PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
64


__ADS_3

Suasana persidangan berlangsung sangat alot ,masing masing pihak mempunyai dalil yang kuat untuk memenangkan kasus perebutan hak asuh atas Eliza.


" Yang mulia saya bersaksi bahwa kakak saya Rania sebagai tergugat selama menjalani hidup berumah tangga dengan penggugat sering terjadi pertengkaran .Penggugat sering mengabaikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga jadi saya mohon pertimbangkan kembali untuk mengambil hak asuh anak mereka " kata Bams mantab


" Keberatan yang mulia klien kami tidak pernah melalaikan tanggung jawabnya terhadap istri dan anak anaknya bahkan keluarga tergugat ketika masih menjadi istri penggungat juga menjadi tanggung jawab penggungat " sanggah pengacara Arya


" Saudara Pembela biarkan saudara saksi menyampaikan kesaksianya dahulu " kata hakim ketua


" Saudara saksi ada yang ingin anda sampaikan lagi ?" lanjut Hakim ketua


" Begini yang mulia ,perceraiaan kakak saya dan penggugat terjadi karena adanya perselingkuhan " kata Bams


" Keberatan yang Mulia masalah ini tidak ada kaitanya sama sekali " sanggah pengacara Arya


" Begini yang Mulia masalah ini kaitanya sangat erat dengan hak asuh terhadap klien kami biarkan saksi menyelesaikan kesaksianya dahulu " kata Bima


" Ok lanjutkan saudara saksi " kata Hakim ketua


Bams menceritakan kronologi perceraian Rania dan Arya sidang berlangsung sangat lama dan alot suasana sidang terasa panas .Hakim memutuskan sidang dilanjutkan minggu depan Bima dan Bams langsung berlaulu dari ruang sidang namum dihadang oleh Arya


" Jangan harap kalian bisa memenangkan kasus ini " kata Arya menyeringai


" Lakukan sesuka hatimu dan berlapang dadalah menerima kekalahanmu " ucap Bima santai


" Kamu belum tau siapa aku Bima jadi jangan terlalu percaya diri " sangggah Arya


" Justru aku kenal betul siapa kamu jadi aku sudah tau kemana arah pembicaraanmu , pesanku siapkan mentalmu Bro " kata Bima sambil menepuk bahu Arya


" Sombong sekali dia ,bagaimanapun caranya aku harus memenangkan kasus ini " guman Arya


Bams melangkah menyusul kakak iparnya


" Kak bagaimana kalau mas Arya nyogok hakim ,dia kan punya uang dan kekuasaan " kata Bams cemas


" Bams kamu seperti nggak punya Tuhan saja ,takut pada manusia.Kita usahakan yang terbaik sisanya biar Tuhan yang mengaturnya ,satu hal yang harus kamu lakukan jangan asal bicara didepan Rania ,

__ADS_1


nanti dia berkecil hati belakangan ini kondisi kesehatanya menurun .Masalah ini kita hadapi bersama jangan libatkan kakakmu anggap ini sebagai pelajaran buat kamu untuk mengahadapi kasus kasus besar berikutnya " Nasehat Bima


" Makasih Kak ,kakak memang panutanku aku bangga punya kakak selalu santai dalam menghadapi masalah tapi hasilnya tidak pernah mengecewakan dalam hal apapun kakak mengahdapi masalah dengan kepala dingin " ucap Bima sambil memeluk Bima


" Nggak usah peluk peluk kaya teletubies ,malah dikira homo idih " kata Bima sambil bergidik


Setelah dari pengadilan Bima memutuskan untuk segera pulang sementara Bams kembali lagi kekantor


" Pa ...gimana sidangnya tadi " tanya Rania harap harap cemas


" Ya ...ngak gimana gimana ,semuanya lancar berkat doa kita semua " ucap Bima sambil memeluk Rania


" Syukurlah pa...Aku percaya sama Papa "ucap Rania


" Nggak boleh percaya sama papa namanya Musrik " kata Bima


" Iya deh papa bener ,makin sayang sama papa " kata Rania yang masih betah memeluk Bima


" Bentar Papa mandi dulu ,gerah nih " kata Bima


" Mama ini aneh banget ,dan tau nggak mama ini akir akir ini manja banget manjanya melebihi Eliza " ungkap Bima


" Nggak tau kenapa kadang akir akir ini aku suka iri kalau liat papa sama Eliza kadang aku sampai nangis sendiri aku tuh kaya cemburu gitu sama anakku sendiri " lanjut Rania


" Udah ahh... aku mandi dulu nanti lanjut bikin keringat " kata Bima sambil mengerling


" Tapi pah.....aku masih pingin mencium aroma tubuh papa sebelum mandi " rengek Rania


" Mandi sebentar Raniaku yang cantik " kata Bima membujuk Rania agar melepaskan pelukakannya dan dengan terpaksa Rania melepaskan pelukkanya.


Selesai mandi Bima dan Rania memadu kasih ,namun kali ini ada yang berbeda Rania tampak lebih bersemangat dari biasanya membuat Bima semakin bahagia


" Kamu hebat sayang " kata Bima setelah selesai melakukan aktivitas ranjang mereka


" Papa juga hebat ,Mama makin cinta sama papa " Ucap Rania

__ADS_1


###


Sementara dikediaman Arya pria tampan itu sedang berdiskusi dengan Heri dan tim kuasa hukumnya membicarakan langkah langkah yang harus diambil agar bisa memenangkan hak asuh Eliza.Arya tidak peduli mau pakai cara apapun yang penting hak asuh Eliza jatuh ketangannya.


Sidang selanjutnya digelar kembali dengan mengahadirkan saksi dari pihak Arya .Mereka menyewa orang untuk menyudutkan pihak Bima .Mereka bersaksi bahwa Rania dan Bima telah berselingkuh sejak lama tentu saja hal ini dibantah oleh Bima dan timnya Bima meradang kemudian ia meminta bukti kepada pihak Arya


" Yang mulia kami juga punya bukti perselingkuhan Ibu Rania dan Pak Bima selama Ibu Rania masih menjadi istri pak Arya jadi mohon dipertimbangkan kembali mengenai hak asuh anak yang saat ini masih dibawah Ibu Rania" kata pengacara Arya


" Keberatan yang mulia ,saya mengenal istri saya setelah dia menunjuk saya menjadi pengacaranya dalam kasus perceraian mereka dan kami baru bertemu kembali saat saya menangani kasus adek Rania yang kini menjadi ipar saya " sanggah Bima


" Saudara penggugat bisa anda tunjukan kepada kami bukti perselingkuhan yang dilakukan bapak Bima dan Ibu Rania" kata Hakim ketua


Kemudian dari tim pengacara Bima memberikan foto tidak senonoh pria dan wanita yang wajahnya mirip dengan Bima dan Rania


" Bagaimana yang Mulia bukti sudah jelas didepan mata " kata pengacara Arya yang merasa diatas angin


" Keberatan yang mulia, ijinkan kami untuk membuktikan bahwa foto itu haisl editan kami akan menghadirkan ahli telematika untuk menelaah foto tersebut " kata Bima


" Keberatan diterima sidang dilanjutkan minggu depan dengen pembuktian dari ahli telematika " kata Hakim ketua


Setelah selesai persidangan Bams meradang ingin menghajar Arya karena sudah memfitnah kakaknya namun dicegah oleh Bima


" Jangan kamu kotori tanganmu dengan orang orang yang punya pikiran kotor menghalalkan segala cara untuk mencapai keiginananya " kata Bima


Sedangakan Arya hanya menyeringai merasa diatas angin .


" Anda jangan merasa senang dulu Tuan Arya yang terhormat masih ada sidang berikutnya " kata Bima pada Arya


" Akui saja kekalahanmu Bima " ucap Arya sambil terkekeh


" Kita lihat siapa yang akan tertawa belakangan " Sarkas Bima


" Silahkan buktikan dipengadilan selanjutnya tapi jangan menyesal bila anda tidak bisa membuktikan apa apa " kata Arya memprovikasu


" Bams segera tinggalkan tempat ini kita langsung kekantor " kata Bima

__ADS_1


Kemudian Bima dan Bams meninggalkan Arya menuju mobil masing masing dan langaung ke kantor mereka guna menyusun rencana untuk sidang selanjutnya


__ADS_2