PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Hari pertama setelah kembali bersama


__ADS_3

Hari yang ditunggu tunggu telah tiba ,pernikahan Rania dan Arya yang kedua kalinya tidak ada pesta sama sekali hanya ijab kobul dan tasyakuran yang di gelar panti asuhan saja .Sebenarnya Arya sangat ingin sekali melangsungkan pernikahanya dengan Rania kali ini dengan pesta besar besaran mengingat dulu pada waktu ia menikahi Rania tanpa pesta sama sekali dan kini terulang kembali jauh berbeda ketika Rania menikah dengan Bima pesta digelar sangat mewah meskipun privat wedding.


Bagi Arya Rania mau kembali padanya saja sudah hal yang luar biasa dalam hidupnya mengingat bagaimana ia dulu memberikan luka disepanjang pernikahanya .


" Mas untuk sementara aku bolak bali rumahmu dan rumahku dulu ya ,soalnya aku belum sepenuhnya bisa meninggalkan rumah ini tapi aku juga nggak bisa mengajak kamu tinggal dirumah peninggalan mas Bima " permintaan Rania pada Arya


" Iya nggak apa apa terserah kamu saja , terus malam ini kamu mau tidur dimana di rumahku atau dirumahmu " tanya Arya


" Dirumah kamu dulu mas ,takutnya nanti semua orang curiga " jawab Rania


" Baiklah aku hubungi mbok minah dulu untuk menyiapkan kamar tamu buat kamu " kata Arya


" Jangan mas ,aku tidur dikamar kamu aja " kata Rania lagi


" Memangnya nggak apa apa kita satu kamar , Rania kalau kamu belum bisa satu kamar sama aku aku bisa mengerti " ucap Arya penuh pengertian


" Nggak apa apa mas ,nanti aku tidur disofa " kata Rania


" Nanti Baby Bima tidur di box bayi deket aku , tapi maaf kalau nanti tengah malam menganggu tidurmu kadang dia suka rewel " kata Rania


" Nggak ada yang terganggu aku senang ada anak kecil dikamar kita jadi suasananya rame nggak sepi lagi " kata Arya


" Makasih untuk pengertian kamu dan maafkan aku belum bisa menjadi istri sepenuhnya untuk kamu " kata Rania


" Buatku kebahagiaan anak anak itu yang utama " Dusta Arya .sebenarnya dia masih mengharap pernikahan yang sesungguhnya dengan Rania


Malam telah beranjak ke peraduanya rembulan mengintip dari balik awan .tidak seperti pasangan lainya harusnya malam ini menjadi malam pertama yang indah bagi mereka namun tidak ada kata malam pertama bagi dua insan ini.Arya sesuai dengan janjinya tidur disofa dan Rania tidur di ranjang dengan bayinya .

__ADS_1


" Maafkan aku mas Bima aku menghianatimu ,sungguh aku tidak bermaksud menghianatimu namun anak anak membutuhkan figur papa yang tidak dapat aku berikan .aku janji cintaku tetap utuh untuk kamu " batin Rania sambil terus menagis dalam diam .Dia tidak ingin Arya mengetahuinya dimalam pertamanya ia menangis


Tanpa sepengetahuan Rania Arya melihat Rania menangis .Hatinya sangat sakit melihat istrinya menangis dimalam pertama mereka


" Sebegitu cintanya kamu dengan Bima Rania dan sebegitu bencikah kamu dengan aku .Ternyata begini rasanya harus bersaing dengan orang yang sudah tiada sungguh menyakitkan .Maafkan aku Rania dulu aku tidak sadar aku menyakitimu terlalu dalam " batin Arya sambil pura pura tertidur .Malam ini kedua insan yanh sudah sah dalam ikatan pernikahan tidak dapat memejamkan mata larut dalam pikiran masing masing hingga menjelang pagi keduanya baru bisa terpejam .Dan Bima seolah tau situasi semalaman ia tidak rewel sama sekali


" Ini cudah ciang kok mama dan papa belun banun ya mbok ?" tanya Eliza pada assisten rumah tangganya


" Mereka masih leleh sayang " kata Mbok Minah


" Tenapa lelah ?" pertanyaan polos lolos dari mulut Eliza


" Emh.... karena kemarin banyak acara jadi mama dan papa capek sayang " kata Mbok Minah


" Eisa ndak cape kemalin ikut acala mama cama papa " Eliza masih adu argumen dengan mbok Minah


" Eisa mau disuapi mama ..." kata Eliza .Rama yang faham akan situasi membujuk Eliza


" Adek bagaimana kalau kak Rama yang suapi kamu ,kak Rama bisa loh. kita makan bersama sambil main gimana ? ok nggak ?" tanya Rama


" Aku mau mau " kata Eliza .Akhirnya Eliza sarapan pagi disuapi Rama .bocah itu sangat telaten menyuapi adeknya .Mbok Minah tersenyum melihat kebahagiaan dua bocah itu .Pagi itu mereka berangkat sekolah tanpa berpamitan pada kedua orang tuanya karena belum bangun .Sementara dikamar Arya dua orang dewasa masih terlelap dalam buaian mimpi masing masing .Namun berbeda dengan Baby Bima bayi itu sudah bangun dari tadi dan Asyik main sendiri hingga lelah dan menangis membuat Arya dan Rania sama sama kaget dan terbangun .


" Oh sayangnya Papa... kamu sudah bangun sayang " Sapa Arya mendekati Baby Bima yang masih ditenangkan Rania


" Kita kesiangan mas ,jam berapa ini anak anak sekolah bagaimana ?" Rania mulai panik


" Mas tolong temeni Baby Bima dulu aku harus menyiapkan anak anak sekolah " ucap Rania tanpa melihat jam .Sementara Arya hanya tersenyum simpul melihat tingkah Rania .Ia yakin Eliza dan Rama sudah berangkat sekolah .Rania tergesa gesa mencuci mukanya dan hendak keluar kamar

__ADS_1


" Aku kesiangan mas ,untung nggak sholat aku keluar dulu " kata Rania


" Liat jam berapa sekarang " tanya Arya sembari menujukan jam dinding yang ada dikamar Arya


" What... jam 8 ,berarti mereka sudah berangkat dong .Maafin mama sayang " ucap Rania penuh penyesalan


" Sekarang kamu mandi dulu biar aku temeni Baby Bima disini " titah Arya yang tak terbantah oleh Rania


Selesai mandi Rania dan Arya keluar kamar Baby Bima diserahkan pada baby sisternya .


" Makasih ya mbok udah urusin anak anak ,maaf tadi aku dan mas Arya kesiangan " ucap Rania sungkan


" Nggak apa apa neng ,itu sudah kewajiban saya lagian banyak yang bantu ada suster juga ,tadi non kecil sarapanya disuapin den Rama " ucap Mbok minah


" Mas hari ini aku mau kebutik mungkin nanti malam aku tidur dirumah lama dulu " pamit Rania pada Arya


" Ya ... kamu hati hati ya " ucap Arya sebenarnya tidak rela Rania pulang kerumahya lagi namun ia tidak bisa melarangnya .sebisa mungkin ia menyembunyikan kekecewaanya di hari kedua menikah dia sudah berpisah lagi .Rasanya begitu sesak dada Arya


" Nanti Eliza biar tidur disini aja , katakan padanya aku ada pekerjaan pasti dia mengerti " ucap Rania


" Ya " satu kata singkat yang keluar dari bibir Arya


" Sabar ..." batin Arya terus berontak namun tak dapat ia lakukan


" Nanti kamu berangkat bareng aku saja sekalian ke kantor " ujar Arya .Sebenarnya Rania ingin menolak tawaran Arya namun ia tidak sampai hati melihat Arya terlihat murung


" Iya ... " satu kata yang keluar dari bibir Rania

__ADS_1


Mbok minah melihat wajah Arya muram ia tau pasti ada sesuatu yang Arya sembunyikan tapi apa itu ia tidak tau


__ADS_2