PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Tidur bertiga


__ADS_3

pov Rania


Hari ini adalah hari dimana statusku akan berubah menjadi seorang istri ,deg degan pasti ,meskipun aku dan mas Arya menikah tanpa didasari cinta ,namun gugup ,deg degan ,cemas dan hal lainya yang tidak bisa aku jelaskan berkecamuk jadi satu ,semalam ibu masih menasehatiku bagaimana aku akan menjalani hari hariku sebagai seorang istri sekaligus seorang ibu ,beliau selalu berada di garda terdepan pada saat kami anak anaknya membutuhkanya ,sayup sayup terdengar ijab qobul yang dilafalkan oleh mas Arya, saat ijab qobul aku masih menunggu dikamar ,baru setelah ijab qobul aku dibawa keluar diiringi ibuku dan saudara saudara sepupuku


" wahai ananda Arya wijaya kusuma ,saya nikah dan kawinkan engkau dengan putri saya Rania Humaira Putri dengan mas kawin separangkat alat sholat dan deposito senilai 1.2 milyar "


" Saya terima nikah dan kawinnya Rania Humaira Putri binti Suharjo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan deposito senilai 1.2 milyar dibayar tunai "


gimana sak saksi


Sah


Sah


Kemudian penghulu membacakan doa buat kami


prosesi ijab qobul telah selesai


" Deg " kucium tangan laki laki yang kini resmi menjadi suamiku ada rasa cangung yang aku rasakan saat bibirku mencium punggung tangan laki laki yang kini telah menjadi suamiku , pernikahan kami dilaksanakan dengan sederhana aku yang minta ke mas Arya ,mengingat neneknya mas Arya belum lama meninggal dan pernikahan kami hanya berlandaskan saling menguntungkan tanpa embel embel cinta diantara kami


Hari berikutnya aku sudah diboyong mas Arya kekediamanya ,yah sebuah rumah mewah lengkap dengan segala perabotan mewah ,sesuai dengan perjanjian awal kami terpisah kamar kamarku lebih dekat dengan Rama ,tak ada malam pertama bagi pernikahan kami sesuai dengan kesepakatan awal aneh memang tapi itulah kenyataanya , semenjak aku menikah dengan mas Arya ,Rama semakin dekat denganku dan semakin manja ketika ada didekatku dan akupun menyukainya karena aku memang sangat menyukai anak anak apalagi anak seperti Rama ,yang wajahnya mirip mamanya blasteran ,hari ini mas Arya berangkat kerja dia hanya mengambil cuti waktu akad nikah dia menyiapkan baju sendiri ,aku hanya menyiapkan sarapan dan bekal saja . siang hari aku dapat wa dari mas arya


" Assalamualaikum " tutur mas arya dari seberang sana


" Waalaikum salam mas , ada apa mas ada yang bisa aku bantu "


" Minta foto dong "


dengan cepat aku merapikan kukirim selfiku dengan gaya termanis send langsung ku kirim ke mas Arya


" Bukan foto kamu tapi foto Rama "

__ADS_1


gubrakkk ,rasanya aku terjatuh dari gedung yang tertinggi kedasar ,aduh kebodohan apa yang aku lakukan


" Astaga aku terlalu percaya diri ..." gumanku


" Ah ,iya maaf mas " kataku malu setengah mati lalu kuambil foto Rama yang sedang bermain


" Hari ini apa dia rewel " tanya Arya


" Enggak mas dia anteng dan manis " kataku


"Ya sudah kalau begitu ,aku tutup dulu yah sebentar lagi ada meeting ,oh ya nanti aku pulang telat "


"Iya mas " sahutku


dalam hatiku berkata "Jangan pulang dulu aku masih malu dengan kejadian tadi , ya lord andai shopee jual harga diri gue mau beli COD ....."


Sementara diseberang sana Arya tersenyum sendiri melihat foto Rania yang dikirim kehpnya kemudian ia menyimpanya di galeri


Malam hari pukul sembilan mas Arya pulang ,aku bingung mau pura pura tidur apa bukain pintu ,aku merapalkan segala doa mulutku komat kamit sebisa mungkin berdoa semoga mas arya lupa kejadian tadi ,Akhirnya aku memberanikan diri menyambutnya maluku sudah kugadaikan


"Waalaikum salam , mas sudah mak an malam " tanyaku basa basi


" Belum ,bisa kamu siapkan makan dan temani aku makan ? "


"Iya mas ,aku siapkan dulu sembari mas Arya mandi sudah aku siapakan air hangat " kataku


" Iya ,makasih Rania " tutur mas Arya


Sepanjang aku menemani mas Arya makan dia tidak membahas sama sekali masalah foto yang aku kirimkan padanya


" Ah.... syukurlah " gumanku pelan sambil berjalan menuju kamarku

__ADS_1


" Apanya yang syukur Rania " tanya mas Arya


" Ah...itu .. anu mas ,aku bersyukur akhirnya aku punya keluarga kecil sendiri " rancauku mengatasi gugupku ternyata mas arya mendengar gumananku tadi


" Iya ,kamu harus bersyukur punya suami ganteng mapan kaya aku " ucap mas Arya dengan begitu Pedenya


"Idihh terlalu percaya diri dia ,beli satu dapat dua " batinku


" Bunda .... " terdengar suara Rama memangil ,semenjak aku menikahi mas Arya ,Rama memangilku dengan sebutan bunda , rasanya ada kebahagiaan tersendiri dipangil bunda oleh Rama ,seketika mendengar ia memangilku aku langsung ke kamar Rama diikuti mas Arya


" Bunda jangan kemana mana temani bobo Rama ya sama papa juga ,Rama pingin ngerasain bobo bertiga " pinta Rama dengan pupy eyes membuat siapapun yang melihat jadi gemes dan tidak tega


"Iya ,papa akan lakukan apapun demi kamu sayang ,iyakan bunda bunda pasti mau kan " ucap mas Arya tanpa meminta persetujuan dariku terlebih dahulu ,aku terdiam bingung harus jawab apa ,tidur sekamar dengan laki laki yang masih terasa asing bagiku meskipun itu suamiku ,Rama langsung menepuk nepuk sampimg tempat tidurnya agar aku segera berbaring di sampingnya


" Bunda sini " sambil menepuk nepuk samping kanan tempat tidurnya


" Papa sini " kali ini ia menepuk nepuk samping kirinya ,perlahan aku naik kepembaringan Rama disusul mas arya


" Bunda ,papa kalian peluk Rama begini " Rama menarik tanganku melingkar ditubuh mungilnya kemudian ia juga menarik tangan mas Arya juga dilingkarkan ke tubuh mungilnya , cangung itulah yang aku rasakan perlahan Rama tertidur dengkuran halus pun mulai terdengar , saat itu tiba tiba wajah mas arya mendekat aku langsung memejamkan mata deg degan yang aku rasakan dalam hatiku seketika aku langsung memonyongkan dalam hatiku berkata " pasti mas Arya mau cium aku "


" Kamu kenapa Rania ,merem dan monyong monyong begitu " terdengar suara mas Arya


Gubrakkkk... aku buka mata ternyata mas Arya hanya mengambil selimut disebelahku ,hari ini sudah dua kali aku malu dihadapan mas Arya ,aku gugup saat langsung bangun hendak meningalkan kamar ini


" Mas ,sepertinya Rama sudah tidur ,aku akan kembali ke kamar "Ucapku " segera mungkin aku harus kabur " batinku


" Bunda mau kemana ? jangan pergi " tiba tiba Rama bangun dan merengek


" Ya ,Lord gimana ini aku harus terjebak semalaman di sini dengan perasaan malu " batinku


"Rania ,tetaplah disini biar aku yang keluar kama" kata mas Arya

__ADS_1


" Papa juga nggak boleh pergi ,papa dan bunda harus bobo disini " rengek Rama


Akhirnya kami bertigapun tidur sekamar ,aku tebelin muka aja muka tembok aja deh demi Rama


__ADS_2