perih teriris sembilu
" Rania maafkan aku ,aku khilaf " Ucap Arya sembari berlutut memohon ampun
" Khilaf mas ? khilaf itu hanya sekali mas sudah berkali kali bohongi aku bahkan menikahi wanita itu di belakangku , lalu lihat ini apa ? ini nota pembelian satu set perhiasan masih ingat waktu itu aku mengira bahwa ini untukku sebagai kejutan darimu tapi apa ? tapi apa Mas ini semua bukan untukku tapi untuk wanita itu yah... wanita yang mas nikahi aku memang tidak ada apa apanya di bandingkan dengan dia scara fisik maupun scara ekonomi kalian memang lebih cocok ,lalu beberapa hari yang lalu kamu bilang keluar kota nyatanya apa kamu sibuk menemani istri baru kamu ini yang kamu sebut khilaf berkali kali kamu bohongi aku ,aku cape mas aku wanita bisa yang punya hati mas " Ucap Rania dengan berderai air mata
" Kamu salah Rania ... ini tidak seperti yang kamu kira ,aku tidak pernah mencintainya sungguh " Ucap Arya frustasi bagaimana menjelaskan pada Rania
" Oh ya ? mas tidak mencintainya tapi kenapa mas dan perempuan itu ke klinik ibu dan anak ,mau main ayunan ? " tanya Rania yang terbakar emosi
"Aku tidak pernah kesana ... sayang itu ..itu hanya " kata Arya terputus ia bingung bagaiman cara menjelaskan pada Rania
"Itu itu apa mas ? Jawab !! nggak bisa jawabkan asal mas tau tepat mas ke klinik ibu dan Anak Dewi ada di sana dan dengan jelas ia melihat mas ,mau ngeles apa lagi " cecar Rania
" Aku hanya mengantar dia periksa aja " jawab Arya gugup
" Oh ya periksa apa ? periksa sakit panu di Klinik ibu dan Anak ? ucap Rania meninggi
" Sayang tolong kendalikan emosimu , ini hanya salah faham please kamu percaya sama aku " ucap Arya memohon
" Salah faham ... ya aku memang salah faham aku kira mas sudah mencintaiku dan menerimaku juga setia kepadaku .... harusnya dari awal aku sadar sehingga aku tidak terluka sedalam ini " Rania tergugu
Arya mendekat mencoba memeluk Rania ,namun langsung ditepis Rania
" Jangan mendekat aku tidak terluka lagi ,pergilah mas tinggalkan aku sendiri " pinta Rania pada Arya
" Sayang jangan begini ,aku nggak bisa jauh dari kamu " Ucap Arya memelas hik...hik.hik.hik... " Rania semakin terisak
Mau tidak mau Arya meninggalkan Rania dikamar sendirian
__ADS_1
" Aku keluar dulu ,supaya pikiranmu lebih tenang setelah itu kita bicara baik baik " ucap Arya namun tak ada sahutan dari Rania
Pagi harinya Rania sama sekali tidak keluar kamar
" Bunda .... bunda kok nggak keluar ayo kita sarapan bareng " terdengar suara Rama dari luar
" Rama sayang dengerin bunda yah , bunda lagi kena covid Rama tau kan apa itu covid jadi sementara waktu bunda diisolasi dikamar dulu " kata Rania membohongi Rama ia tak ingin keluar kamar karena tak ingin bertemu dengan Arya dan juga matanya sembab karena semalaman ia menangis ia tak ingin Rama cemas
" Iya bunda ... bunda cepet sembuh ya , biar bisa main lagi sama Rama " ucap Rama
" Iya doain bunda cepet sembuh yah makasih ya sayang sekarang Rama siap siap dulu sebentar lagi Rama sekolah " kata Rania .
tak berselang lama Rama meninggalkan kamar Rania dan kembali lagi membawa sepotong roti dan susu
" Bunda ini sarapanya Rama taruh di depan kamar ,nanti bunda ambil yah dan dimakan yah biar cepet sembuh " kata Rama
Selama tiga hari Rania sama sekali tidak keluar kamar selama tiga hari pula Rama sibuk menyiapkan sarapan makan siang makan malam dan juga cemilan untuk Rania . anak itu benar benar menyayangi Rania
"Ceklek " pintu terbuka dan Arya langsung masuk ia melihat Rania meringkuk di kasur sambil terisak kemudian Arya mendekat dan memeluk Rania
" Sayang udahan dong marahanya mas nggak tahan kamu diemin kaya gini " ucap Arya sembari menjelajahi leher Rania
namun tiba tiba Rania bangkit dan membuka seluruh bajunya
" Ini kan yang mas mau ,aku sadar peranku hanya sebagai pemuas nafsumu ketika kamu dirumah ,silahkan toh kamu sudah membeliku mahal " ucap Rania sambil meringsek mendekat Arya dengan tatapan nyalang dan dengan perlahan namun pasti Arya mundur
" Maafkan aku sayang .bukan begitu maksudku " Ucap Arya kehabisan kata kata untuk membujuk Rania
" Kenapa nggak jadi hmmm ? aku tak ubahnya seorang ****** yang kau pakai tanpa memakai perasan " ucap Rania dengan emosi
" Baiklah aku akan memberimu waktu aku tidak akan menganggumu aku akan sabar menantikanmu " Ucap Arya kemudian berlalu dari kamar Rania
__ADS_1
Selepas kepergian Arya dari kamar Rania hal yang dilakukan Rania adalah ke kamar Rama
" Aku harus memberi pengertian ke Rama kalau kita udah nggak bisa sama sama lagi " Guman Rania kemudian ia melangkah menuju kamar Rama
" Rama bunda boleh masuk " tanya Rania
" Bunda udah sembuh " tanya Rama gembira
" Bunda tidur disini yah .... bunda kangen sama Rama " tanya Rania
" Iya Rama malah seneng banget kalau bunda mau bobo sama Rama kita kan sudah lama tidak bobo bareng ,nanti bunda bacain dongeng yah " pinta Rama
" Iya sayang ,kamu udah berdoa belum " tanya Rania
" Udah bunda ,udab gosok gigi cuci muka tangan dan kaki ini tinggal siap siap bobo terus dengerin cerita bunda " Ucap Rama antusias
" Good boy ,Rama harus jadi anak yang baik meskipun nanti tidak ada bunda " kata Rania
" Memangnya bunda mau pergi lagi ?" tanya Rama sambil memeluk Rania .ia menjadi iba dengan sang putra ia tidak tega niatnya untuk berpamitan pelan pelan tidak jadi melihat reaksi Rama yang seperti ini
" Kan kita tidak tau apa yang akan terjadi besuk nak... cuma seandainya aja ...udah ahhh malah jadi melow gini bunda ikut ikitan sedih , bunda mendongeng aja yah " kata Rania
" Judul dongengnya itik kecil dan induknya .mau dengar nggak ?" tanya Rania
" Iya bunda kayanya seru ,sebelumnya kan bunda belum pernah cerita ini ke Rama buruan bunda "Cecar Rama pada Rania
" Baiklah ... bunda mulai cerita pada jaman dahalu hiduplah sepasang itik mereka bahagia sekali hingga suatu ketika itik perempuan ini punya anak itik yang lucu dan mengemaskan namun sayangnya induk itik ini harus meninggal karena sakit " Rania mulai mendongeng
" Kasian sekali anak itik ini ditinggal induknya .lalu bagaimana nasib anak itik ini bunda " Tanya Rama
To be continue ....
__ADS_1