
" Eliza om boleh minta tolong nggak " pinta Arya
" Om mau inta tolon apa ?"
" Panggil om ,dengan sebutan papa" kata Arya lagi
" Om lutu deh ... hi.hihih.hi om kan bukan Papaku macak aku pandil papa " ucap polos Eliza yang menampilkan deretan gigi putihnya
" Aku Papamu sayang .... Papa kandung kamu " batin Arya menjerit
" Eliza mau kan main ketempat kak Rama nanti kita main disana om beliin eskrim yang banyak ,boneka yang banyak " Rayu Arya
" Esim banak .... boneka belbi juga ...wau.... mau ...om mau " kata Eliza dengan mata berbinar
Seketika senyum Arya mengembang tidak menyangka reaksi Eliza akan sesenang ini
" Tapi om... Eisa halus idin cama Mama dan Papa duyu ,nanti kalau mama,Papa boyeh eisa itut om " kata Eliza lagi
" Kenapa harus bilang mama dan papa nanti malah nggak boleh boneka sama eskrimnya gimana nggak jadi kan sayang " Arya memcoba memprovokasi
" Ndak boyeh begitu om,Eliza kan anak baik ,anak pintal hayus ijin duyu kalau mau kemana mana " papar Eliza
" Sesekali kan nggak apa apa nggak ijin asyik loh ,mama dan papa kamu biar jalan jalan sendiri saja " bujuk Arya lagi
" Om natal ... Eisa ndak mau temenan ama om " Protes Eliza
kemudian ia menatap tajam ke arah Arya .Seketika Arya langsung kaget mendapat reaksi seperti ini.ia memutuskan untuk mengejar dan mengendong Eliza .
" Lepatin... Eisa ndak mau temenan cama om .hua...aaaa" tangis Eliza pecah
Arya kebingungan bagaimana cara menenangkan Eliza yang terus menangis dan meronta ronta .kepala sekolah yang mendengar tangis Eliza langung mendekat .
" Pak ada apa ini kenapa Eliza menagis kenceng banget " tanya kepala sekolah
" Sebaiknya Ibu diam ,ini urusan saya dan putri saya " ucap Arya
Sontak Kepala sekolah kaget ,ia tidak mengerti kenapa Arya berkata seperti itu ,sepengetauan dia Eliza anak dari Bima dan Rania
" Ms .... toyong eisa ,eisa tatut huhu.huu..." Eliza semakin menagis
kencang
" Eliza kamu diam dong ,papa bingung kalau kamu nagis terus" ucap Arya mulai frustasi
" Om butan Papaku ,eisa mau puwang eisa mau papa Bima ..huaaaa" tangis Eliza makin menjadi
Tanpa berkata apa apa lagi Arya tetap mengendong Eliza pergi dia tidak menghiraukan tangisan Eliza
" Pak itu Eliza mau dibawa kemana ?" tanya kepala sekolah
__ADS_1
" Bukan urusan kamu " kata Arya yang masih dikuasai emosi karena tidak berhasil menenangkan Eliza
Arya terus melangkah maju menuju mobilnya Eliza terus menangis dan meronta ronta namun Arya tidak mempedulikanya
" Eisa mau puwang om.... huhu..uuu eisa mau papa Bima " Eliza masih saja menangis didalam mobil sambil berusaha membuka sabuk pengaman
" Sayang udah dong nangisnya papa bingung harus bagaimana supaya kamu diam " kata Arya
" Mau papa Bima ... papa toyong eisa ...eisa tatut hu..uuu..." Eliza terus menagis
Sebenarya Arya merasa kasian dengan Eliza yang terus menangis dan meronta hatinya sakit mendapat penolakan dari Eliza .Lelah menagis dan meronta Eliza tertidur dimobil Arya
" Maafkan Papa sayang ,Papa sayang sama kamu .Suatu saat kamu pasti akan tau bagaimana sayangnya papa sama kamu " guman Arya sembari merapikan anak rambut Eliza yang berantakan
Sampai dikediaman Arya disambut oleh mbok minah
" Cantik sekali anak ini ? dia siapa ?" tanya mbok minah
" Dia Eliza putriku dengan Rania tolong bawa dia ke kamarku ,baringkan pelan pelan jangan sampai terbangun " tutur Arya
" Nanti aku jelaskan semua ,sekarang bawa Eliza dulu " seolah tau apa yang dipikirkan mbok minah
" Aku keruang kerjaku dulu ,tolong jaga dia " lanjut Arya
" Iya Den " kata mbok minah singkat ingin bertanya lebih banyak lagi namun ia urungkan niatnya karena ia tau Arya sedang banyak pikiran .
###
" Sudah sampai kak ,Kakak tunggu disini aja biar aku yang kedalam aku kangen banget sama itu bocah meskipun kemarin seharian bersamanya tapi berasa masih kurang " kata Thalita
" Yaa udah ,Kakak tunggu dimobil " kata Rania
Tak berapa lama kemudian Thalita kembali seorang diri tanpa ada Eliza dengan langkah gontai ia menghampiri Rania
" Mana Eliza ?" tanya Rania
" Kak ..." belum sempat ia melajutkan kata katanya airmatanya mengalir tanpa diundang
" Loh kok malah nangis mana Elizanya ,nggak usah pake acara prank prank kakak lagi nggak pingin prank " kata Rania
" Ini bukan prank kak, Eliza sudah tidak ada disekolah dia di bawa orang " lanjut Thalita
" Dibawa orang siapa ? jangan bercanda ini nggak lucu " Rania mulai panik
" Kata penjaga sekolah dia dibawa pemilik Yayasan ini " ujar Thalita
" Bagaimana bisa ,ini nggak mungkin barusan aku ketemu Pak Yakup di minimarket depan " kata Rania lagi
" Bukan Pak Yakup ,tapi namanya Arya .Yayasan ini sudah dibeli oleh orang yang bernama Arya " ungkap Thalita
__ADS_1
Rania sudah tidak sabar lagi ,ia langsung masuk kedalam sekolah dan menemui kepala sekolah awalnya kepala sekolah tidak mau mengaku Rania langsung mengancam akan mempoliskan dia akirnya kepala sekolah memberitau kalau Eliza dibawa Arya dan Arya yang dimaksud adalah Arya mantan suaminya .Seketika Penglihatan Rania menjadi buram dan ia tak sadarkan diri Thalita panik dan menghubungi Bima
" Hallo Assalamualaikum Kak, kak gawat kak " kata Thalita sambil menagis
" Waalaikum salam Thalita ,kenapa apanya yang gawat " tanya Bima
" Kak Rania pingsan " kata Thalita
" Kenapa tadi baik baik saja ,posisi kamu dimana" Bima jadi panik
" Aku disekolah Thalita ,kakak sebaiknya jemput Eliza kata kepala sekolah dia dibawa oleh orang yang bernama Arya .Kak Rania biar aku yang handle " kata Thalita
" Brengsek ..." Bima langsung mematikan sambungan telephonya
Bima bergegas menuju kediaman Arya .Sekuat tenaga ia menahan emosi mendengar Rania pingsan dan dia juga membayangkan Eliza pasti ketakutan dirumah Arya
" Asalamualaikum...." Sapa Bima begitu sampai dikediaman Arya
" Waalaikum salam Den ,silahkan masuk " Kata mbok Minah
" Pak Arya ada mbok " tanya Bima
" Ada Den ,tapi dia tadi berpesan tidak ingin diganggu dulu " kata mbok minah takut takut
" Bilang pada Arya kalau Bima yang datang suruh dia temui saya sekarang " kata Bima mulai tersulut emosi
" Tapi... Den " kata mbok minah
" Apa perlu saya bawa polisi kesini " kata Bima mulai Emosi
Dari dalam kamar Eliza mendengar Suara Bima .Eliza langsung menangis sekencang kencangnya ia berusaha membuka pintu kamar naasnya pintu terkunci dari luar
" Papa.... huaaa....aaaa,Eisa atut hua.....aaa" terdengar tangisan Eliza
" Itu suara anak saya tolong bawa dia kesini dia pasti ketakutan " kata Bima masih bersabar dan membujuk mbok Minah
" Ada apasih ribut ribut terdengar suara Arya ,dan kamu Bima ngapain kamu kesini bikin anakku bangun" kata Arya
" Bugh...." satu pukulan melesat diperut Arya
" Keluarkan anakku ,kamu tuli ... tidak dengar anak sekecil itu menangis dalam kamar sendirian kamu kunci dia didalam ,dimana otak kamu " cecar Bima yang sudah dikuasai Emosi
" Anakmu ? jangan mimpi kamu dia anakku darah dagingku ,aku sudah membuktikan lewat test DNA kamu tidak bisa mengelak lagi " kata Arya pongah
" Cuih... ,berani sekali kamu test DNA tanpa seijinku kamubtau tindakan kamu ini melanggar hukum " ucap Bima sambil meludah
" Dan satu lagi ,kalau kamu ayahnya kamu tidak akan mengurung anakmu sampai dia menjerit jerit ketakutan seperti itu " Lanjut Bima lagi
" Itu bukan Urusanmu " kata Arya
__ADS_1
" Bugh...." satu pukulan lagi mendarat diperut Arya