PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Akhir kisah


__ADS_3

Hari hari yang dilalui Arya dan Rania dipenuhi dengan kebahagiaan .Tawa canda senantiasa menghiasi hari hari mereka .Arya setiap akir pekan selalu meluangkan waktu untuk keluarga .


" Pah weekend ini kita jadikan menginap di puncak " tanya Rama yang sudah tidak sabar untuk berlibur bersama keluarga tercinta


" Jadi dong sayang , kelihatanya anak papa yang satu ini udah nggak sabar " ucap Arya


" Benel pa ,kak lama udah nggak cabal kalena mau ketemu kakak cantik belponi deket vila " ucap Eliza yang langsung dibungkam Rama dengan kedua tanganya.


Rania hanya tersenyum melihat keakrapan anak anaknya .


" Jangan di bungkan begitu ,engap adeknya .Tangan kamu sekarang udah lebar " kata Arya memperingatkan Rama


" Wleeeekkkkk... " Eliza menjulurkan lidah setelah lepas dari Rama .


" Awas kamu ya dek " ucap Rama


" Sudah sudah makan dulu bercandanya nanti lanjutkan lagi " ujar Rania


" Adek yang mulai cari gara gara, ma " Rama mengadu pada Rania


" Eliza jangan jail sama kakak " ucap Eliza


" Eisa ndak jail ,eisa kan cuma ngomong apa adanya ,ya kan pa ?: ucap Eliza meminta pembelaan dari papanya


" Rama kamu sudah besar .ngalah dong sama adeknya " ujar Arya


" Ta....tattaa...pa..pa...paaa " celoteh Baby Bima


" Oh jagoan papa mau nimbrung juga " ucap Arya sembari menciumi Baby Bima lalu mengendongnya


" Papa kalau sudah ada baby Bima kita dilupakan ya dek " ucap Rama


" Iya ... " ucap Eliza cemberut


" Kalian kan sudah besar masa ngiri sama adek sendiri ya dek ya " ucap Arya sembari menciumi pipi gembul Bima .


" Kalian sayang nggak sama baby Bima ?" tanya Arya


"Sayang banget pa " ucap Eliza dan Rama kompak.


Setiap hari mereka selalu berebut baby Bima ,tapi pemenangnya selalu Arya .Baby Bima nampaknya sudah sangat nyaman dengan Ayah sambungnya .Weekend yang ditunggu tunggu tiba .Rania dan anak anaknya berkemas hendak ke puncak .Sementara Arya sibuk bermain dengan Baby Bima


" Coba kita punya adek baby lagi ,pasti baby Bima tidak dimonopoli papa " ucap Rama


" Papa kan udah janji mau kacih adek baby pelempuan kok pelut mama macih langcing ...ahhh papa boong " protes Eliza


" Kan masih otw sayang " kata Arya


Rama dan keluarganya beserta suster yang menjaga anak anak ikut kevila bersama mereka .


" Mama kok pucet banget ?" ucap Arya


" Nggak tau pah ,rasanya pusing banget dan pingin muntah " ucap Rania


" Kalau gitu mama ,istirahat dulu " kata Arya .Sambil memapah Rania ke kamar Vila


" Mama tiduran dulu ,biar papa pijat kakinya " ucap Arya .Rania hanya pasrah menerima perlakuan Rama sedari tadi ia merasa pusing yang berlebihan

__ADS_1


" Kaki mama dingin banget ,sebentar papa ambilin kaos kaki dan pakaiin ke mama " ucap Arya sembari membuka koper dan mencari kaos kaki untuk Rania


" Mama mau kemana ,istirahat dulu jangan kemana mana " kata Arya saat melihat Rania hendak beranjak dari ranjangnya


" Mama mau ketoilet pa " ucap Rania


" Papa gendong ya ,takutnya mama jatuh .Mama lemes begitu papa jadi kawatir " ucap Arya


" Aku baik baik aja pa , aku bisa sendiri ke toilet " ucap Rania kemudian berjalan menuju toilet baru beberapa langkah tiba tiba ia terjatuh


" Brukkk..." Rania terjatuh dan pingsan


" Mama.... ma bangun ma ,jangan kaya gini " ucap Arya memeluk tubuh Rania yang dingin


" Bangun ma... bangun " ucap Arya lagi sambil menepuk nepuk pipi Rania


" Pa... ada apa ? " tanya Rama mendengar suara papanya yang panik dalam kamar ia menyusul ke kamar Arya dan Rania


" Rama ... mama kamu pingsan kamu telepon dokter segera " Perintah Arya


" Iya pa ," ucap Rama langsung menghubungi dokter


Tak lama kemudian dokter datang namun Rania belum siuman


" Bagaimana keadaan istri saya dok ,kenapa dia tidak bangun bangun " ucap Arya panik


" Istri dan anak bapak baik baik saja. Ibu Rania hanya kelelahan saja sebentar lagi dia akan sadar " ucap dokter


" Anak , Maksudnya bagaimana dok ?" tanya Arya


" Jadi bapak tidak tau kalau saat ini Ibu Rania sedang mengandung.untuk memastikannya Bapak langsung ke dokter obgyn " terang dokter


" Kalau begitu saya permisi dulu pak ,pesan saya Ibu Rania jangan capek capek dulu kondisi janinya masih rentan " kata dokter


" Iya dokter terima kasih " ucap Arya


" Mas... aku dimana " terdengar suara Rania lirih


" Sayang kamu sudah bangun " kata Arya sambil menciumi istrinya


" Kamu mau apa ,minum ?" tanya Arya


" Anak anak dimana ?" tanya Rania


" Mereka diluar sayang " kata Arya


" Aku tadi pusing banget mas " kata Rania


" Kata dokter ,scara keseluruhan kondisi kamu dan calon anak kita baik baik saja " ucap Arya sambil mengecup kening Rania


" Maksud kamu calon anak kita , Aku hamil mas ?" tanya Rania


" Iya Baby Bima akan punya adek ,jadi anak kita jadi empat " ucap Arya dengan binar bahagia


Rania mengelus perutnya yang masih rata dan menangis haru


" Mulai sekarang kamu nggak boleh capek " perinta Arya

__ADS_1


" Baby Bima biar sepenuhnya dipegang oleh suster kalau malam biar aku yang jaga Baby Bima " ucap Arya


" Apa ini tidak berlebihan mas ?" tanya Rania


" Tidak sayang ,kan kamu bisa pantau Baby Bima setiap saat " kata Arya


" Tapi kalau kamu udah pulang kerja Baby Bima kamu monopoli sendiri sampai kita semua nggak kebagian momong Baby Bima " ucap Rania sambil mengerucutkan bibirnya yamg membuat Arya gemas dan langsung membungkamnya dengan bibirnya .


"Tok..tok..tok , mama buta pintuna eisa mau macuk " tiba tiba terdengar suara Eliza


" Wah ... anakmu tidak pengertian sayang " ucap Arya


" Itukan juga anak kamu " ucap Rania sambil tertawa


" Ceklek " pintu dibuka ,Eliza langsung nyelonong masuk


" Sayang .... mamanya baru sadar jangan diajak bercanda dulu sayang " ucap Arya


" Iya pa... mama janan pinsan ladi ya ,eisa takut " ucap Eliza sambil berembun matanya


" Sayang mau denger berita bahagia nggak ?" tanya Rania


" Iya ma... mau " ucap Eliza


" Didalam perut mama ada adek bayi lagi " ucap Rania


" Hole... aku puna adek bayi " ucap Eliza


" Sekarang nggak boleh minta gendong mama dulu ,kasian adek bayinya " ucap Arya


" Iya pa " ucap Eliza patuh


" Ma... setelah kondisi kamu pulih kita kedokter ya ,liat adek bayinya " ucap Arya. Rania menganguk pertanda setuju


Hari berikutnya Rania sudah tampak sehat .Ia dan Arya ke dokter obgyn untuk memeriksakan kandunganya .Sampai diruang dokter Rania langsung diperiksa oleh dokter


" Kita lihat dedek bayinya ya Bapak/ Ibu " ucap dokter


" Ini mereka sedang tumbuh dirahim Ibu " kata dokter lagi


" Maksud dokter mereka ?" tanya Arya


" Anak bapak dan Ibu kembar " ucap dokter .Arya langsung sumringah bahagia dan tak percaya ia dan Rania dikarunia anak kembar


" Ini anak yang pertama ya Bapak/Ibu ?" tanya dokter


" Bukan dok ini anak kami yang keempat dan kelima " ucap Arya dengan binar bahagia


" Wah... saya tidak menyangka loh Bapak dan Ibu masih muda anaknya sudah mau Lima " ucap Dokter hampir tidak percaya


" Yang pertama sudah Smp yang kedua Tk yang ketiga 2th " ucap Arya


End ....


Selesai sudah perjalan cinta Rania yang akhirnya bahagia bersama Arya . simak juga kisah Bams dan Thalita di judul " Bams dan Thalita "


Terima kasih kepada readerku yang sudah membaca karya author remahan renginang ini yang tentunya banyak kekurangan di sana sini

__ADS_1


Love you all


__ADS_2