
" Sayang aku pulang ..." terdengar suara mas Arya dari luar rupanya ia baru pulang dari kantor
Aku harus mengecek ,bau tubuhnya ada tidak parfum perempuan dari beberapa film yang aku tonton bila laki laki selingkuh dan berpelukan dengan perempuan lain maka bau parfumenya akan tertinggal di bajunya .aku langsung menghampirinya dan memeluknya sambil mengendus bau parfume perempuan namun hasilnya nihil
" Mas aku bawain jasnya " pintaku pada mas Arya
" Ini bawalah ,tumben jasku sampai dicium cium begitu " Ucap mas Arya
" Aku lagi pingin aja menghirup arlma tubuh mas melalui jas ini " bohongku jelas tidak masuk akal namun sepertinya mas Arya tidak begitu mempedulikan aksiku ,begitu mas Arya masuk kamar mandi aku cek baju baju yang barusan ia pakai siapa tau ada petunjuk namun lagi lagi aku tak menemukan apa apa
" Mungkin aku yang terlalu berlebiha n curiga sama suami sendiri " aku lega kecurigaanku tidak terbukti
tiba tiba ponsel Mas Arya berdering nama pemangilnya Benny
" Oh Rupanya pak Benny rekan bisnis mas Arya " gumanku .yah aku mengenal pak Benny dengan baim dia rekan bisnis mas Arya
" Mas ada telephone dari pak Benny " teriakku pada Mas Arya
" Biarkan saja nanti aku hubungi dia " kata mas Arya dari kamar mandi
tak berselang lama mas Arya keluar dari kamar mandi dan sepertinya mau nelphone balik pak Benny ,tapi kenapa harus keluar ruangan nggak biasa biasanya dia begitu .aku mencoba mengikuti dari jarak jauh aku liat muka mas Arya tegang dan sepertinya sedang marah marah sama pak Benny
" Ah.... sepertinya mas Arya sedang ada masalah sama pak Benny " batinku aku putuskan kembali ke kamar namun mas Arya tak kunjung kembali .saat aku sedang membaca novel mas Arya masuk
" Maaf lama sayang ,biasa sayang pak Benny ngajak cerita ngalor ngidul nggak jelas " tutur mas Arya
" Perasaan tadi mas Arya marah marah ,masak dia bilang dengerin pak Benny cerita ahh sudahlah pusing aku " batinku
Aku tidak ambil pusing dengan segala keribetan perusahaan mas Arya.Pagi hari saat mas Arya mandi ponselnya berdering nama pemangilnya masih sama pak Benny aku coba memangil mas Arya namun tak ada sahutan kemudian kuputuskan mengangkat telephone siapa tau ada yang penting nanti aku sampaikan
" Hallo , Sela..." belum selesai aku berbicara telephone sudah dimatikan .tepat saat itu mas Arya keluar dari kamar mandi wajahnya tegang
" Kamu kok buka hp mas " kata mas Arya dengan raut kecewa sepertinya pingin marah atau apalah sulit kugambarkan eskpresinya saat itu
"Ponselmu bunyi dari tadi ,aku udah panggil pangil kamu tapi tidak dengar ,trus aku inisiatif untuk mengangkat tapi baru aku angkat langsung dimatikan " ucapku
" Syukurlah " guman mas Arya pelan namu masih dapat kudengar wajahnya langsung berubah gembira tidak setegang tadi
" Kok syukur ,aneh banget sih mas " kataku protes
__ADS_1
" Bukan begitu maksudku , hmmm maksudku gini aku bersyukur karena ...hmmmm...itu proposal yang ia minta sudah siap tinggal meeting aja kita " ucapnya meyakinkan
" oh kirain apaan ,ya udah gih ... cepet cepet sarapan terus berangkat kerja " kataku
" Makasih sayang kamu memang terbaik " ucapnya seraya memelukku
" Mas siang aku mau belanja keperluan kita mas mau nitip apa ? " tanyaku
" Belanja dimana di mana sayang ? " tanya mas Arya
"Tumben tumbenan dia nanya aku mau belanja di mana ?" batinku
"Di mall biasanya mas ,memang kenapa mas ? " tanyaku
" Nggak papa cuma nanya aja ,ya udah aku berangkat dulu kamu jaga diri baik baik dirumah dan hati hati bila nanti jadi pergi " nasehat mas Arya
Kemudian mas Arya melalukan Rutinitasnya pun dengan aku langsung memulai aktivitasku siang hari setelah aku menjemput Rama aku mengajak makan siang di restouran favoritenya
" Bunda liat itu kaya mobil papa " kata Rama
" Mana bunda kok nggak liat ,itu diseberang sana barusan masuk ke restouran seberang ,kita makan siang di sana aja bunda gabung sama papa " ajak Rama
" Mobil papa nggak ada sayang berarti kamu salah liat,berhubung kita sudah sampai disini kita harus masuk cape bolak balik sayang " kataku pada Rama
begitu aku masuk restouran
" Itu papa bunda kata Rama ,kok papa kaya tergesa gesa gitu yah " kata Rama
" Mana sayang perasaan dari tadi bunda nggak liat papa " ucapku pada Rama
" Tadi ada bunda papa lagi tergesa gesa gitu sambil narik tante tante berambut pirang " kata Rama
aku clingak clinguk lagi namun aku tak menemukan keberadaan mas Arya
" Aduh sayang udahlah sekarang lebih baik kita makan yah " ucapku pada Rama
" Coba ditelephone bunda " Rama berinisiatif
Aku menuruti perkataan Rama namun tidam diangkat
__ADS_1
" Nggak diangkat sayang ,mungkin papa lagi sibuk " kataku berusaha berpikir positif tak lama setelah itu ada pesan masuk dari gawaiku dari mas Arya
Mas Arya : Sayang telephone nanti yah aku lagi meeting
Begitulah pesan dari mas Arya kemudian aku perliatkan pada Rama ,dia nampak kecewa aku berusaha menghiburnya setelah makan siang aku mengajaknya ke mall belanja dan menemani dia bermain sebentar
" Mas tadi siang Rama bilang liat kamu di Caroline resto " aku coba memancing reaksi mas Arya dia nampak tenang dan menjawab
" Tadi siang aku malah nggak sempet keluar dikantor kerjaan banyak aku makan siang dari bekal kamu " Ucapnya meyakinkan
" Tapi kayaknya Rama yakin banget mas " pancingku lagi
" Namanya juga anak anak sering halu " jawabnya sambil tersenyum
" Oh ya sayang besuk aku keluar kota lagi paling nginep satu hari " pamitnya padaku
" Kok akhir akhir ini kamu sering keluar kota mas ,sama siapa sama Heri enggak aku keluar kota sama pak Benny juga " Ucapnya
" Ya udah hati hati " Ucapku
Pov Rania end
Sehabis Rania menjemput Rama ia mampir ke toko kue langgananya tak sengaja bertemu dengan istri Benny
" Eh jeng Rania apa kabar ,sendirian aja ? " tanya Yunita istri pak Benny
" Alhamdulillah baik jeng ,Iya sendirian suami lagi keluar kota sama suami jeng kan ? " tanya Rania
" Suamiku nggak keluar kota kok jeng tapi jam segini dia masih dikantor jadi nggak bisa ngater he.hehe " ucap Yunita
" Oh begitu ,mungkin kemarin saya salah dengar , maaf ya " ucapku menutupi kegalauan hatiku
" Berarti mas Arya bohong batinku " mataku mulai berembun
" Jeng kok malah bengong " ucap Yunita
" Ah nggak kok Jeng ,ya udah kalau begitu permisi jeng Rama saya tinggal dimobil saya duluan ya " pamit Rania dia tidak ingin berlama lama disitu takut nggak kuat nahan tangis
Didalam mobil dia hanya diam sekuat tenaga dia tidak ingin menangis dihadapan Rama
__ADS_1