PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Demo warga


__ADS_3

Pov Rania


"Ya Tuhan ....bagaimana ini , hiks ...hiks..." aku menangis sambil memegang perutku yang masih Rata


" Maafin bunda sayang ,bunda tidak tau kehadiran kamu ... maafin bunda juga sudah misahin kamu dengan papa kamu ,sehat selalu ya nak di dalam sana " kembali keuelus perutku yang masih Rata dengan penuh haru .


Jalan kehidupan setiap orang memang berbeda beda begitu pun denganku ,di saat aku menantikan kedatangan buah hatiku saat masih bersama mas Arya ia tak kunjung datang namun setelah berpisah malah dia datang .sedih dan gembira adalah dua hal yang aku rasakan saat ini .sedih karena kasian dengan buah hatiku yang harus hidup dari keluarga yang tidak utuh aku tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya setelah ini.gembira karena aku sudah lama menantikan kehadiranya ada perasaan tersendiri yang tidak bisa aku gambarkan tentang kehamilanku ini .


"Kamu harus kuat sayang ,bunda sayang sama kamu " ucapku sambil berkali kali kuelus perutku


Aku harus memiliki pekerjaan demi anak yang aku kandung ,aku putus membeli peralatan jahit karena pekerjaan ini yang menurutku paling gampang saat ini .


Hari berikutnya aku membeli peralatan jahit dan aku tempel papan di depan Rumahku " Rania Tailor " perlahan namun pasti banyak warga yang datang kekontrakanku untuk menjahitkan baju mereka kata mereka jahitanku enak dipakai syukurlah aku senang karyaku banyak diminati


" Mbak saya minta tolong dijahitkan seragam pkk ya mbak tapi jangan lama lama " ucap salah satu pelangganku


" Insya'allah ya bu , doakan saya sehat selalu agar pesanan bisa tepat waktu


Begitilah aktifitasku sehari hari makin hari makin membludak pesananku akhirnya aku memutuskan untuk cari karyawan untuk membantuku kini aku memiliki lima karyawan .kehidupan ekonomi mulai membaik .aku putuskan untuk sewa tempat untuk menjahit karena kontrakanku terlalu sempit bila orderan membludak begini. sebelum aku membuka jahitan di kampung ini ada seorang penjahit namanya Hani .semenjak aku datang dan membuka jahitan dan kebanjiran order ia jadi sepi aku pernah menawarkan kerja sama dengan dia namun ditolak mentah mentah


" Hei Orang baru ,pakai jampi jampi apasih kamu semua pelanganku lari semua ketempatmu " Ucapnya kala itu langsung nyablak di depan langgananku


" Maaf mbak Hani saya tidak pernah menggunakan penglaris ataupu jampi jampi seperti yang mbak tuduhkan .alangkah baiknya kita kerja sama saja bila ada orderan kita kerjakan bersama sama dan hasilnya kita nikmati bersama " Ucapku memberi win win solution


" Cuih ... nggak sudi aku kerja sama dengan penjahit amatiran kaya kamu aku sudah menjahit di kampung ini puluhan tahun ,kamu siapa cuma penjahit baru saja gayanya sudah kaya penjahit profesional " Ucap Hani


" Kalau begitu maafkan saya bila mbak kurang berkenan " ucapku tulus


" Aku nggak sudi maafin kamu kecuali kamu pergi dari kampung ini

__ADS_1


" katanya dengan penuh emosi


" Mana bisa begitu mbak Hani .kami sudah cocok dengan jahitan mbak Rania jahitanya enak dipakai bila ada komplain selalu di tanggapi dengan baik dan juga harganya Ramah dikantong , beda dengan kamu udah mahal bajunya nggak enak dipaki kalau dikomplain marah marah jadi kami terpaksa jahit ditempat kamu dulu karena nggak ada penjahit lain sekarang kan cetitanya lain .dan kamu nggak bisa seenaknya nyuruh orang utuk pergi emangnya kamu siapa " kata pelangganku mereka kompak membelaku


"Awas kamu Rania liat apa yang akan aku lakukan sama kamu jangan sampai kamu menyesal nanti " ucap Hani sembari meninggalkan tempatku


Semenjak kejadian itu Hani tidak pernah lagi membuat masalah denganku karena aku selalu dibela pelangganku


Kehamilanku mulai membesar .hal ini dimanfaatkan Hani untuk mengompori warga yang lainya hingga bisik bisik tetangga mulai terdengar hingga memerahkan kupingku


" Hati hati buk ,sekarang ada pelakor di kampung kita " seloroh Hani


" Lagaknya aja sok lugu padahal binal cuih...." ucap ibu ibu yang lainya


" Liat tuh perutnya buncit hamil nggak ada suami , anak siapa itu jangan jangan hasil ngelacur membuka griya jahit hanya sebagai kedok saja " ucap salah satu ibu ibu yang bergosip


kudekati mereka sebenarnya aku tidak suka keributan namun aku tidak suka anakku dianggap anak haram


" Maaf ya ibu ibu ,saya merasa tidak pernah menyakiti kalian dan menganggu kalian tapi kenapa kalian tega bicara serendah itu tentang saya ,dengar ya ibu ibu anak yang saya kandung ini punya bapak saya tidak pernah sekalipun berzina " ucapku lantang


" Kalau binal ya binal aja nggak usah sok suci ,kalau punya suami kenapa kami belum pernah melihat sekalipun jangan jangan kamu mengoda suami suami kita dasar binal " ucap emak emak gemuk tadi


" Cukup ibu ibu !!! anda anda sekalian tidak bisa memfitnah saya seenaknya saya bisa melaporkan ibu ibu semua atas dasar pencemaran nama baik ,tuduhan ibu tidak berdasar kapan ibu ibu pernah melihat saya bersama seorang laki laki ? tanyaku mulai geram


" Hallah maling mana ada yang ngaku ....huuu..." teriak mereka serempak


" Kita usir saja dari kampung ini ia hanya bawa sial " kat salah satu emak emak


Malam harinya warga bergerombol kerumahku mereka berdemo meminta aku meninggalkan kampung ini

__ADS_1


" Usir ...usir .usir " teriak ibu ibu dari luar kontrakanku mereka melempar batu sampai kekontrakanku


" Tenang ibu ibu !! " ucap pak RT


Aku memberanikan diri membuka pintu jujur aku sangat ketakutan dengan banyaknya warga di depan rumahku ,aku merasa seperti tersangka perzinahan


" Ya Tuhan selamatkan aku " doaku dalam hati


" Tenang tenang jangan ada yang bicara kita selesaikan masalah kita baik baik " ucap pak RT


Kemudian aku dibawa ke Rumah pak RT untuk dimintai keterangan ingin rasanya aku mati saja saat itu tak ada satupun anggota keluargaku aku hanya seorang diri harus menghadapi masa yang begitu banyak dengan tuduhan keji mereka


" Ibu Rania apa benar yang dituduhka ibu ibu ini bahwa ibu hamil tanpa suami dan anak siapa yang ibu kandung ini tolong jawab dengan jujur " Tanya pak RT


" Benar saya hamil pak "kataku


" Huuuuu... dasar ****** " teriak mereka


" Kalian semua diam dulu biarkan Bu Rania bercerita .Lanjutkan bu" kata pak RT


" Saya memang hamil pak ,tapu demi Tuhan saya tidak pernah berzina saya punya suami meskipun kini saya sudah bercerai saya mengetahui kehamilan saya setelah bercerai dari suami saya " ucapku jujur


" Bisa ajakan dia ngarang " Ucap Hani


" Atau benar dia memang pernah bersuami terus dicerai karena ketahuan berselingkuh " sambung Hani lagi


" Huuuu..." teriak ibu ibu


" Jika memang apa yang ibu katakan itu benar saya kasih waktu tiga hari pada ibu untuk membuktikan .selebihnya tiga hari tidak ada keterangan maka saya anggap tuduhan ibu ibu yang ada di sini benar " Lanjut Pak RT

__ADS_1


__ADS_2