PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
67


__ADS_3

Rahmawati tidak bisa berkata apa apa lagi melihat sang putri kesayanganya tidur sekamar dengan laki laki .


" Kalian semua setelah sholat subuh kumpul ke ruang kerjaku " perintah Bima dengan tatapan dingin


Tidak ada yang berani menyela perkataan Bima termasuk Rania .Dia hanya melotot kearah adeknya dengan tatapan kemarahan


" Duduk kalian berdua " kata Bima


Thalita dan Bams menurut perkataan Bima mereka pasrah dengan hukuman yang akan diberikan pada Bima ,meskipun Bima punya jiwa penyayang namun sikabnya tegas


" Kakak kecewa dengan kalian berdua " kata Bima


" Kak ,kami tidak ngapa ngapain semalam kami hanya tidur saja tidak lebih itupun aku tau waktu bangun kalau kami tidur sekamar " ucap Bams membela diri sementara Thalita hanya menangis ia masih shock dengan insiden pagi ini


" Hanya kamu bilang ? Kalian sudah tidur satu kamar semaleman dan melihat pakaian kalian tadi pagi siapa yang akan percaya dengan omongan kamu Bams ?" maki Bima


" Sungguh kak ,kakak harus percaya sama Thalita kejadianya tidak seperti yang kalian bayangkan ,Demi Tuhan kami tidak ngapa ngapain kak " kata Thalita sambil terisak


" Jangan bawa bawa nama Tuhan Thalita kalian sadar nggak apa yang kalian lakukan adalah dosa besar kalian bukan muhrim tidak seharusnya kalian tidur satu kamar " Bentak Bima


" Semua gara gara kak Rania yang nyuruh aku tidur dikamar Bams " sentak Thalita


" Kan kakak tidak nyuruh kamu tidur dengan Bams ,lagian kamu Bams bilangnya pulangnya masih lusa kenapa pulang sekarang dan kapan kamu pulang kita nggak ada yang tau " sewot Rania tidak terima disalahkan


" Kalian tidak perlu berdebat ... mau tidak mau secepatnya kalian harus menikah " kata Bima


" Tidakk..." teriak Bams dan Thalita bareng


" Kompak banget kalian , Fix kalian harus dinikahkan segera kalau kelamaan Eliza bakal punya sepupu baru kalian akan menikah begitu " Maki Rahmawati


" Ini perintah suka atau tidak suka kalian harus menikah ,besuk kita tinggu Ibu baru kakak nikahkan kalian " Tegas Bima


" Kak Thalita masih pingin Kuliah " rengek Thalita


" Kuliah kan boleh menikah ,nggak ada alesan untuk menolak " kata Rahmawati


" Semua gara gara elu ! " ucap talita sambil melotot kearah Bams


" Kok gue ? ,jelas jelas elu yang salah malah nyalahin gue " kata Bams tidak terima


" Kalian berdua sama sama salah ,yang satu tidur kaya kebo yang satu tidur juga asal merem aja " ungkap Rania


" Bubar bubar meeting selesai " kata Bima sambil memijit pelepisnya.

__ADS_1


Setelah kedatangan Ibu Rania dikampung keluarga sepakat untuk menikahkan Rania dan Bams bulan depan .Acara akan dilangsungkan secara besar besaran mengingat Thalita anak bungsu dikeluarga Rama.Ibu Rania sangat antusias dengan pernikaha Bams dan Thalita. Arya masih berkunjung seminggu sekali kini Eliza sudah tidak takut lagi dengan Arya.Arya membeli rumah dikota yang sama dengan Rania agar agar bisa selalu dekat dengan Eliza . bahkan Eliza sudah mau diajak kerumah Arya namun belum mau menginap pagi dibawa


" Om kok lumahnya bukan yang cemalin " tanya Eliza


" Ini rumah om yang baru ,Eliza suka nggak " ungkap Arya


" Om buatin kamar buat kamu ,ada banyak boneka disana " kata Arya lagi


" Waaaa... ada belbi ndak ?" tanya Eliza


" Ada dong ayo masuk kamar kamu ,om panggilkan kak Rama dulu ya " kata Arya


" Iya om... janan lama lama " kata Eliza


" Eh ada non cantik , nanti bobo disini ya ?" tanya Mbok Minah


" Endak mbok tapi nanti Eisa main campe cole " kata Eliza


" Hi.... Adek " kata Rama begitu melihat Eliza datang ia sudah tau kalau Eliza adalah adeknya


" Hi kak ....om mana ?" tanya Eliza


" Om disini sayang ayo kita ke kamar kamu kita main bertiga " kata Arya lantas mengendong Eliza ke kamarnya mereka bermain bertiga hati Arya menghangat ada kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata kata .


" Ok om sudah jongkok ,ayo naik " kata Arya


" Ayo kak lama kejal aku ..." kata Eliza


Suasana kamar Eliza menjadi Rame Arya capek namun ia senang bisa membuat anak anaknya tertawa sebahagia ini.Mbok minah yang mengintip dari balik pintu menangis haru menyaksikan kehangatan Arya dan anak anaknya


" Kudanya mau minum dulu haus " kata Arya


" Om capek ya ?" ucap Eliza polos


" Om nggak cape asal Eliza senang " kata Arya


Eliza langsung memeluk Arya ,sontak Arya kaget mendapat pelukan bahkan ciuman dari Eliza Arya menangis terharu


" Om kok nanis ,Eisa natal ya ?"


" Enggak Sayang kamu nggak nakal kamu sangat manis sekali " ucap Arya sambil memeluk erat Eliza


" Om cini eisa cium ladi ,kata papa kalau papa capek kelja eisa cium capena ilang " ucap Eliza sambil menciumi Arya

__ADS_1


" Eliza sering ciumi papa kaya gini " tanya Arya


" Iya ..." kata Eliza


" Om kita maen make up yuk " kata Eliza


" Om nggak punya make up sayang " kata Arya


"Oh iya om kan jompo eisa lupa "kata Eliza sambil terkikik


" jompo ? om nggak jompo om masih sehat dan kuat " kata Arya


" jompo itu tidak puna pacangan om" kata Eliza


"Hahahhah... jomblo maksudnya pah " kata Rama


Arya ikut tertawa pada akirnya


" Eliza biasanya kalau dirumah main apa saja sama papa " tanya Arya


" Dandanin papa pake make up terus papa pakai dastel mama ,papa jadi lucu hihihi..." kata Eliza sambil tertawa membayangka papanya


" Pantesan Eliza deket banget sama Bima ternyata sesayang itu Bima sama Eliza ,makasih Bim udah jagain anak aku " batin Arya


" Adek besuk kamu dandanin papa aja kalau begitu ,nanti kak Rama belikan make up sama daster pasri papa cantik " kata Rama sambil terbahak bahak membayangkan papanya memakai make up dan daster


" Hushhh... kamu jangan ajarin adek kamu aneh aneh " kata Arya sambil bergidik ngeri membayangkan dia pake make up dan daster


" Om ndak mau ?" tanya Eliza dengan raut muka penuh kekecewaan .seketika Arya langsung panik


" Om mau... om mau apapun untuk kamu ,asal kamu jangan sedih kaya gitu hati om sakit liat kamu sedih " kata Arya


" Ih om ,kaya papa ... papa juga cuka bicala begitu " kata Eliza


" Aku memang papa kamu sayang " batin Arya .


Seharian Arya benar benar meluangkan waktu hanya untuk bermain dengan Eliza dan Rama .Begitupun dengan Rama Eliza membawa kebahagiaan tersendiri Ia bisa merasakan keluarga yang utuh meskipun tanpa sosok ibu ,namun Eliza mampu membuat Arya betah dirumah dan melupakan tentang segala kesibukanya. Sore hari Arya mengantar Eliza pulang saat itu keluarga Bima sedang berbincang bincang diruang keluarga membicarakan kelanjutan hubungan Bams dan Thalita


" Sebaiknya Thalita dan Bams bertunangan dulu sebelum menikah " kata Rahmawati


" Iya saya Rasa juga begitu ,mereka sangat serasi " ucap Ibu Rania sembari tersenyum


" Serasi apanya ?" kata Bams sewot

__ADS_1


" Yang satu cantik yang satu ganteng ,Ibu juga udah nggak sabar nambah cucu lagi " kata Ibu Rania


__ADS_2