PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Masih tentang Bams


__ADS_3

Seketika kaki Suharjo lemas tak bertulang bak seongok jely ,ia berusaha tegar dan bersikab tenang agar bisa melakukan langkah selanjutnya .ditatapnya sosok wanita ringkih dihadapanya dan kini wanita itu tengah tergolek tak berdaya


" Bu... bangun jangan kaya begini " kata Suharjo sambil menepuk nepuk pipi istrinya


" Sebaiknya kita bawa istri bapak ke Klinik " kata polisi


" Iya Pak ,terima kasih " kata Suharjo pada polisi tersebut


Setelah Ibu Rania mendapatkan penanganan di Klinik Suharjo langsung menghubungi Rania putri sulungnya


" Hallo Assalamualaykum Pak " terdengar suara Rania diseberang sana


" Waalaikum salam nduk " terdengar suara Suharjo parau


" Bapak kok belum berangkat seharusnya kan pesawatnya sudah take off " tanya Rania


" Bapak masih dibandara nduk , ada masalah besar hufft...." terdengar Suharjo menghela nafas


" Masalah apa pak ? kok kelihatanya serius sekali " tanya Rania


" Ibu kamu pingsan " kata Suharjo sambil mengabil nafas melanjutkan ceritanya


" Kok bisa pingsan ,Ibu sakit apa pak perasaan tadi baik baik aja " cerocos Rania mulai cemas


" Ibumu pingsan setelah melihat adekmu Bams digelandang polisi " kata Suharjo


" Maksudnya gimana pak " tanya Rania mulai panik pikiranya mendadak ngeblank


" Iya Bams ditangkap polisi karena Bams dianggap membawa narkoba " Kata Suharjo sambil menitikkan air mata


" Kok bisa ,dan Bams nggak mungkin kaya gitu pak " sanggah Rania


" Ceritanya panjang ,nanti Bapak cetitakan semua .Sekarang lebih baik kamu kesini Bapak binggung harus bagaimana Ibu kamu juga belum sadar " kata Suharjo mulai frustasi


" Bapak jangan kemana mana dulu Rania segera kesana " kata Rania lagi

__ADS_1


Kemudian Rania bergegas menyusul kedua orang tuanya kebandara .Sesampainya disana Suharjo langsung menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya hari ini


" Rania paham sekarang ,Berarti Bams dimanfaatkan oleh pengedar yang menyamar menjadi wanita hamil tadi ,Ini sebagai pelajaran Pak lain kali jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal " kata Rania


" Awalnya Bams menolak membawa koper wanita itu tapi Ibumu memaksa karena kasian katanya " kata Suharjo menceritakan kejadian sebelum penangkapan


" Sudahlah pak ,nasi sudah menjadi bubur sekarang kita harus bantu Bams keluar dari penjara ,tapi masalahnya Bima lai diluar kota " kata Rania panik


" Memangnya tidak ada pengacara lain apa selain Bima ,kalau nunggu Bima kasian adek kamu " kata Suharjo


" Masalah yang dihadapi Bams ini kasus besar pak ,Rania tidak yakin kalau pakai pengacara lain bisa menangani kasus ini atau enggak " kata Rania menjelaskan kemungkinan yang terjadi


" Bams .... dimana kamu nak " terdengar suara Ibu Rania rupanya ia sudah sadar dari pingsannya


" Ibu..... Minum dulu Bu ,Ibu tenang aja Rania akan berusaha sekuat tenaga membebaskan Bams " kata Rania mencoba menenangkan Ibunya walau dia sendiri tidak yakin


" Maaf kan Ibu nak .... hik.hik....hik " tangis Ibu Rania kembali pecah


" Ibu harus kuat untuk Bams ,kita cari solusi sama sama " kata Bapak menasehati


" Bapak harus makan yang banyak ,kalau Bapak sakit nanti Rania gimana ? kita hadapi masalah ini sama sama ya pak " kata Rania membujuk Bapaknya untuk makan


" Bapak nggak nafsu makan Nduk, gimana mau makan Bams sedang di balik jeruji entah sudah makan atau belum ,tidurnya bagaimana kalau teman temanya pada jahat bagaimana belum lagi Ibumu kondisinya memburuk " kata Suharjo memelas


" Bapak nggak boleh begitu ,kalau Bapak ikut ikutan sakit terus aku ngurus bapak dan Ibu terus siapa yang akan mengurus Bams ,apa Bapak tidak kasihan dengan Bams ?" Rania masih membujuk Bapaknya untuk makan


" Rania suapin yah .... hak...." Bujuk Rania sambil menyuapi Bapaknya mau tidak mau Bapak Rania akhirnya makan juga


" Biar Bapak makan sendiri saja ,kamu pulang dulu kasian Eliza " kata Suharjo


" Iya Rania mau pulang dulu ,Bapak jaga Ibu Rania mau ketemu Eliza sebentar terus ke kantor Bima untuk membicarakan masalah Bams ,besuk pagi Bima sudah pulang .Mudah mudahan Bima bisa menyelesaikan semua Bapak bantu doa yah " Kata Rania sambil berpamitan


Dua hari setelahnya Bima mengunjungi kediaman Rania untuk menemui pujaan hati sekaligus membahas tentang kasus Bams


" Bim... aku takut sekali kalau Bams tidak bisa lepas dari jerat hukum belakangan ini aku sukar sekali memejamkan mata. Pikiranku selalu tertuju pada Bams belum lagi kedaan Ibu malah tambah drop aku harus bagaimana Bims Hik..hik..hik " Rania menangis tergugu

__ADS_1


" Sudahlah jangan menangis terus sayang aku nggak bisa liat kamu begini aku akan berjuang mati matian mengeluarkan Bams ,aku sudah mempelajari kasusnya .hal yang pertama kita lakukan adalah menemukan perempuan itu maka Bams akan terbebas dari segala tuntutan " kata Bima


" Tapi apa kamu yakin perempuan itu akan ditemukan mengingat perempuan itu sudah menjadi ODP sejak lama namun jejaknya sampai sekarang belum terendus polisi " kata Rania mulai meragu


" Aku sudah menyuruh orang orangku mencarinya tentunya aku juga kerja sama dengan polisi " kata Bima menenangkan Rania


" Aku percaya padamu Bims " ucap Rania


" Percaya itu pada Tuhan jangan percaya padaku namanya musrik " ucap Bima sambil tertawa


" Bima... kamu nyebelin deh ,lagi serius kaya gini kamu ngajak bercanda melulu " kata Rania


" Habisnya kamu serius melulu ... aku akan selalu disampingmu sayang apapun yang akan terjadi " ucap Bima


" Oh ya ...tadi Thalita menawarkan diri untuk gantian sama mama menjaga Ibu kamu dan Eliza sebaiknya Bapak kamu suruh pulang aja kasian .Nantu beliau malah ikutan sakit " lanjut Bima


" Tapi Bims.... kalau Ibuku menolak ditungguin mama kamu gimana " tanya Rania


"Tenang aja mamaku itu tangguh pasti bisa meluluhkan hati Ibu kamu ,sama seperti putranya yang ganteng ini dulu kamu tolak berkali kali apa aku menyerah nggak kan ,maju terus pantang mundur dapetin Bidadari didepanku ini " kata Bima sembari memainkan alisnya naik turun


" Hallah gombal ..." ucap Rania namun pipinya memerah


" Kok gombal sih ,aku serius nih ... " goda Bima


" Sayang ... kamu tau nggak Tuhan tidak akan pernah memberikan ujian kepada manusia diluar batas kemampuan manusia dan satu lagi kamu harus yakin bahwa setiap masalah pasti ada hikmahnya kamu harus yakin itu " kata Bima


" Iya pak ustad ... " kata Rania sambil tersenyum


" Bentar sayang ada telephone masuk " kata Bima kemudian ia mengangkat pangilan yang masuk


" Hallo ..iya ada apa ? Bagaimana ?... kok bisa begitu " Raut muka Bima langsung panik


" Ada apa Bim ,kenapa panik begitu siapa yang telephone " tanya Rania


" Barusan aku dapat kabar kalau Bams terluka dihajar temen temenya dipenjara .aku akan kesana sekarang " kata Bima

__ADS_1


" Apa ... ? aku Ikut Bim " Kata Rania sambil menangis


__ADS_2