PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Kepergian Bima


__ADS_3

" Cepet kembali Eliza sangat tergantung sama kamu ,sebaiknya kamu nggak usah pamitan sama Eliza lagi takunnya dia kembali histeris " saran Arya


" Aku pergi dulu Arya ,titip mereka ya " Ucap Bima sekali lagi seraya memeluk Arya Erat


" Hati hati Bim ,semua orang menanti kepulanganmu jaga kesehatan disana " ucap Arya


Bima hanya menganguk lalu meningalkan rumah Arya ,berkali kali ia menoleh kebelakang untuk memastikan Eliza tidak menangis kembali . Sesaat kemudian ia sudah sampai dibandara ia membeli bunga dan mengirimkannya pada supirnya untuk diberikan pada Rania


setelah pulang sopir langsung memberikan bunga pada Rania sesuai pesan Bima


" Bu ... ada titipan bunga dari Bapak " kata Sopir Rania


" Tumben banget mas Bima mau pergi membelikan bunga biasanya kalau pulang baru dibelikan " guman Rania


" Wah romantisnya kak Bima ,aku jadi iri sama kak Rania " kata Thalita yang barusaja datang berkunjung


" Eh ada pengantin Baru " kata Rania


" Kak Rania beruntung banget dapet suami kaya kak Bima ,walaupun sudah lama berumah tangga Romantisnya nggak berubah " kata Thalita


" Iya ... dia memang begitu ,aku bersyukur dipertemukan dengan kakak kamu ,hidupku menjadi lebih indah dan berwarna dia memang selalu romantis ,sebenarnya aku melarang dia ke KL ,semenjak hamil aku nggak mau jauh dari dia " curhat Rania


" Aduhduhhhh... Romantisnya melebihi pengantin baru " Kata Thalita


" Ini aja aku udah kangen padahal baru beberapa jam dia berangkat " kata Rania wajahnya bersemu merah


" Kakak kaya ABG lagi jatuh cinta " kata Thalita sambil terkikik


" Thalita kita me time yuk nyalon bareng ,sebagai seorang istri kita harus tetap cantik biar suami kita senang ,kamu tenang aja biar nanti kakak yang bayar " kata Rania


" Ok.... siapa takut ,mumpung Eliza lagi dirumah papanya jadi kita bisa berlama lama " kata Thalita


Sementara dikediaman Arya .Eliza gadis kecil itu masih menangis menyebut Bima terus terusan sampai akirnya dia kelelahan dan tertidur .


" Mbak Lastri Eliza sudah Bobok ?" tanya Arya


" Sudah pak ,sepertinya dia kelelahan nagis terus dari tadi panggil panggil pak Bima " kata Suter Lastri

__ADS_1


" Emang biasanya dia begitu kalau di tinggal Bima ?" tanya Arya


" Enggak pak , Biasanya nggak begini dulu ditinggal dua minggu juga nggak papa yang penting pak Bima Rajin Video call aja pulang bawa boneka gitu aja biasanya " terang suster Lastri.


" Ya udah kamu istirahat dulu mumpung Eliza masih tidur ,nanti kalau Eliza mau biar bobok disini tapi kalau tidak mau biar diantar Eko pulang setelah bangun tidur " kata Arya


" Iya pak ,kalau begitu saya permisi " ucap Lastri


Menjelang sore Eliza terbangun dia tidak mau pulang sedang merajuk pada Bima rupanya .Arya segera menghubungi Rania bahwa Eliza tidak pulang .Malam beranjak keperaduanya suasana sepi menyelimuti rumah Arya namun laki laki dewasa ini belum terpejam dia masih di ruang kerjanya.


" Mbok sudah malam kok belum tidur ?" tanya Arya


" Mbok nggak bisa tidur Den ,makanya mbok melihat tayangan TV " kata Mbok minah


" Memangnya ada acara apa kok kelihatanya seru banget " tanya Arya


" Tadinya mau lihat sinetron terus tiba tiba ada berita kecelakaan pesawat " kata mbok minah


" Lebih baik tidur saja mbok ini sudah malam " kata Arya


" Ke Kuala Lumpur " jawab Arya singkat


" Den.... itu pesawat yang jatuh penerbangan ke kuala lumpur " kata Mbok minah


" Deg ..." jantung Arya berdetag kencang seolah mau copot ia langsung bergabung dengan mbok minah melihat siaran televisi tentang kecelakaan pesawat


" Ya Tuhan .... semoga Bima selamat " belum sempat Arya melanjutkan perkataannya terdengar suara Eliza menangis dari dalam kamarnya


" Papa.....huaaaaaa...papa janan pelgi " suara Eliza melengking Arya langsung berlari kearah kamar Eliza


" Cup...cup...sayang jangan menangis sayang ,kenapa sayangnya papa mimpi buruk ya ?" tanya Arya


" Tadi Eliza liat Papa Bima pakai baju putih dia bilang mau pelgi jauh .....huaaaaaaa.....aaa papa....huaaaaa....Eisa mau papa " Eliza semakin menjadi tangisnya


" Ini suster buatkan susu ,diminum dulu terus bobo lagi " kata suster Lastri


" Ndak mau... Eisa cuma mau papa huaaa.....aaaa Papa....huaaaaa" Eliza terus saja menangis

__ADS_1


Seisi rumah kelimpungan menenangkan Eliza ,Arya kebingungan bangaimana cara membujuk Eliza semua orang berusaha membujuk Eliza agar tenang namun usahanya sia sia Arya berinisiatif mengantar Eliza pulang namun gadis kecil itu tidak mau sampai jam dua dini hari Eliza baru tertidur .Arya sampai lupa tentang berita kecelakaan pesawat ia terlalu fokus menenangkan Eliza dini hari semua penghuni Rumah Arya baru tertidur .


" Eliza belum bangun mbak ?" tanya Arya pada suster Lastri


" Belum pak ,tidurnya masih pules banget " kata Suster Lastri


" Ya sudah biar aku kasih kabar ke Rania hari ini Eliza nggak usah sekolah dulu " kata Arya


Sesaat kemudian


" Hallo selamat pagi Bi ,Ibu ada? ini dari Arya " kata Arya menghubungi rumah Rania karena ponsel Rania dihubungi Arya namun tidak ada yang mengangkat


" Hallo Pak Arya ,Ibu anu...itu di bawa kerumah sakit " kata Art Rania


" Memang sakit apa ?" tanya Arya


" Semalam Ibu dapat pangilan dari mana gitu ,katanya pesawat yang Bapak tumpangi mengalami kecelakaan terus Ibu pingsan sama pak Bams langsung dilarikan kerumah sakit sampai sekarang belum pulang " kata Art Rania


" Innalilahi wainnalillahirojiun ,semalam saya sempat lihat beritanya mau nanya Rania soal pesawat yang kecelakaan itu namun Eliza rewel sampai pagi .ya udah kalau begitu biar saya hubungi Bams saja " kata Arya


Beberapa saat kemudian Arya menghubungi Bams menanyakan keadaan Rania rupanya Bams maish dibandara ,Arya menyarankan Bams untuk menungui Rania dirumah sakit sementara dia yang akan kebandara mencari informasi kebaradaan Bima


" Heri hari ini aku tidak kekantor kuserahkan urusan kantor padamu ,Pesawat yang ditumpangi Bima mengalami kecelakaan " kata Arya pada Heri sang assisten


" Baik Boss , sebaiknya nanti boss jangan terlalu lama dibandara takutnya non kecil bangun dan mencari Boss saat ini non kecil lebih butuh Boss " kata Heri menyarankan Arya


" Iya aku tidak akan lama ,aku kan menyuruh orangku untuk stay disana aku segera pulang ,takut kalau Eliza histeris lagi semalaman dia menangis mungkin dia punya firasat akan kecelakaan pesawat yang Bima tumpangi ,semenjak Bima mau berangkat Eliza sudah rewel dan kekeh Bima tidak boleh berangkat " kata Arya


" Bisa jadi Boss karena non kecil sangat dekat dengan pak Bima " kata Heri


" Papa aku tidak sekolah aja mau jaga adek dirumah takutnya kaya semalem " kata Rama meminta ijin pada Arya


" Kamu harus sekolah dirumah udah banyak orang yang jaga adek kamu ,papa mohon nanti jangan bicara apapun soal Om Bima pada adekmu " kata Arya


" Pah ... aku nggak bisa pah Rama tidak tenang pah ,nanti disekolah juga nggak bisa fokus ,lebih baik Rama nggak usah sekolah aja " pinta Rama


" Ya sudah kalau begitu ,papa pergi sebentar kamu jaga adek kamu pokonya hindari kata kata yang berhubungan dengan Bima dan Rania ,sekarang Bundamu juga masyk rumah sakit .papa pergi dulu " ucap Arya sambil mengecup kening Rama

__ADS_1


__ADS_2