
" Kalau begitu saya pamit pulang dulu Bapak ,ibu ,Bams dan Rania " kata Bima
" Maafkan Ibu ya kak , tadi sepertinya Ibu salah makan " kata Bams
" Nggak apa apa Bams ,kakak pulang dulu " kata Bima
" Hati hati Bim... Maafkan Ibuku yah " Kata Rania tidak enak
" It's ok , bye .... " kata Bima sembari meninggalkan kediaman Rania
Sepanjang perjalanan pulang Bima melamun memikirkan nasib percintaanya
" Ya..Tuhan cobaan apa lagi ini ,susah payah aku membuka hati Rania yang digembok rapat akibat percerainya dengan Arya begitu dia bisa membuka hati untukku ,mama menentang hubungan kami dan sekarang mama merestui giliran Ibunya Rania yang tidak merestui kami ,Ya Tuhaa...n sebenarnya apa rencanaMu " guman Arya
Begitu sampai rumah ia langsung disambut oleh adek dan Ibunya
" Mana cucu mama kok pulang sendiri " kata Rahmawati
" Iya kak... mana Eliza " tanya Thalita
" Maafkan aku Ma ,Thalita aku tidak bisa bawa pulang Eliza " kata Bima tidak bersemangat
" Kenapa nggak bisa ,apa cucu mama sakit ? " tanya Rahmawati cemas
" Nggak Ma, Eliza baik baik aja ... cuma masalahnya keluarga Rania disana semua " belum sempat melanjutkan ucapanya ibunya sudah menyela
" Bagus dong kita kesana aja sekalian kenalan sama calon besan " ucap Rahmawati percaya diri
" Jangan Ma.... mama harus sabat sedikit ,sepertinya sekarang Ibunya Rania tidak merestuiku lagi mah ... aku harus gimana ma ? " ucap Bima bimbang
Thalita langsung memeluk sang kakak untuk memberikan kekuatan dan support untuknya
" Kakak yang sabar ya... pasti ada jalan suatu saat nanti ,Thalita yakin itu " kata Thalita menyemangati Bima
" Maafkan Mama sayang semua ini terjadi pasti gara gara mama " ucap Rahmawati penuh penyesalan
" Ini bukan salah Mama ,mungkin ini sudah jalanya ma kisah cinta Bima penuh lika liku " kata Bima
__ADS_1
###
Sementara dikediaman Rania ,Ibu Rania tengah dinasehati Suharjo (Bapaknya Rania )
" Ibu ... tolong kita ini dikampung orang jaga bicara dan perilaku kita disini meskipun ini rumah anak kita tapi kita juga harus menjaga kesopanan termasuk cara kita berbicara kepada siapapun juga ,Bapak malu sekali dengan nak Bima Ibu ngomongnya ketus terus sama dia .Salah dia apa coba ?" tanya Suharjo pada Istrinya
" Habis Ibu kesel sama mamanya ,Bapak sih belum pernah ketemu mamanya dan mendengar sendiri bagaimana dia menghina anak kita .Ibu sakit hati pak " kata Ibu Rania
" Terus kalau kamu sakit hati sama emaknya kamu lampiaskan pada anaknya begitu Bu ?" tanya Suharjo
" Habisnya Emaknya juga nyakitin hati Ibu lewat Rania ,apa salahnya ibu melakukan hal yang sama biar impas ,biar dia tau bagaimana rasanya melihat anaknya sedih " kata Ibu Rania mengebu
" Lalu apa bedanya Ibu sama Emaknya nak Bima ?" tanya Suharjo
Ibu Rania hanya diam tidak menjawab pertanyaan suaminya
" Bu... tidak semua kejahatan kita balas dengan kejahatan ,apalagi kita membalasnya melalui orang lain yang tidak tau apa apa itu tidak adil buat dia " nasehat Suharjo
" Iya ... Ngerti " kata Ibu Rania
" Ngerti apa ?" tanya Suharjo
" Terserah ... Ibu mau ngomong apa yang penting bersikablah baik kepada semua orang " Nasehat Suharjo
Seminggu sudah keluarga Rania menginap dikediaman Rania selama seminggu itu pula Bima tidak pernah berkunjung ke Rumah Rania kebetulan Bima sedang ada dinas keluar kota
" Ran Besuk Ibu mau pulang ,tolong kamu bookingkan ticket pesawat Ibu pingin naik pesawat " kata Ibu Rania
" Ngapain naik pesawat Bu ,biasanya juga naik kereta ,nambah nambahin biaya aja " kata Bapak
" Emang Ibu berani naik pesawat ,gaya gayaan naik pesawat ntar mabok siapa yang ngurusin nggak usah aneh aneh deh Bu" kata Bams
" Ibu udah pingin banget naik pesawat ,nanti kalau udah sampai kampung Ibu bisa cerita ke tetangga kalau ibu udah pernah naik pesawat kan keren kapan lagi naik pesawat mumpung kita disini " kata Ibu Rania masih ngotot pingin naik pesawat
" Niat Ibu udah nggak bagus dulu, naik pesawat hanya untuk pamer,lagian kalau cuma pingin naik pesawat besuk aja sekalian kan Rania udah daftarin kita umroh pasti nanti juga naik pesawat jadi Ibu sabar dulu " kata Suharjo
" Ibu pinginnya sekarang ,kenapa harus nunggu umroh Ibu sudah nggak sabar " sewot Ibu Rania
__ADS_1
" Lagian kalau Ibu mabok pesawat siapa yang ngurusi Ibu ,ya kalau bapak nggak mabok juga ,scara bapak juga belum pernah naik pesawat " ucap Suharjo
" Ya Bams lah... dia suruh nganterin kita dulu " kata Ibu Rania kekeh
" Udah biarin aja pak kalau Ibu pingin naik pesawat ,biar Rania bookingkan terus kamu Bams anterin Bapak dan Ibu dulu nanti balik lagi kesini kalau mau liburan disini " kata Rania menegahi
" Idih.... Bams kan cape kalau bolak balik " ucap Bams
" Terus mau bagaimana lagi ,kamu tau sendiri kalau Ibu sudah punya kemauan susah untuk dilarang ,kakak tambahin uang jajan buat kamu deh tapi kamu anterin Bapak dan Ibu " kata Rania membujuk Bams
" Aku Bisa apa kalau Bunda Ratu sudah bertitah kalau tidak dituruti bakal neror kita kak " kata Bams
" Itu kamu tau ...Ibu kaya gimana pake acara nolak segala yang ada kita bakal diteror terus " ucap Rania sambil terkekeh
Keesokan paginya keluarga Rania berpamitan pulang ,dengan wajah sumringah Ibu Rania meninggalkan kediaman Rania
" Owalah ini to yang namanya bandara bagus banget ya pak " ucap Ibu Rania terkagum kagum
" Ibu nggak usah norak gitu malu dilihatin orang orang " bisik Bams ditelinga Ibunya
" Eh pak tau gitu tadi Ibu pinjem kaca mata hitam Rania " kata Ibu Rania
" Buat apa ? Ibu jangan aneh aneh deh " kata Suharjo
" Ya buat gaya gayaan lah ... kan Iebih jadi keren, Oh ya Bams sini foto Ibu dulu sambil nunggu pesawat berangkat " kata Ibu Rania
Bams hanya menuruti Ibunya .dia memotret Ibunya dengan berbagai gaya .sementara Suharjo hanya bisa geleng geleng melihat kelakuan istrinya
" Udah ahhh.... fotonya Ibu mau beli minum dulu haus " kata Ibu sambil berlalu
" Mbak mau beli air mineral 3 yah "kata Ibu Rania sambil memberikan selembar uang dua pulub ribuan
" Maaf bu uang ini hanya untuk satu buah air mineral masih kurang empat puluh ribu Bu " kata pramuniaga Ramah
" Mbak mau peras saya ya ? masa air mineral harganya satu notol kecil dua puluh ribu " kata Ibu Rania mengebu
" Ibu tolong dilihat dipapan semua harga makanan dan minuman sudah tertera ... kalau Ibu tidak jadi beli tidak masalah " kata penjual Ramah
__ADS_1
Bams melihat Ibunya membuat keributan kemudian mendekati Ibunya dan meminta maaf pada pramuniaga di Bandara
" Bams ngapain sih kamu pake minta maaf segala sama mbaknya tadi ,wong Ibu nggak salah kok harusnya dia yang minta maaf karena udah memeras kita ,dirumah kita jualan air mineral kaya gitu cuma empat ribuan dia jual dua pilub ribuan " ucap Ibu Rania masih ngotot