
Setahun sudah kepergian Bima meninggalkan Rania .namun Rania masih belum bisa move on .sedangkan Eliza kini sudah pintar melayangkan protes ke mamanya rupanya is masih kekeh Rania balikan sama Bima. Eliza masih sering ngambek tidur dirumah Thalita kadang kadang juga tidur dirumah omanya sebagai bentuk protesnya.
Hingga larut malam mata Thalita sukar sekali dipejamkan .Eliza tidak pulang lagi dia menginap dirumah omanya .Hati kecil Rania sangat merindukan Eliza gadis kecil yang selalu membuat keceriaan seisi rumah .Rania menatap langit langit kamarnya
" Mas Bima andai kamu masih ada semua tidak akan menjadi serumit ini ,mas kenapa kamu tega tinggalin aku sendiri hiks...hiks...lihatlah mas setelah kepergianmu semua terasa sulit saat saat bersamamu semua kita lalui dengan mudah hik..hikss..." Rania terus terisak ia teringat dengan Bima
Saat Rania sedang sibuk meratapi nasibnya ponselnya berdering satu nama tertera disana yaitu Arya
" Hallo mas ,ada apa kenapa malam malam menghubungiku " tanya Rania
" Hallo Rania ,sorry ganggu malam malam . Aku barusan dapat kabar kalau pak Wisnu sahabatnya Bima masuk Rumah sakit karena serangan jantung sekarang dirawat di rumah sakit Medika ,aku mau kesana kamu mau ikut nggak ?" tanya Arya
" Aku ikut mas ,soalnya pak wisnu itu dulu deket banget sama mas Bima .Aku mau kasih support buat istrinya .lagian Rumah sakitnya juga dekat dengan Rumahku " Kata Rania
" Aku udah dijalan deket Rumah kamu " kata Arya
" Tunggu bentar mas ,aku siap siap dulu " kata Rania
Tak lama kemudian mereka sampai dirumah sakit dimana Wisnu dirawat.
" Makasih ya kalian udah datang " ucap Istri Wisnu
" Kamu yang sabar ya , semoga cobaan ini segara berlalu " ucap Rania memberi semangat pada Istri Wisnu
" Gimana keadaan Kamu Wis " sapa Arya pada wisnu
"Yah beginilah aku , makasih ya sudah menyempatkan diri menegokku " Kata Wisnu
" Wah kalian serasi sekali ,kenapa kalian nggak balikan aja " Kata Istri Wisnu .Sementara Arya dan Rania terdiam
" Rania ...kamu jangan terus terusan menutup diri .Bima akan sedih kalau kamu tidak mau membuka diri kasian Eliza ia terbiasa mendapat banyak cinta dari Bima tiba tiba Bima dinyatakan meninggal anak itu pasti sangat terpukul .Saat ini ia butuh sosok Papa yang selalu ada buat dia seperti waktu Bima masih hidup dan Arya tidak bisa menemuinya setiap hari karena kesibukanya tapi beda cerita kalau kalian menikah Eliza akan mendapatkan kasih sayang seperti yang dulu ia dapatkan dari Bima " Ucap Istri Wisnu menasehati Rania
Sementara Rania hanya diam membisu sambil sesekali terisak.Arya yang melihat Rania sepeti itu langsung mengajak Rania pulang ia tidak ingin wanita yang ia cintai terterkan
__ADS_1
" Wisnu kami pamit dulu,kasian Baby Bima kalau ditinggal lama lama " pamit Arya
" Iya kalian hati hati ,Rania tolong pikirkan perkataanku .Aku sayang sama Eliza " ucap istri Wisnu
Dalam perjalanan pulang Rania tidak mengucapkan sepatah katapun Arya memaklumi sikab Rania .Rasanya ingin memeluk wanita yang ia cintai untuk menenangkanya namun apalah daya status mereka bukan siapa siapa lagi .Sampai dirumah Rania masih kepikiran dengan omongan istri wisnu berputar putar bagai kaset dalam otaknya
" Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan berilah aku petunjukmu " Ucap Rania
Pagi hari Rania bangun tanpa semangat sama sekali .ia menengok kamar Eliza masih kosong sekosong hatinya saat ini
" Assalamualaykum.... " sapa Rahmawati pagi itu ia berkunjung ke kediaman Rania
" Waalaikum salam ma " ucap Rania sembari memeluk menantu kesayanganya
" Lingkar mata kamu kok hitam begitu ,kamu kurang tidur ya ?" tanya Rahmawati
" Enggak ma " ucap Rania mencoba berkilah
" Mama sudah nggak sayang aku lagi ?" tanya Rania
" Justru mama sayang sama kamu mama pingin kamu bahagia bersama anak anakmu kamu butuh pendamping hidup nak ,mama tau scara financial kamu tidak kekurangan .Bima dan Eliza akan semakin tumbuh besar .Kamu nggak sayang Bima anak kamu " tanya Rahmawati
" Kenapa mama ngomong kaya gitu ,jelas aku sayang banget sama Bima dia satu satunya belahan jiwaku bersama mendiangmas Bima " kata Rania
" Kalau kamu sayang sama Bima .harusnya kamu kasian sama dia anak sececil itu tidak pernah mendapat kasih sayang seorang papa " Cecar Rahmawati
"Aku bisa memberikan kasih sayang sebagai seorang Ibu dan ayah sekaligus ma ,lagian masih ada Bams ,papa dan Bapak dikampung ma " kata Rania masih kekeh dengan pendirianya
" Kasih sayang Bams itu bukan kasih sayang papa terhadap anaknya tapi sebagai kasih sayang om dengan ponakanya kalau nanti Bams sudah punya anak sendiri ia akan lebih fokus dengan anaknya sendiri.sementara kakek kakeknya kasih sayang mereka beda dengan kasih sayang seorang ayah " kata Rahmawati
" Tapi ma... " kata Rania
" Sudahlah kamu pikirkan dulu kata kata mama ,oh ya nanti Eliza kamu yang jemput ya soalnya mama ada acara arisan " kata Rahmawati tak ingin berdebat lagi dengan menantunya
__ADS_1
" Iya ma... " kata Rania
Siang harinya Rania menjemput Eliza kesekolahanya .kini Eliza sudah TK B sambil menunggu Eliza keluar Rania duduk ditaman depan sekolah Eliza tiba tiba ia melihat seorang anak kecil menangis histeris orang tua anak itu kuwalahan menenangkan anaknya . Rania mendekat bermaksud membantu ibu ibu tadi menenangkan anaknya
" Ibu kenapa anaknya menangis begitu " tanya Rania
" Dia diejek temen temenya katanya " kata Ibu ibu tadi.Rania mendekat dan mengendong anak yang menangis tadi
" Udah nak jangan nangis lagi kasian mama kamu sampai panik begitu ,coba kamu cerita ke tante kenapa kamu menangis begitu " bujuk Rania sambil terus mengendong anak itu
" Kata temen temen aku , Ical anak nakal makanya nggak punya papa huaaa..a.a.a..a..a" tangis anak tersebut kembali meledak
" Memangnya papa kamu kemana ?" tanya Rania lagi
" Huaaa.a.a.aa.a..a.a" anak tersebut kembali histeris Rania menepuk nepuk pantat anak tersebut akhirnya anak tersebut diam hingga tertidur
" Sebenarnya papanya Ical sudah meninggal jeng " kata ibu ibu tadi kepada Rania
" Deg...." bagai dihantam palu hati Rania sakit sekali mendengar perkataan Ibu ibu tadi
" Jadi anak ini menangis karena diejek temen temenya karena papanya meninggal ,Ya Tuhan....
apakah nanti Bima akan seperti anak ini " batin Rania mulai berkecamuk tanpa sadar ia meneteskan air mata
" Jeng kenapa ikut menangis " tanya Ibu ibu tadi .
" Tidak apa apa bu ,ini anaknya ketiduran dan sepertinya anak saya juga sudah keluar" kata Rania
" makasih ya jeng atas bantuanya " kata Ibu ibu tadi
" Mama..... !!!!" panggil Eliza pada Rania
" Sini sayang .... maafin mama ya sayang ,Eisa juga minta maaf ma eisa juda tayang cama mama " kata Eliza
__ADS_1