
Pov Arya
Aku tak pernah menyangka bahwa kakak Arleta (wijayanto )selicik itu ,pantas saja waktu itu aku pukuli dia tidak berusaha melawan balik rupanya ini dijadikan senjata untuk melaporkanku ke polisi .nasi sudah menjadi bubur. lagi lagi karena terbakar emosi aku tanpa pikir panjang melakukan hal yang sangat fatal .pagi ini aku dikejutkan dengan kedatangan polisi yang hendak menangkapku dengan tuduhan penganiayaan terhadap wijayanto jerit pilu anakku Rama terdengar sangat menyayat saat aku di gelandang ke kantor polisi
" Papa... papa ,jangan bawa papaku papa ... papa jangan pergi ...aku sama siapa " ucapnya di sela sela tangisnya pagi itu
Hatiku bagai diiris sembilu melihat tangis anakku dan lagi aku menyakiti anakku dan membuat dia ketakutan karena penangkapan ini
" Papa segera pulang nak ,doakan papa ...jangan menangis " Ucapku kala itu
Namun ia masih saja menangis hingga saat aku masuk mobil polisi anakku makin histeris sambil dipeluk mbok minah Artku yang setia menemani kami hingga saat ini
" Papa janji nak ,ini tidak akan lama papa akan cari pengacara terbaik agar papa bisa terbebas dari masalah ini " Runtukku dalam hati
Setelah sampai dikantor polisi aku dimintai keterangan ternyata si brengsek wijayanyo membawa bukti rekaman saat aku menghajarnya .aku tidak pernah berfikir sejauh itu nasi sudah menjadi bubur semua bukti mengarah padaku .kemudian aku meminta pihak kepolisian untuk menghubungi aasistenku agar aku di dampingi pengacara. Heri mendampingiku dikantor polisi kala itu
" Boss semua bukti mengarah pada boss dan boss juga tau siapa wijayanto dia bisa melakukan segala cara untuk menjebloskan boss kesini meskipun tanpa bukti ini apalagi sekarang bukti sudah benar benar valid boss melakulan penyerangan " kata Heri
" Aku minta kamu kesini bukan untuk ceramah Her ,carikan aku pengacara terbaik agar aku bisa segara keluar dati tempat terkutuk ini " Ucapku
" Sebenarnya ada pengacara handal boss saya yakin dia bisa mengeluarkan boss dari sisni dengan mudah " Ucap Heri
" Ya sudah tunggu apa lagi hubungi dia lama lama kamu kok jadi bego begini " ucapku geram pada Heri
" Masalahnya pengacara yang hebat yang saya maksud adalah Bima pengacara Ibu Rania dulu pas menangani kasus perceraian dengan anda " Tukas Heri
" Emang tidak ada orang lain lagi , di Indonesia kan banyak pengacara kenapa harus dia ? gara gara dia aku kehilangan istriku " Jawabku mengingat itu aku semakin teringat Rania mantan istriku
" Sudah kuduga reaksi boss akan begini ..hufff ... ,boss ini lagi dalam masalah bisa nggak jangan kedepankan ego ,lagian boss pisah sama Ibu Rania salah boss sendiri malah nyalahin pengacara " sewot
sedikit emosi
Heri assistenku dia memang assisten dan sahabat terbaikku tak segan segan ia marah kalau aku melakukan kesalahan .Aku terdiam mencerna kata katanya
" Ya sudah hubungi saja dia aku ingin segera keluar dari tempat terkutuk ini " Ucapku
" Gitu dong boss, sekali kali kesampingkan ego demi kebaikan sendiri " tukas Heri
" Iya cerewet sekali sih ,lama lama kamu kaya emak emak komplek " ucapku
" Dia bilang lusa baru bisa ke sini sekarang dia masih menangani kasus besar " Ucap Heri
__ADS_1
" Kapan kamu menghubunginya kok aku tidak tau dan sok sibuk sekali dia " Ucapku geram membayangkan aku harus tidur di sini sampai lusa
" Pas boss ditangkap saya langsung hubungi dia ,kalau cari orang lain malah boss ditahan lebih lama lagi boss kan tau sendiri semua bukti mengarah ke boss dan siapa wijayanto dengan segala kekuasaanya " tutur Heri
" Jadi apa gunanya kamu tadi nanya ke aku tentang persetujuanku mengunakan jasa dia toh ternyata kamu sudah menghubunginya dasar assisten peak " umpatku
" kamu nanyakk..bertenye tenye hehhehewh... santai boss ,kalau begitu saya permisi dulu boss istirahat dulu di sini sampai lusa urusan kantor saya handle dulu " ucap Heri yang terdengar menyebalkan di telingaku
Hari yang aku tunggu pun tiba Bima datang dan membantuku .begitu dia datang entah bagaimana caranya aku tidak tau yang pasti hari ini aku bisa menghirup udara bebas berkat dia
" Terima kasih atas bantuanya pak ,senang bekerja sama dengan anda " Ucapku tulus
" Sama sama pak ini sudah menjadi tugas saya " Ucapnya sangat sopan
Bima laki laki ini memang sangat sopan pintar dan kharismatik .aku mengajaknya makan siang sebagai ungakapan terima kasihku kepadanya dan dia menerima tawaranku makan siang .seketika aku langsung akrab dengan dia ternyata orangnya humble aku juga menawarkan oleh oleh untuk dia dengan halus ia menolaknya
" Terima kasih untuk makan siangnya pak ,kalau begitu saya permisi " ucapnya
" Pak Bima langsung pulang" kataku
" Saya mau kePusat perbelanjaan dulu mau beli sesuatu " kata pak Bima
" Oh boleh kalau tidak merepotkan " Ucapnya
Sesampainya dipusat perbelanjaan dia langsung bertanya ke pramuniaga untuk mencarikan baju hamil
" Mbak bisa minta tolong carikan baju wanita hamil kira kira tinggi badannya seperti mbaknya ,tapi yang simple saja bahannya adem " kata Pak bima
" Perhatian banget pak Bima sama istrinya ,atau mungkin dia beli baju untuk adeknya .ahhh sudahlah itu urusan dia " batinku
"Ada lagi yang saya bantu pak ? tanya pramuniaga pada Pak Bima
" Saya rasa cukup mbak " ucap Bima
Ketika sampai kasir aku berniat membayarnya namun dia menolak dia bilang oleh oleh untuk orang spesialnya dia jadi dia tidak mau dibayarkan olehku
" Ahhh.... Rasanya aku iri sekali dengan pak Bima andai Rania masih bersamaku aku akan memanjakannya " batinku merauang
Setelah dari pusat perbelanjaan aku langsung pulang aku kangen sekali dengan anakku Rama
" Rama papa pulang " kataku
__ADS_1
" Papa ..." ucap Rama langsung berlari dan memelukku erat
" Papa jangan pergi lagi ,Rama tidak mau papa kenapa napa Rama takut kenapa kemarin papa di bawa polisi papa tidak nakal kan pa " ucap polos anakku
" Papa kemarin ada urusan sedikit sama bapak polisi tapi papa kan tidak nakal jadi papa boleh pulang dan bertemu jagoan papa maafkan papa telah membuat Rama cemas " ucqpku
pov Arya end
Sesampainya Bima di Rumahnya dia langsung menghubungi Rania hubungan Bima dan Rania semakin dekat saja meskipun tidak ada hubungan special diantara mereka karena Rania masih membentengi dirinya untuk tidak menjalin kasih dengan seorang laki laki ia masih trauma dengan kandasnya rumah tangganya
" Rania siang ini kamu di rumah nggak aku mau kesitu " ucap bima
" Aku nggak kemana mana kamu kesini aja ,tapi awas kalau nggak bawa oleh oleh " Ucap Rania diiringi tawa keduanya
Bima segera bergeges kekediaman Rania
" Wah bumil ,makin hari makin lincah aja dikurangi dong kegiatanya masak anaknya diajak kerja terus apa nggak kasian tuh " ucap Bima
" Justru wanita hamil itu harus aktive biar nanti mudah persalinanya gitu kata ibuku ,makanya buruan cari istri biar tau " Ucap Rania
" Ini lagi usaha cari istri tapi yang diusahaiin masih belum mau " Ucap Bima sambil melirik Rania
" Mana oleh olehku ?" tanya Rania
" Ini ada kok Bumil tenang aja ,tarrrraaa.... sebuah daster tapi maaf kalau kamu nggak suka masalahnya aku nggak ngerti selera kamu " ucap Bima
" Waooo....ini bagus baget aku suka , tapi ngomong ngomong kamu nggak malu cowok macho kaya kamu beli daster " Ucap Rania terkekeh
" Buat kamu nggak ada kata mau " kata Bima
" Mulai deh gombalnya " rajuk Rania
" Oh ya ,Ran kemarin aku habis nanganin kasus siapa coba tebak " kata Bima
" Ya,mana gue tau .... emang cenayang bisa tau sebelum elu kasih tau " Ucap Rania
" Gue habis nanganin kasus Arya mantan Suami loe " kata Bima
Seketika wajah Rania menjadi muram
..
__ADS_1