PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Kebencian Rahmawati


__ADS_3

Setelah sampai di kafe yang dimaksud Mas Arya aku langsung menanyakan maksud dan tujuan Mas Arya menemuiku


" Mau pesen apa ? " tanya mas Arya


" Nggak perlu mas ,kita disini cuma sebentar apa yang pingin mas bicarakan denganku " ucapku tak sabar


" Sekarang sepertinya kamu sibuk sekali dan penampilanmu sedikit berbeda ,apa pekerjaanmu sekarang " tanya mas Arya


"Menjahit baju "kataku singkat karena aku tidak ingin berlama lama disini


" Kamu semakin cantik dan dewasa sekarang " kata mas Arya


" Memangnya aku dulu nggak cantik ? pantas saja kamu selingkuh dariku " ucapku padanya


" Bukan begitu dari dulu kamu cantik dan sekarang kamu tambah cantik hanya saja aku yang bodoh ,asal kamu tau setelah kepergianmu aku terpuruk pernah suatu ketika aku melihat istri Bima mantan pengacaramu dulu aku membayangkan itu kamu padahal jelas jelas istri bima lagi hamil ,aku seperti terobsesi . aku sakit selama sembilan bulan kata Heri aku seperti wanita yang sedang ngidam sampai suatu ketika beberapa bulan lalu aku merasakan sakit yang luar biasa seperti ada sesuatu yang mau keluar dari perutku aku sampai pingsan dari kejadian itu aku berfikir mungkin ini karmaku padamu maka dari itu aku mohon maafkanlah salahku Rania " ucap mas Arya sembari berlutut


" Bangun mas !!, jangan kayak gini malu tau kita jadi tontonan dan untuk masalalu aku sudah memaafkanmu " ucapku sambil membantu mas Arya berdiri


Kulihat matanya berembun ,dari sorot matanya menggambarkan penyesalan yang teramat dalam .Aku tidak ingin ikut larut dalam suasana segera memutuskan untuk beranjak pergi


" Mas ... aku harus segera pergi aku masih punya urusan maafkan aku ,semoga kamu bahagia mas aku sudah memaafkanmu " ucapku tulus dan segera berlalu dari tempat itu tak ingin lagi menjadi tontonan


"Ran... " ucap mas Arya namun tak kuhiraukan kulangkahkan kakiku meninggalkan kafe


Setelah sampai diparkiran aku perpapasan dengan wanita paruh baya dan putranya siapa lagi kalau bukan Bima dan mamanya


" Oh ... Rupanya setelah tidak berhasil merayu putraku sudah mencari mangsa baru lagi " tuduh mama Bima


"Mama !!! cukup ma kalau mama tidak tau apa apa jangan asal nuduh Rania ini wanita baik baik " sentak Bima ke mamanya


" Diam kamu Bima ! kamu sudah dibutakan wanita murahan ini kamu lihat sendiri barusan dia bersama Arya pengusaha muda itu bahkan laki laki itu sampai berlutut dihadapan wanita ini ,hebat sekali dia " ucap mama Bima sambil menunjuk wajahku


" Terima kasih tante untuk pujiannya kalau begitu saya permisi " sarkasku sambil berlalu


Kulangkahkan kakiku menuju hotel tempat kami menginap rencananya aku langsung cek out namun suasana hatiku sedang memburuk aku putuskan untuk bermalam disini lelah jiwa ragaku .aku tidak ingin pulang dalam keadaan kacau seperti ini ibuku pasti akan terluka .


pov Rania end

__ADS_1


Sementara didalam kafe Arya masih setia duduk di bangku yang ia pesan bersama Rania ada rasa haru ,gembira dan sedih campur jadi satu .


" Boss rupanya disini ,hape susah bener dihubungi habis meeting tiba tiba ngilang" cecar Heri


" Aku ketemu dia Her " ucap Arya dengan wajah berbinar


" Dia siapa ?, perasaan Boss sendirian aja jangan aneh aneh deh Boss udah cukup selama hampir sembilan bulan Boss bikin saya pusing tujuh keliling dengan penyakit boss " Sewot Heri


" Dasar assisten peak ,belum selesai ngomong udah nyerocos kaya kereta " kata Arya


" Lagian Boss aneh ,tadi ketemu siapa hantu ? " ucap Heri asal


" Iya ... dia yang selalu menghantuiku siang malam siapa lagi kalau bukan Rania " ucap Arya sambil tersenyum membayangkan Rania


"Boss serius ? ,gimana ceritanya " tanya Heri


" Ya seriuslah peak !! dia sekarang tambah cantik dia mengenakan jilbab sekarang ,penampilannya juga sangat modis " ucap Arya seulas senyum tersunging dibibirnya


"Her ,bulan ini bonus kamu saya naikkan hatiku sedang gembira her " lanjutnya


Sementara dilain tempat terjadi perang dingin antara Bima dan mamanya semenjak kejadian ditempat fashion show dan kafe dimana mamanya mempermalukan Rania Bima tidak lagi pulang kerumah sebagai bentuk protesnya pada mamanya ia tidak ingin bertengkar dengan mamanya makanya dia memutuskan untuk meninggalkan rumah .


" Fadly cari tau dimana alamat Rumah Rania kekasih Bima " perintah Rahmawati pada Fadly orang kepercayaanya


" Baik Bu secepatnya akan saya kabari " ucap Fadly


" Aku sudah tidak sabar untuk melabrak perempuan itu kerumahnya " guman Rahmawati


Selang satu hari setelahnya Fadly memberi alamat Rania pada Rahmawati.segara setelah mendapatkan alamat ia langsung menuju kediaman Rania


" Lumayan juga Rumahnya " guman Rahmawati setelah sampai dirumah Rania


" Selamat siang bisa ketemu dengan Rania " tanya Rahmawati pada penjaga rumah Rania


" Sebentar bu ,saya sambungkan dulu ke dalam bisa tidak ketemu dengan Ibu " kata penjaga


" Belagu ,sombong banget dia bilang sama dia bahwa Ibu Rahma wati ingin bertemu denganya " kata Rahmawati tidak ada ramah ramahnya

__ADS_1


" Ini Ibu Rania barusan bilang ibu disuruh masuk " kata penjaga


Tanpa babibu Rahmawati langsung nyelonong masuk


" Silahkan masuk Tante " kata Rania ramah


" Tidak usah basa basi panggil Bima kemari dan suruh pulang " ucap Rahmawati


" Maksud Tante apa ?, saya tidak tau Bima ada dimana " kata Rania


" Hallah nggak usah sok polos kamu aku sudah tau Bima tidur disinikan selama tiga hari dia nggak pulang " cecar Rahmawati


" Mas Bima sudah sejak seminggu yang lalu tidak pernah kesini ,saya sungguh tidak tau dia dimana " ucap Rania


"Bima...Bima keluar kamu mama tau kamu disini " tiba tiba Rahmawati berteriak teriak


" Ibu saya mohon jangan kencang kencang ngomongnya anak saya barusan bobok " ucap Rania


" Bima..Bima.." Rahmawati terus terusan berteriak mencari Bima


" Ada apa sih Ran kok berisik sekali anakmu sampai nangis ketakutan begini " ucap Ibu Rania keluar dari kamar Eliza


" Ibu siapa kenapa berteriak teriak dirumah orang nggak sopan banget " cecar Ibu Rania


" Eh siapa kamu ? pembatu Rumah ini ? enggak usah sok ikut campur urusanku dengan majikanmu ,lebih baik cepat panggil Bima " ucap Rahmawati


" Ihhh dandanan kaya ibu sosialita kelakuan kaya tarzan ,saya kasih tau pertama saya bukan pembantu dirumah ini yang kedua siapa anda berani beraninya bertindak tidak sopan dirumah anak saya yang ketiga dirumah ini tidak ada yang namanya Bima" ucap Ibu Rania tersulut emosi


" Pantesan Ibunya udik kaya begini makanya anaknya jadi janda gatel " ucap Rahmawati


tanpa aba aba Ibu Rania mendekat dan menampar pipi Rahmawati


" Plak ....kurang ajar kamu ngatain anak saya janda gatel " emosi Ibu Rania memuncak ia tidak terima anaknya dihina sedemikian rupa


" Tante lebih baik pergi tinggalkan rumah saya pintu keluar disebelah sana sebelum saya minta satpam untuk mengusir tante " ucap Rania


" Kurang ajar kamu yah ... ok saya pergi tapi ingat urusan kita belum selesai " kata Rahmawati

__ADS_1


__ADS_2